Wednesday, February 24, 2016

WAHAI SUAMI-SUAMI PENGECUT, CERAIKAN SAJA ISTRIMU !!


Dalam salah satu khutbahnya di bilangan Sentul Jawa Barat, Ustadz Bachtiar Nasir menyinggung soal suami-suami pengecut. Sosok pemimpin AQL Islamic Center ini memberi saran kepada mereka agar menceraikan istrinya. Hal itu lebih baik daripada seorang suami terus menerus menzhalimi istrinya.
Lantas, siapakah sebenarnya suami-suami pengecut ini?
Keberadaan suami-suami pengecut ini semakin marak di akhir zaman. Bahkan, masih menurut Ustadz Bachtiar Nasir, mereka menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam maraknya kasus masalah rumah tangga di negeri ini.
Suami-suami pengecut ini dinisbatkan kepada mereka yang menggantung perasaan istrinya. Bisa jadi, mereka tetap memenuhi kebutuhan materi berupa rumah, makan, kendaraan, pakaian, dan lain sebagainya. Akan tetapi, mereka melalaikan kewajiban lain terhadap istrinya berupa nafkah biologis.
Pasalnya, kondisi fisik dan kesehatan suami-suami pengecut ini prima. Akan tetapi, entah apa sebabnya, mereka mengabaikan hak istrinya untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan intim yang disebut dalam hadits sebagai sedekah seorang suami kepada istrinya, dan sebaliknya.
Kondisi ini akan semakin parah jika berbilang bulan dan tahun. Apalagi, sebagaimana peristiwa yang terjadi di zaman ‘Umar bin Khaththab, seorang istri hanya bisa bertahan untuk tidak disentuh maksimal enam bulan. Selebihnya, seorang suami sudah harus menyentuh dan melaksanakan kewajibannya dengan baik.
Apakah mungkin suami-suami itu tidak bernafsu lagi dengan istrinya? Aduhai, bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai manusia yang paling piawai menahan nafsu pun pernah mendatangi istrinya di siang bolong lantaran tidak sengaja melihat wanita ajnabi di jalan. Lantas, bagaimana mungkin dengan laki-laki di zaman akhir yang saban hari bisa dengan mudah melihat aurat yang dibuka gratis bahkan bisa didatangkan dengan murah dan mudah melalui perangkat lunak yang tersaji di tangan?
Jika pun tak bernafsu lagi, belajarlah kepada ‘Umar bin Khaththab. Beliau sering ‘memaksa’ diri agar menggauli istrinya demi terlahirnya generasi yang meninggikan nama-nama Allah Ta’ala. Sebab, Khalifah pengganti Abu Bakar ash-Shiddiq ini amat sibuk mengurusi umat, hingga tak punyai banyak waktu untuk bersenang-senang dengan istri-istrinya, meski hal itu dibolehkan baginya.
Karenanya, wahai suami-suami pengecut, jika memang tak berhajat lagi, ceraikan saja istrimu itu. Psikisnya tertekan sebab tak disentuh, sementara kesehatan dan fisikmu bugar. Bukan soal nafsu semata. Di hatinya juga bisa timbul prasangka. Bagi mereka, jima’ bukan sekadar penetrasi. Ada perasaan dibutuhkan yang amat berpengaruh bagi kesehatan fisik, pikiran, dan ruhaninya.
Janganlah berlaku zhalim kepada wanita yang telah bersedia mewakafkan dirinya untukmu itu. [Pirman/Keluargacinta]

JANGAN SALAH SANGKA DULU !! BARU NIKAH 2 MINGGU, KOK USIA KEHAMILAN SUDAH 1 BULAN? (Begini penjelasannya)


