Sunday, April 3, 2016

Inilah Anjuran Untuk Bersatu Menghadapi Orang Munafik Dan Tidak Terpedaya Orang Munafik

Perintah Jalin Hubungan dengan orang beriman. Mereka menanyakan (Muhammad) tetang (pembagian) harta rampasan perang, “ Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul( menurut ketentuan Allah dan Rasull-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.  (QS. 8 Al-Anfal :1).


Anjuran Bersatu Menghadapi  Orang Munafik
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan ) dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran). Disebabkan perbuatan mereka sendiri. Apakah kamu bermaksud member petunjuk kepada orang telah dibiarkan sesat oleh Allah?) Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah , kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk  memberi petunjuk) kepadanya. QS. 4/An-Nisa)

Muslim Yang Sabar Tidak Terpedaya Orang Munafik
Jika kamu meperoleh kebaikan , (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya Apabila kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka sedikit pun tidak menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh Allah maha meliputi segala apa yang mereka kerjakan. (QS.3/Ali Imron:120) [reportaseterkini.net]

Sunday, March 27, 2016

Al-quran Anjurkan Ambil Wali/Pemimpin Dari Sesamanya, Jika Tidak ini Akibatnya !

Orang Mukmin Dianjurkan Ambil Wali dari Sesamanya . Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir menjadi pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apapun dari Allah kecuali karena siasat menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri(siksa)-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali. (QS. 3/Ali-Imron :28)


Allah Memiliki Karunia untuk Orang Mukmin . Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu mebunuh mereka izin-Nya sampai saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Diantara kamu ada  orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia telah benar-benar memaafkan kamu. (QS.3/Ali-Imron : 152).

Sesama Mukmin Bersaudara . Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dapat rahmat. (QS. 49/Al-hujurot : 10)

Ternyata Sebutan "Muslim" Telah Ada Sejak Dahulu, Baca ini !


Sebutan Muslim Telah ada sejak Dahulu. Dan berjihadlah kamu dijalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, agar Rasulullah menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu. Dia sebaik-baik peluang, dan sebaik-baik penolong. (QS. 22/Al-Hajj: 78)

Derajat  orang Muslim Paling Tinggi
Dan janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan ( pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.(QS. 3/Ali Imron :139)

Bagi Orang Muslim Segalanya Untuk Allah
Katakanlah (Muhammad), “ Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri(muslim).” (QS. 6/Al-An’am : 162-163)

Wednesday, February 24, 2016

Arti dari Tanda Kiamat “Budak Wanita Melahirkan Tuannya”


Salah satu tanda kiamat pernah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Malaikat Jibril yang datang dalam wujud laki-laki tampan.

أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا

“Jika budak wanita telah melahirkan tuannya” (HR. Muslim)
Demikian sabda Rasulullah menjawab pertanyaan apa tanda-tanda kiamat. Ada tanda lain yang disebutkan setelah kalimat ini, namun fokus kita kali ini pada kalimat ini. Apa makna “budak wanita melahirkan tuannya”?
Imam Nawawi menjelaskan bahwa maksud budak wanita melahirkan tuannya adalah jika seorang laki-laki memiliki budak wanita, lalu berhubungan dengannya dan budak itu melahirkan anak. Anak tersebut kemudian berstatus sebagai tuannya. Pendapat Imam Nawawi ini mewakili pendapat mayoritas ulama.
Makna kedua, orang kaya menjual budak yang telah melahirkan anak darinya. Selang bertahun-tahun setelahnya, sang anak yang telah tumbuh dewasa membeli budak tersebut. Hingga jadilah wanita yang sebenarnya adalah ibunya itu menjadi budaknya.
Makna ketiga, sebagian ulama menjelaskan bahwa “budak wanita melahirkan tuannya” adalah kalimat kiasan. Maknanya, ketika orang-orang sudah tak lagi berbakti kepada ibunya. Tidak menghormati ibunya. Tidak memuliakan ibunya. Yang terjadi justru sebaliknya, anak menyuruh-nyuruh ibunya. Anak memperlakukan ibunya seperti pembantu, seperti budak. Diperintah dan disuruh-suruh. Diperintah melakukan pekerjaan domestik kerumahtanggaan, disuruh mengerjakan pekerjaan dapur dan sumur; disuruh mencuci, menyetrika, membersihkan rumah, memasak, dan sejumlah aktifitas yang tak pantas diberikan kepada sang ibu.
Makna pertama dan kedua, dulu pernah terjadi meskipun intensitasnya tidak bisa dipastikan apakah hanya beberapa kasus atau sering terjadi. Namun makna ketiga ini, sungguh saat ini telah terjadi dalam intensitas besar. Tidak sedikit terjadi ibu diperlakukan seperti pembantu oleh anaknya sendiri. Sebagiannya mungkin terjadi di masyarakat kita. Sebagiannya muncul ke permukaan melalui berita, sebagiannya lagi tidak diberitakan media tetapi dijumpai di masyarakat dan menjadi perbincangan. Sebagian lagi, mungkin ada ibu-ibu yang hanya meneteskan air mata menahan derita saat dirinya diperlakukan seperti pembantu oleh anaknya sendiri. Padahal sejatinya, ibu adalah orang yang paling berhak atas anak-anaknya. Bukan hanya berhak dimuliakan, dihormati dan ditaati, bahkan kebaikannya tak bisa ditebus meski seluruh dunia dipersembahkan anak kepadanya. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

