Sunday, April 3, 2016

Inilah Anjuran Untuk Bersatu Menghadapi Orang Munafik Dan Tidak Terpedaya Orang Munafik

Perintah Jalin Hubungan dengan orang beriman. Mereka menanyakan (Muhammad) tetang (pembagian) harta rampasan perang, “ Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul( menurut ketentuan Allah dan Rasull-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.  (QS. 8 Al-Anfal :1).


Anjuran Bersatu Menghadapi  Orang Munafik
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan ) dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran). Disebabkan perbuatan mereka sendiri. Apakah kamu bermaksud member petunjuk kepada orang telah dibiarkan sesat oleh Allah?) Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah , kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk  memberi petunjuk) kepadanya. QS. 4/An-Nisa)

Muslim Yang Sabar Tidak Terpedaya Orang Munafik
Jika kamu meperoleh kebaikan , (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya Apabila kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka sedikit pun tidak menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh Allah maha meliputi segala apa yang mereka kerjakan. (QS.3/Ali Imron:120) [reportaseterkini.net]

Sunday, March 27, 2016

Al-quran Anjurkan Ambil Wali/Pemimpin Dari Sesamanya, Jika Tidak ini Akibatnya !

Orang Mukmin Dianjurkan Ambil Wali dari Sesamanya . Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir menjadi pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apapun dari Allah kecuali karena siasat menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri(siksa)-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali. (QS. 3/Ali-Imron :28)


Allah Memiliki Karunia untuk Orang Mukmin . Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu mebunuh mereka izin-Nya sampai saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Diantara kamu ada  orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia telah benar-benar memaafkan kamu. (QS.3/Ali-Imron : 152).

Sesama Mukmin Bersaudara . Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dapat rahmat. (QS. 49/Al-hujurot : 10)

Ternyata Sebutan "Muslim" Telah Ada Sejak Dahulu, Baca ini !


Sebutan Muslim Telah ada sejak Dahulu. Dan berjihadlah kamu dijalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, agar Rasulullah menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu. Dia sebaik-baik peluang, dan sebaik-baik penolong. (QS. 22/Al-Hajj: 78)

Derajat  orang Muslim Paling Tinggi
Dan janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan ( pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.(QS. 3/Ali Imron :139)

Bagi Orang Muslim Segalanya Untuk Allah
Katakanlah (Muhammad), “ Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri(muslim).” (QS. 6/Al-An’am : 162-163)

Wednesday, February 24, 2016

Arti dari Tanda Kiamat “Budak Wanita Melahirkan Tuannya”


Salah satu tanda kiamat pernah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Malaikat Jibril yang datang dalam wujud laki-laki tampan.

أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا

“Jika budak wanita telah melahirkan tuannya” (HR. Muslim)
Demikian sabda Rasulullah menjawab pertanyaan apa tanda-tanda kiamat. Ada tanda lain yang disebutkan setelah kalimat ini, namun fokus kita kali ini pada kalimat ini. Apa makna “budak wanita melahirkan tuannya”?
Imam Nawawi menjelaskan bahwa maksud budak wanita melahirkan tuannya adalah jika seorang laki-laki memiliki budak wanita, lalu berhubungan dengannya dan budak itu melahirkan anak. Anak tersebut kemudian berstatus sebagai tuannya. Pendapat Imam Nawawi ini mewakili pendapat mayoritas ulama.
Makna kedua, orang kaya menjual budak yang telah melahirkan anak darinya. Selang bertahun-tahun setelahnya, sang anak yang telah tumbuh dewasa membeli budak tersebut. Hingga jadilah wanita yang sebenarnya adalah ibunya itu menjadi budaknya.
Makna ketiga, sebagian ulama menjelaskan bahwa “budak wanita melahirkan tuannya” adalah kalimat kiasan. Maknanya, ketika orang-orang sudah tak lagi berbakti kepada ibunya. Tidak menghormati ibunya. Tidak memuliakan ibunya. Yang terjadi justru sebaliknya, anak menyuruh-nyuruh ibunya. Anak memperlakukan ibunya seperti pembantu, seperti budak. Diperintah dan disuruh-suruh. Diperintah melakukan pekerjaan domestik kerumahtanggaan, disuruh mengerjakan pekerjaan dapur dan sumur; disuruh mencuci, menyetrika, membersihkan rumah, memasak, dan sejumlah aktifitas yang tak pantas diberikan kepada sang ibu.
Makna pertama dan kedua, dulu pernah terjadi meskipun intensitasnya tidak bisa dipastikan apakah hanya beberapa kasus atau sering terjadi. Namun makna ketiga ini, sungguh saat ini telah terjadi dalam intensitas besar. Tidak sedikit terjadi ibu diperlakukan seperti pembantu oleh anaknya sendiri. Sebagiannya mungkin terjadi di masyarakat kita. Sebagiannya muncul ke permukaan melalui berita, sebagiannya lagi tidak diberitakan media tetapi dijumpai di masyarakat dan menjadi perbincangan. Sebagian lagi, mungkin ada ibu-ibu yang hanya meneteskan air mata menahan derita saat dirinya diperlakukan seperti pembantu oleh anaknya sendiri. Padahal sejatinya, ibu adalah orang yang paling berhak atas anak-anaknya. Bukan hanya berhak dimuliakan, dihormati dan ditaati, bahkan kebaikannya tak bisa ditebus meski seluruh dunia dipersembahkan anak kepadanya. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