Bagi pasangan yang baru menikah kehamilan adalah kabar yang menggembirakan. Tapi bagaimana jadinya jika ternyata belakangan diketahui bahwa usia kehamilan bayi lebih tua dari usia pernikahan?
Hal itu juga yang dialami oleh seorang netter dengan nama Enja. Ia menceritakan bahwa beberapa waktu silam Enja mendapat kabar bahwa istrinya hamil di usia pernikahan yang baru menginjak 2 mingguan, tapi dokter bilang istrinya sudah hamil satu bulan.
Tentu kabar ini membuat Enja menduga hal yang macam-macam dengan isterinya. Nah sebaiknya jangan berpikir bahwa isteri selingkuh sebelum nikah atau melakukan hal negatif lain.
Karena ternyata usia kehamilan, lanjut Enja, bukan ditentukan dari tanggal terjadinya pembuahan sperma dan ovum sesasat setelah berhubungan badan melainkan dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT). Enja mencontohkan dengan pengalamannya isterinya,
HPHT Istri saya :17 Februari 2015
Kami Menikah Tanggal : 8 Maret 2015
Periksa Ke Dokter : 22 Maret 2015
Perhitungan Usia Kehamilan Yang SALAH : 8 Maret 2015 - 22 Maret 2015 = 14 Hari / 2 Minggu
Perhitungan Usia Kehamilan Yang BENAR : 17 Februari 2015 - 22 Maret 2015 = 1 Bulan 5 Hari
"Adapun prediksi melahirkan isteri saya ditentukan dengan rumus Neagele (rumus yang menghitung Minggu Ke-40 Dari HPHT): (Hari+7) – (Bulan-3) – (Tahun+1) Akan tetapi karena bulan saat isteri saya mengalami HPHT tersebut kurang dari 3 (Maret), maka saya menggunakan rumus (Hari+7) – (Bulan +9) – (Tahun)," tutur Enja.
Dengan perhitungan tersebut, Hari Perkiraan Lahir (HPL) isteri adalah: 24-11-2015 atau 40 Minggu usia kehamilan. bisa diperhatikan sekalipun selisih tanggal tersebut dengan hari pernikahan 8 Bulan 2 Minggu 2 Hari tetapi secara perhitungan HPHT sudah memasuki minggu ke-40 atau 9 bulan 10 hari.

Lalu bagaimana cara menghitung usia janin dari HPHT? Nah selain selain usia kehamilan, ternyata ada istilah 'usia janin' yang merupakan prediksi usia janin pada saat pembuahan terjadi. Perhitungan ini jarang orang ketahui. Sehingga wajar saja sering terjadi kesalahpahaman.
Usia Janin dihitung dengan rumus: "USIA KEHAMILAN DIKURANGI 2 MINGGU". Jadi sebenernya jika seseorang melahirkan di usia kehamilan 40 minggu itu sama saja dengan usia janin 38 minggu.
Lalu kenapa usia janin dihitung dengan mengurangi usia kehamilan dengan 2 minggu? Beberapa ahli mengatakan bahwa ovum keluar dari ovarium diperkirakan pada hari ke-14 atau 2 minggu setelah mens terakhir. Jadi itu sebabnya usia janin diprediksi dengan mengurangi usia kehamilan dengan 2 minggu.
"Bagi yang pernah hamil pasti tau perhitungan ini dan menganggap info ini biasa saja, tapi bagi saya yang baru nikah dan mendapati istri hamil 1 bulan, adalah info yang sangat menarik karena akhirnya saya tahu perhitungan usia kehamilan sebenarnya bukan dihitung berdasarkan pertama kali sperma dan ovum bertemu melainkan HPHT. Cuman permasalahan lainnya tetep muncul ketika satu persatu teman-teman yang belum menikah menanyakan usia kehamilan istri saya. Ekspresi mereka pun kaget seperti saya karena usia kehamilan melebihi usia pernikahan, namun ketika saya jelaskan mereka pun akhirnya mengerti, ya tapi tetep capek karena yang nanya bukan cuman 1 tapi banyak jadi mesti sabar jelasinnya," pungkas Enja dalam tulisannya yang menjadi Hot Tread di jejaring kaskus pada Minggu, (7/11).
Sumber : Brilio.net