Subhanallah !! Keajaiban Anak Yatim; 600 Ribu jadi 100 Juta


Anak yatim penuh keberkahan ini bernama Maulana. Sejak usia tujuh bulan, ia diurus oleh suami-istri keturunan Tionghoa. Dibesarkan dengan kasih sayang yang tulus, si ayah yang pernah merantau di Surabaya ini menyampaikan pengakuan, “Dia anak yang luar biasa. Sumber rezeki.”
Inilah kisah selengkapnya, langsung dituturkan kepada kami.

600 Ribu jadi 100 Juta

Laki-laki ini mengawali karir sebagai seorang karyawan. Dia mahir di bidang plastik. Berpindah dari satu pabrik ke pabrik lain, laki-laki berkulit gelap ini pun berusaha memulai usaha di bidang limbah plastik. Modalnya nekat.
Suatu hari, dia pun dipertemukan dengan seorang pengusaha baik hati. Ajaib, sang pengusaha itu memberinya pinjaman hingga 69 juta tanpa bunga sedikit pun. Terus memutar modal dengan semangat gigih, dalam setahun itu terkumpullah untung bersih ratusan juta.“Saya memulai usaha dari modal 600 ribu rupiah.” Dengan kegigihannya, ia membagi waktu sepulang kerja dari pabrik untuk mensortir plastik dan dijual lagi. Terus setiap hari.
Tidak hanya itu, dia juga bisa membeli mobil dan melunasi hutang-hutangnya. “Sebelumnya, rumah saya sudah akan disita pihak bank. Tapi, setelah ada si Maulana, kehidupan saya berubah drastis. Usaha berkembang pesat. Transaksi satu-dua jam bisa mendapatkan untung jutaan.”

Sakitnya Sembuh

Di suatu siang, laki-laki ini jalan bersama Maulana ke pasar. Namanya anak kecil, Maulana pun bermanja, “Pah, gendong dong.” Si laki-laki menjawab, “Berat, Nak. Kaki papah kan sakit.” Dengan lugunya, Maulana menukasi, “Gendong deh. Ntar juga sembuh kakinya.”
Dia pun menuruti permintaan si anak. Suka rela. Tulus. Tanpa maksud apa pun. Perkataan si kecil hanya dianggapnya sebagai kelucuan. Ajaib, perkataan si anak benar-benar nyata, “Setelah berjalan 200 an meter, kaki yang awalnya berat (dia berjalan dengan diseret), berangsur ringan. Dan, hingga kini, tidak terasa sakit.”

Ujian yang Berat

Bukan tanpa perjuangan, suami-istri ini sering diuji dengan kenakalan si kecil. Beruntung, mereka menjalani ujian itu dengan sabar dan senantiasa saling mengingatkan.
Kini, si kecil sudah memasuki usia enam tahun, kelas satu Sekolah Dasar. Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan bagi dirinya, keluarganya, dan orang tua asuhnya itu. [Pirman/Kisahikmah]