Wednesday, February 17, 2016

Kopi Gratis Bagi Jamaah Yang Shalat Tepat Waktu di Masjid Ini



Kita patut memberikan apresiasi kepada aksi kreatif pengurus masjid ini. Betapa tidak, cara – cara seperti ini ternyata efektif untuk membuat masjid selalu ramai ketika waktu sholat tiba.
Diberitakan laman Hidayatullah, cara unik mengajak umat Islam sholat tepat waktu di masjid dilakukan pengurus Masjid KH. Moh. Abdullah Muchtar.
Yang dilakukan masjid yang berlokasi di Jalan Jetis Kulon I No. 15-17, Wonokromo, Surabaya itu adalah memancing jamaah dengan menyediakan kopi gratis bagi yang melaksanakan shalat lima waktu di sana.
“Iya untuk menjaring warga di sini supaya gemar shalat jamaah dan betah di masjid,” ujar Abdul Kholiq, pengurus masjid saat ditemui hidayatullah.com, Senin, (11/01/2016).
Rupanya ide itu mendapat respon baik. Menurut Abdul Kholiq, masjid yang dibangun sejak 6 Maret 2015 lalu ini selalu ramai oleh jama’ah yang ingin melaksanakan shalat.
“Alhamdulillah, jamaah 5 waktu di sini lumayan ramai,” tukas pria asal Banyuwangi ini.
Ia mengaku, sejak pertama masjid itu diresmikan, sejak itu pula menyediakan kopi gratis bagi jama’ah yang datang. Alasannya, hanya sebagai pemikat dan agar jama’ah betah berada di masjid.
“Setiap hari kita sediakan satu termos besar. Alhamdulillah, biasanya tidak sampai maghrib sudah habis dan mesti diganti (isi ulang),” jelasnya.
Bahkan Abdul Kholiq menyediakan nomor telepon petugas yang bisa dihubungi jika jamaah mendapati kopi, gula atau air panas habis.
“Yang mau tinggal ambil dan tuang sendiri. Tapi gelasnya jangan lupa dicuci,” lanjut Kholiq mengingatkan.
Untuk operasional logistik kopi sendiri, kata Kholiq, berasal dari kas masjid atau terkadang sumbangan dari jama’ah.
“Kadang kalau sedang tidak ada, pakai dari yayasan,” ungkapnya.
Masjid KH. KH. Moh. Abdullah Muchtar ini sendiri berada dibawah Yayasan Walsama (Wahana Amal Sesama Makhluk Allah).

WAHAI SUAMI !! Harus Tahu! Ini Bedanya Nafkah Istri Dan Uang Belanja



Banyak orang menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.

Namun, tahukah kamu, ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik dan air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)
Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).
Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)
Para istri juga harus memiliki sifat qana’ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori:  4945)
Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin. 
Sumber : DailyMoslem.com

Silahkan baca !! Inilah Hak Seorang Perempuan Terhadap Calon Suaminya



Hak Seorang Perempuan terhadap Calon Suaminya. Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan, telah menceritakan kepaddaku Abu Hazim dari Sahl bin Sa’ad bahwasannya ada seorang perempuan menawarkan adan menghibahkan dirinya kepada Nabi Saw., lalu seorang laki-laki pun berkata kepadd laki-laki pun berkata kepadd beliau, ‘Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya.
‘Beliau bertanya, ‘Apa yang kamu punya?’ laki-laki itu menjawab, ‘Aku tidak punya apa-apa.’ Beliau bersabda, ‘Pergi dan carilah meskipun hanya cincin besi.’ Maka, laki-laki itu pun pergi, kemudian kembali dan berkata, ‘Tidak, demi Allah aku tidak mendapat setengahnya.’ Shal berkata, laki-laki tidak memiliki baju atas. Maka Nabi Saw bersabda, ‘Apa yang dapat kamu perbuat dengan kainmu itu. Jika kamu memakainya, maka badanmu tidak tertutup, dan bila nanti istrimu memakainya, badan atasnya juga tak tertutup.’ Akhirnya, laki-laki itu pun duduk hingga agak lama, lalu beranjak pergi. Kemudian, Nabi Saw. melihatnya, maka beliau pun memanggilnya lalu bertanya kepadanya, ‘Apa saja yang telah kamu hafal dari al-Qur’an? Laki-laki itu menjawab, ‘Aku hafal surat ini dan ini.’ Ia menghitungnya. Maka, Nabi Saw. pun bersabda, ‘Kami akan menikahkanmu dengan perempuan itu dengan mahar hafalan al-Qur’anmu.” (HR. Bukhari).
Inilah kebiasaan kaum muslimah zaman dahulu. Mereka sangat mengidolakan laki-laki shalih dan sudi menikah dengan mereka, meskipun hanya dengan mahar hafalan al-Qur’an. Hal ini sangat jauh berbeda dengan muslimah zaman sekarang yang lebih mengidolakan laki-laki gagah, tampan, dan juga kaya.
Peristiwa sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut setidaknya mengingatkan kepada seorang muslimah bahwa keshalihan seharusnya dijadikan alasan utama ketika memilih calon suami. Namun, hal ini bukan berarti bahwa harta benda tidaklah penting. Namun jangan sampai pertimbangan kekayaan menjadikan seorang muslimah abai terhadap sesuatu yang paling dibutuhkan dalam membangun fondasi rumah tangga yang sakinah, yakni ketakwaan dan keshalihan. Sebab, tidak sedikit ada seorang laki-laki ada seorang laki-laki kaya dan tampan, tetapi ilmu agama dan keshalihannya minim. (reportaseterkini)

Tuesday, February 16, 2016

Inilah Sang Gubernur yang Bikin Air Mata Umar bin Khattab Tumpah



Meski jabatan sudah dicapai, namun perasaan gelisah dan cemas masih dialami oleh Supriansa, Wakil Bupati terpilih Soppeng, Sulawesi Selatan, periode 2016 – 2020.
Sesuatu yang mengganjal hati orang nomor dua di Kabupaten Soppeng jelang detik-detik pelantikan adalah belum mempunyai istri atau jomblo.
“Sebab saat ini hanya saya yang belum memiliki istri,” kata Wakil Bupati Soppeng seperti diberitakan laman VIVA.co.id, Selasa 16 Februari 2016.
Ibarat sayur tanpa garam, begitu yang dirasakan Supriansa. Hingga saat ini, Supriansa masih terus mencari wanita yang bersedia menjadi istrinya. Sebab jabatan Wakil Bupati yang akan menjadi tanggung jawab dan amanahnya tidak akan sempurna tanpa kehadiran seorang pendamping hidup.
“Niat itu yang utama, Insya Allah dengan bismillah saya katakan akan mencari calon istri tahun ini. Karena kehadiran seorang pendamping bagi saya bisa memberikan dampak positif dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar dia.
Lantas, kriteria wanita seperti apa yang diidamkan Supriansa?
“Tak ada kriteria khusus, saya mencari pendamping yang biasa saja dan jelas seiman. Sifatnya tidak arogan dan bisa membawa diri di tengah masyarakat,” tegas Supriansa.
Meski demikian, Supriansa tak malu menyebutkan jika dirinya menyukai wanita berjilbab. Selain itu, karakter wanita yang murah senyum serta senang menyapa merupakan ciri-ciri wanita idamannya. Pria yang pernah melaporkan kasus mantan Ketua KPK Abraham Samad ini juga tak terlalu mempersoalkan usia wanita idamannya kelak.
Diketahui, Andi Kaswadi Razak (bupati) dan Supriansa (wakil bupati) terpilih akan dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, di halaman kantor Gubernur Sulawesi Selatan Jalan Urip Sumiharjo Makassar, Rabu 17 Februari 2016 nanti.
Terkiat dengan persiapan pelantikan nanti, Surpiansa mengaku sangat berterima kasih kepada pasangannya yang juga bupati terpilih Andi Kaswadi Razak. Pasalnya, karena belum mempunyai istri, seluruh perlengkapan jelang pelantikan lebih banyak diurus oleh keluarga besar Kaswadi Razak.
“Sebagian besar perlengkapan Andi Kaswadi Razak yang urus semuanya, karena beliau tahu saya tidak punya istri. Apalagi beliau sudah paham soal pemerintahan. Makanya saya sangat bersyukur dan berterima kasih telah mendapatkan pasangan seperti Puang Dulli,” papar Supriansa.