Wednesday, February 17, 2016

Kopi Gratis Bagi Jamaah Yang Shalat Tepat Waktu di Masjid Ini



Kita patut memberikan apresiasi kepada aksi kreatif pengurus masjid ini. Betapa tidak, cara – cara seperti ini ternyata efektif untuk membuat masjid selalu ramai ketika waktu sholat tiba.
Diberitakan laman Hidayatullah, cara unik mengajak umat Islam sholat tepat waktu di masjid dilakukan pengurus Masjid KH. Moh. Abdullah Muchtar.
Yang dilakukan masjid yang berlokasi di Jalan Jetis Kulon I No. 15-17, Wonokromo, Surabaya itu adalah memancing jamaah dengan menyediakan kopi gratis bagi yang melaksanakan shalat lima waktu di sana.
“Iya untuk menjaring warga di sini supaya gemar shalat jamaah dan betah di masjid,” ujar Abdul Kholiq, pengurus masjid saat ditemui hidayatullah.com, Senin, (11/01/2016).
Rupanya ide itu mendapat respon baik. Menurut Abdul Kholiq, masjid yang dibangun sejak 6 Maret 2015 lalu ini selalu ramai oleh jama’ah yang ingin melaksanakan shalat.
“Alhamdulillah, jamaah 5 waktu di sini lumayan ramai,” tukas pria asal Banyuwangi ini.
Ia mengaku, sejak pertama masjid itu diresmikan, sejak itu pula menyediakan kopi gratis bagi jama’ah yang datang. Alasannya, hanya sebagai pemikat dan agar jama’ah betah berada di masjid.
“Setiap hari kita sediakan satu termos besar. Alhamdulillah, biasanya tidak sampai maghrib sudah habis dan mesti diganti (isi ulang),” jelasnya.
Bahkan Abdul Kholiq menyediakan nomor telepon petugas yang bisa dihubungi jika jamaah mendapati kopi, gula atau air panas habis.
“Yang mau tinggal ambil dan tuang sendiri. Tapi gelasnya jangan lupa dicuci,” lanjut Kholiq mengingatkan.
Untuk operasional logistik kopi sendiri, kata Kholiq, berasal dari kas masjid atau terkadang sumbangan dari jama’ah.
“Kadang kalau sedang tidak ada, pakai dari yayasan,” ungkapnya.
Masjid KH. KH. Moh. Abdullah Muchtar ini sendiri berada dibawah Yayasan Walsama (Wahana Amal Sesama Makhluk Allah).

SUBHANALLAH ! Meski Usianya 104 Tahun, Mbah Tohari Tetap Jadi Pedagang Keliling



Inilah sebuah kisah yang patut menjadi teladan bagi kita semua. Meski usianya yang sudah tua renta, pria ini tetap hidup mandiri tak mau tergantung sama anak, cucu apalagi orang lain menjadi prinsip hidup. Ia tetap bekerja, jadi pedagang keliling. Luar Biasa!
Anaknya yang sukses, tak membuat Mbah Tohari berpuas diri dan malas-malasan, termasuk dalam mencari rezeki.
Diusianya yang sudah mencapai 104 tahun, Mbah Tohari hampir setiap hari harus menempuh perjalanan berjam-jam dan puluhan kilometer sambil menuntun sepeda onthel. Hal ini dilakukan saban hari tidak lain untuk menjajakan barang dagangannya.
Dimana Mbah Tohari bertempat tinggal?
Berdasarkan informasi dari Sindonews, Mbah Tohari tinggal di Jalan Telaga Warna RT 6 RW 18, Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang. Kegiatan hampir setiap harinya adalah mengedarkan barang dagangannya. Bahkan, hampir separuh harinya dihabiskan di jalanan, dalam kondisi panas maupun hujan.
Sepanjang perjalanan, ia menuntun sepeda butut bermuatan kardus berisi barang dagangan yang meliputi shampoo, sabun mandi, sabun cuci, pewangi pakaian, pampers, maupun tisu.
Sepeda onthel tersebut tak mungkin dikayuh lagi, karena di belakangnya penuh muatan berupa kardus. Dalam sepanjang perjalanan kondisi jalan menurun maupun menanjak, sepeda itu terus dituntunnya, meskipun dengan napas yang tersengal-sengal.
Kondisi jalan curam, menanjak dan turunan tajam, seolah-olah sudah menjadi menu hariannya. Berjualan keliling tersebut telah dilakoni sejak puluhan tahun lalu.
Dengan berjalan semimenunduk, Mbah Tohari terus menuntun sepedanya dan berjalan pelan-pelan. Terkadang orang yang melihat dari kejauhan merasa iba, kemudian bermaksud memberi uang, namun ditolak Mbah Tohari.
“Ini sudah saya jalani sejak puluhan tahun lalu. Saya harus mencari rezeki dari berjualan ini,” ujar Mbah Tohari saat melintas di wilayah Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2016), seperti dilansir Sindonews.
Dengan alat bantu pendengaran, Mbah Tohari melayani pembeli di sepanjang jalan yang dilewatinya. Bahkan, ia memiliki jadwal rute jalan lokasi berjualan yang harus dilewatinya.
Jadwal jualan tersebut meliputi Hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Khusus untuk Hari Senin dan Jumat, merupakan hari libur, selain itu kulakan barang dagangannya.
Hari Selasa, ia berjualan di daerah Bakorwil Kedu-Surakarta, Kota Magelang. hingga ke Pakelan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Kemudian, setiap Rabu berjualan di wilayah Jurangombo-Karet-Giriloyo-Perumahan Lembah Hijau-Akmil-Perumahan Pancaarga.
Sehari kemudian, Mbah Tohari berjualan keliling di wilayah Seneng-Pakelan-Armada di Kecamatan Mertoyudan hingga Menowo, Kota Magelang.
Hari Sabtu, dia keliling di wilayah Bumi Prayudan, Kecamatan Mertoyudan. “Biasanya saya mulai berangkat pukul 05.30 WIB, terus pulang sekitar pukul 16.00 WIB. Saya edarkan untuk warung-warung yang sudah jadi langganan,” tuturnya.
Berdoa Setiap Malam
Di sela-sela menjajakan dagangannya, Mbah Tohari berbagi resep hidupnya yang telah menginjak usia 104 tahun itu. Ia menuturkan setiap malam selalu berdoa.
“Setiap malam saya berdoa, bukakan pintu surga yang seluas-luasnya. Itu saja yang saya lakukan,” kata lelaki yang selalu memakai sepatu kets warna putih.
Bahkan, saat ditanya jumlah cucunya, ia nggak hafal. Saat cucunya datang ke rumahnya, mereka diminta menyebutkan nama. “Saya nggak hafal,” katanya.
Editor: Wira
Sumber: Sindonews