Monday, February 15, 2016

Ancaman Jika Menuda Bayar Hutang



Hutang merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan saat mengalami  kekurangan finansial. Tidak hanya kepada sanak dan saudara, berhutang biasanya juga dilakukan kepada rentenir, pihak bank, dan perusahaan simpan pinjam lainnya. Saat kondisi terdesak ini, pertolongan orang lain dalam bentuk hutang ini memang sangat membantu. Namun tidak jarang orang yang berhutang menunda-nunda pembayarannya hingga lewat jatuh tempo, padahal mereka berkecukupan untuk membayarnya. Bahkan terkadang, orang yang meminjamkannya lah yang harus berusaha keras menagih hak mereka. Ini merupakan sebuah bentuk tindakan kezaliman dan merugikan orang lain. Ancamannya pun tidak main-main dan membuat anda berpikir ulang untuk menunda bayar hutang. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Untuk dapat diketahui bersama bahwa hutang akan selalu melekat pada diri seseorang meski orang tersebut sudah meninggal dunia. Inilah sebenarnya paling berbahaya, ketika seseorang menunda-nunda pembayaran hutangnya, mereka juga harus mengingat bahwa kematian bisa datang kapan saja. Jika nyawa sudah terlepas dari raga, sementara diri masih berhutang maka akan sangat susah untuk membayarnya.
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadist di atas ditujukan ketika hari kiamat nanti, sementara saat masih di alam Barzah menunggu hari kiamat akan lain lagi ceritanya. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa orang yang masih berhutang dalam kondisi sudah meninggal, maka jiwanya akan terkatung-katung sampai ada keluarga yang melunasinya. “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078 dan Ibnu Majah no. 2413. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Bergantung dalam hadist di atas menurut Al ‘Iroqiy adalah tidak bisa dikatakan selamat atau sengsara sampai dilihat utangnya tersebut lunas atau kah tidak. Hal ini menjadi dorongan bagi ahli waris untuk segera melunasinya.

Ancaman ini adalah bagi orang yang memiliki harta namun tidak melunasinya, akan tetapi bagi mereka yang tidak memiliki harga, namun bertekad melunasi, maka Allah SWT akan memberikan pertolongan untuk memutihkan hutangnya tadi. Hal ini dijelaskan  dalam beberapa hadits.

“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa orang-orang yang berhutang namun berniat tidak melunasinya akan digolongkan dalam kategori golongan pencuri di akhirat kelak. Mereka akan mendapatkan hukuman layaknya hukuman yang akan didapatkan para pencuri.

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Semoga kita senantiasa menjai Hamba yang takut untuk menunda-nunda membayar hutang dan menjadi orang yang selalu berniat untuk segera melunasi hutang-hutang yang pernah dipinjam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393). Wallahu a’lam. (infoyunik)

Sunday, February 14, 2016

Ternyata, Inilah Orang yang Paling Jahat di Sisi Allah Saat Kiamat



Percaya kepada hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang wajib dipercayai seorang Muslim. Ketika Malaikat Israfil meniup  sangkakalanya, maka disitulah akhir dunia dimulai. Setelah peristiwa ini, kita akan dibangkitkan dan berkumpul di Padang Mahsyar.

Dijelaskan dalam Alquran dan hadist bahwa kondisi manusia saat dibangkitkan bermacam-macam. Tidak semua manusia dibangkitkan dalam keadaan baik. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi orang paling jahat di sisi Allah.

Golongan ini melakukan perbuatan buruk saat menjalani kehidupan di dunia. Ironisnya, dosa ini sering kita lakukan sehari-hari. Untuk menghindarinya, mari mengetahui kesalahan tersebut sedari dini. Apa saja? Berikut ulasannya.  
Orang yang paling jahat di sisi Allah pada hari kiamat kelak adalah mereka yang melakukan ghibah. Ghibah sendiri diartikan sebagai perbuatan menggunjingkan atau membicarakan sesuatu yang ada pada orang lain. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).

Orang-orang melakukan perbuatan inilah yang menjadi orang paling jahat di sisi Allah SWT saat di hari kiamat kelak. Sebagaimana  diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.

“Kalian akan menemukan orang yang paling jahat di sisi Allah Ta’ala pada Hari Kiamat. Ialah orang yang bermuka dua; tatkala tiba satu rombongan ia berwajah ini, sedangkan terhadap rombongan lain ia berwajah lain lagi.

Bagi kaum muslim sejati, perbuatan yang satu ini tentu saja harus dijauhi. Sebab ghibah hanya dikerjakan oleh orang-orang yang mengaku muslim, namun hatinya ingkar. Perbuatan ini biasa dilakukan oleh orang-orang yang bermuka dua, berbolak-balik dan tidak konsisten.

Hal ini kerap kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Di hadapan saudaranya ia mengatakan kebaikan, pujian dan sanjungan. Namun ketika di belakangnya, ia tidak segan untuk menyampaaikan hinaan dan menuturkan keburukan serta kejelakan yang pernah dilakukan oleh saudaranya. 

Bagi orang yang memahami, ghibah itu sama artinya seperti menikmati daging saudaranya sendiri yang telah meninggal. Daging manusia tentu saja sangat menjijikkan saat di makan, apalagi jika telah meninggal dan membusuk serta sudah menjadi santapan binatang penuh bakteri. 

Ghibah tentu saja merupakan perbuatan yang sangat tercela dan hal ini disepakati oleh para ulama. Sebagai seorang musli kita semestinya bisa menjaga lisan dan ucapan dari segala bentuk ghibah. Sebab Rasulullah SAW juga sangat melarang perbuatan yang satu ini karena bisa menyebabkan manusia terjerumus ke dalam neraka. 

“Celakalah engkau!” nasihat Nabi Shallallahu ‘Alaiahi wa Sallam dengan nada amat tegas kepada sahabat Muadz bin Jabal, “Apakah ada yang menjerumuskan manusia tersungkur ke dalam siksa neraka, kecuali karena hasil dari lidah mereka?”

Demikianlah informasi mengenai orang yag paling jahat di sisi Allah SWT pada hari kiamat kelak. Sebagai seorang muslim sudah semestinya kita menjauhi perbuatan ghibah karena tidak ada manfaatnya dan justru mendatangkan bahaya. Jagalah lisan dari perbuatan dosa dan maksiat.

Beginilah Godaan Setan Saat Anda di Kamar Mandi



Kamar mandi tempat yang rutin kita datangi setiap hari. Bagaimana tidak, setiap hari manusia harus membersihkan badan agar kembali segar. Tidak bisa dipungkiri bahwa kamar mandi menjadi salah satu elemen penting dari sebuah bangunan rumah.

Namun tahukah anda bahwa ternyata ruangan ini merupakan salah satu tempat tinggal setan? Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW menceritakan bahwa Iblis pernah meminta kepada Allah agar diberi tempat tinggal. Allah pun kemudian memilihkan kamar mandi sebagai rumah mereka.

Secara fitrah manusia memang tidak bisa melihat mereka, namun para setan yang menghuni kamar mandi dapat melihat kita dan melakukan bujuk rayunya. Tindakan ini mungkin kerap anda lakukan saat berada di kamar mandi. Ternyata beberapa diantaranya merupakan bentuk godaan setan. Seperti apa godaan tersebut? Berikut ulasannya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW  menjelaskan bahwa Iblis ingin memiliki tempat tinggal, layaknya Adam as yang tinggal di bumi. 

‘‘Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis.

Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’ (HR. Bukhari).
Tentu saja Iblis tidak akan tinggal diam ketika kediamannya dimasuki oleh manusia yang menjadi target utama kesesatan mereka. Itulah kenapa anda diharuskan untuk membaca doa ketika akan masuk ke kamar mandi. Inilah hal-hal yang sering kita lakukan di kamar mandi namun ternyata adalah godaan setan. 

1. Berlama-Lama di Dalam Kamar Mandi
Banyak diantara kita yang mungkin lama saat berada di kamar mandi. Ternyata, ini merupakan salah satu bentuk godaan yang dilakukan setan. Para ulama menyarankan agar kita cepat keluar dari kamar mandi karena tempat ini adalah basecampnya setan. Karena WC dan semisalnya merupakan tempat kotor yang dihuni oleh syetan, maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia tidak ditimpa oleh kejelekan makhluk tersebut.

Namun yang mengherankan kini kamar mandi didesain sebagus mungkin dan membuat orang-orang betah berlama-lama berada di ruangan tersebut. Padahal tempat kotor, tempat membuang kotoran, tempat itulah tempat berkumpulnya setan.