WAHAI SUAMI !! Harus Tahu! Ini Bedanya Nafkah Istri Dan Uang Belanja



Banyak orang menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.

Namun, tahukah kamu, ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik dan air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)
Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).
Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)
Para istri juga harus memiliki sifat qana’ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori:  4945)
Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin. 
Sumber : DailyMoslem.com

Silahkan baca !! Inilah Hak Seorang Perempuan Terhadap Calon Suaminya



Hak Seorang Perempuan terhadap Calon Suaminya. Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan, telah menceritakan kepaddaku Abu Hazim dari Sahl bin Sa’ad bahwasannya ada seorang perempuan menawarkan adan menghibahkan dirinya kepada Nabi Saw., lalu seorang laki-laki pun berkata kepadd laki-laki pun berkata kepadd beliau, ‘Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya.
‘Beliau bertanya, ‘Apa yang kamu punya?’ laki-laki itu menjawab, ‘Aku tidak punya apa-apa.’ Beliau bersabda, ‘Pergi dan carilah meskipun hanya cincin besi.’ Maka, laki-laki itu pun pergi, kemudian kembali dan berkata, ‘Tidak, demi Allah aku tidak mendapat setengahnya.’ Shal berkata, laki-laki tidak memiliki baju atas. Maka Nabi Saw bersabda, ‘Apa yang dapat kamu perbuat dengan kainmu itu. Jika kamu memakainya, maka badanmu tidak tertutup, dan bila nanti istrimu memakainya, badan atasnya juga tak tertutup.’ Akhirnya, laki-laki itu pun duduk hingga agak lama, lalu beranjak pergi. Kemudian, Nabi Saw. melihatnya, maka beliau pun memanggilnya lalu bertanya kepadanya, ‘Apa saja yang telah kamu hafal dari al-Qur’an? Laki-laki itu menjawab, ‘Aku hafal surat ini dan ini.’ Ia menghitungnya. Maka, Nabi Saw. pun bersabda, ‘Kami akan menikahkanmu dengan perempuan itu dengan mahar hafalan al-Qur’anmu.” (HR. Bukhari).
Inilah kebiasaan kaum muslimah zaman dahulu. Mereka sangat mengidolakan laki-laki shalih dan sudi menikah dengan mereka, meskipun hanya dengan mahar hafalan al-Qur’an. Hal ini sangat jauh berbeda dengan muslimah zaman sekarang yang lebih mengidolakan laki-laki gagah, tampan, dan juga kaya.
Peristiwa sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut setidaknya mengingatkan kepada seorang muslimah bahwa keshalihan seharusnya dijadikan alasan utama ketika memilih calon suami. Namun, hal ini bukan berarti bahwa harta benda tidaklah penting. Namun jangan sampai pertimbangan kekayaan menjadikan seorang muslimah abai terhadap sesuatu yang paling dibutuhkan dalam membangun fondasi rumah tangga yang sakinah, yakni ketakwaan dan keshalihan. Sebab, tidak sedikit ada seorang laki-laki ada seorang laki-laki kaya dan tampan, tetapi ilmu agama dan keshalihannya minim. (reportaseterkini)