2. Bernyanyi atau Berkata-Kata
Bernyanyi atau berkata-kata atau berbicara ternyata juga merupakan gangguan setan. Ternyata ulama sepakat jika kegiatan ini hukumnya adalah makruh atau perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan. Jika dibutuhkan tidak mengapa, jika tidak maka meninggalkannya lebih utama.

"Tidak boleh dua orang keluar menuju tempat buang hajat dalam keadaan membuka aurat sambil berbicara, karena Allah memurkai yang demikian itu." (HR. Abu Daud, Ahmad)

Tentu saja, sesuatu jika sudah dilarang agama, pasti setan akan mencari cara bagaimana agar manusia tetap melakukan dan melanggarnya. 

3. Bermain-Main Air atau Sesuatu yang Lain
Tidak dipungkiri jika kita pasti sering melakukan ini. Dengan alasan agar tubuh bersih maksimal, maka seseorang akan berlama-lama di kamar mandinya. Ternyata ini adalah bentuk gangguan yang dilakukan setan. Selain itu, jika anda serinf saat berada di kamar mandi membawa hp atau ipod, maka berhentilah mulai sekarang, karena hal tersebut merupakan tipu daya setan. 

4. Membiarkan Baju yang Kotor Tergantung Dalam Kamar Mandi
Bahkan menggantung baju kotor di kamar mandi tergolong tipu daya setan. Dengan baju kotor yang menumpuk, maka tidak jarang akan menimbulkan penyakit dan berkembangbiaknya bakteri-bakteri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Setan membuat kita menjadi malas memperhatikan kebersihan pakaian kita. Padahal hal-hal yang kotor sangat tidak disukai Allah SWT.  Namun itulah yang sangat diinginkan setan, jika kita menjalankannya artinya mereka sukses membujuk rayu kita.

5. Membuat Manusia Lupa Membaca Doa Ketika Masuk Kamar Mandi
Jika anda selama ini tidak pernah membaca doa ketika akan masuk ke kamar mandi, maka sebaiknya anda ubah kebiasaan tersebut. Karena sebenarnya hal itu merupakan salah satu godaan setan. Dengan tidak berdoa terlebih dahulu, maka setan akan mudah melakukan bujuk rayu, padahal dengan Bismillah pandangan setan akan tertutupi. Rasulullah SAW mengajarkan doa saat akan masuk ke kamar mandi, diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika masuk kamar kecil (WC) Rasulullah Saw membaca doa (yang artinya), “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan”.

Dahulukan kaki kiri ketika hendak masuk kamar mandi dan dahulukan kaki kanan ketika hendak keluar. Dan jangan lupa bersuci.

6. Melakukan Wudhu Sambil Tidak Berpakaian
Ternyata berwudhu dengan tanpa selehai benang juga merupakan godaan yang dilakukan setan. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang menutup aurat, sehingga setan akan senantiasa membuat manusia untuk melanggar apa yang disukai Allah tersebut. 

7. Mencoret-Coret Dinding Mandi
Entah apa yang dipikirkan, sehingga tidak jarang baik di kamar mandi pribadi atau pun umum orang melakukan tindakan merusak keindahan. Ya ini merupakan gangguan setan yang selayaknya kita hindari. Mencorat coret dinding hanya akan membuat ruangan tersebut terlihat kotor. Inilah yang sangat disukai setan sehingga sudah seharusnya kita menjauhi tindakan tersebut. 

8. Merencanakan Kejahatan
Pernahkah anda di dalam kamar mandi tiba-tiba mendapat ide yang anda anggap sebagai pemikiran yang brilian? Ya, tidak jarang ide-ide memang kerap muncul dari bilik kecil ini, namun jangan salah terkadang ide-ide tersebut justru yang mengarah kepada niat buruk. Jadi jangan sampai salah artikan hal tersebut, karena sebenarnya hal itu merupakan tindakan setan. 

9. Melakukan Hal Asusila
Berlama-lama di kamar mandi berpotensi membuat seseorang melakukan hal asusila. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan setan yang sebaiknya dihindari. Jika masih ngeyel mengikuti, maka sebenarnya anda mengikut dan terjebak dalam bujuk rayu setan, dan betapa bahagianya golongan ini ketika mendapatkan pengikut untuk menemani mereka ke neraka.