Subhanallah !! Keajaiban Anak Yatim; 600 Ribu jadi 100 Juta


Anak yatim penuh keberkahan ini bernama Maulana. Sejak usia tujuh bulan, ia diurus oleh suami-istri keturunan Tionghoa. Dibesarkan dengan kasih sayang yang tulus, si ayah yang pernah merantau di Surabaya ini menyampaikan pengakuan, “Dia anak yang luar biasa. Sumber rezeki.”
Inilah kisah selengkapnya, langsung dituturkan kepada kami.

600 Ribu jadi 100 Juta

Laki-laki ini mengawali karir sebagai seorang karyawan. Dia mahir di bidang plastik. Berpindah dari satu pabrik ke pabrik lain, laki-laki berkulit gelap ini pun berusaha memulai usaha di bidang limbah plastik. Modalnya nekat.
Suatu hari, dia pun dipertemukan dengan seorang pengusaha baik hati. Ajaib, sang pengusaha itu memberinya pinjaman hingga 69 juta tanpa bunga sedikit pun. Terus memutar modal dengan semangat gigih, dalam setahun itu terkumpullah untung bersih ratusan juta.“Saya memulai usaha dari modal 600 ribu rupiah.” Dengan kegigihannya, ia membagi waktu sepulang kerja dari pabrik untuk mensortir plastik dan dijual lagi. Terus setiap hari.
Tidak hanya itu, dia juga bisa membeli mobil dan melunasi hutang-hutangnya. “Sebelumnya, rumah saya sudah akan disita pihak bank. Tapi, setelah ada si Maulana, kehidupan saya berubah drastis. Usaha berkembang pesat. Transaksi satu-dua jam bisa mendapatkan untung jutaan.”

Sakitnya Sembuh

Di suatu siang, laki-laki ini jalan bersama Maulana ke pasar. Namanya anak kecil, Maulana pun bermanja, “Pah, gendong dong.” Si laki-laki menjawab, “Berat, Nak. Kaki papah kan sakit.” Dengan lugunya, Maulana menukasi, “Gendong deh. Ntar juga sembuh kakinya.”
Dia pun menuruti permintaan si anak. Suka rela. Tulus. Tanpa maksud apa pun. Perkataan si kecil hanya dianggapnya sebagai kelucuan. Ajaib, perkataan si anak benar-benar nyata, “Setelah berjalan 200 an meter, kaki yang awalnya berat (dia berjalan dengan diseret), berangsur ringan. Dan, hingga kini, tidak terasa sakit.”

Ujian yang Berat

Bukan tanpa perjuangan, suami-istri ini sering diuji dengan kenakalan si kecil. Beruntung, mereka menjalani ujian itu dengan sabar dan senantiasa saling mengingatkan.
Kini, si kecil sudah memasuki usia enam tahun, kelas satu Sekolah Dasar. Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan bagi dirinya, keluarganya, dan orang tua asuhnya itu. [Pirman/Kisahikmah]

Wednesday, February 17, 2016

Kopi Gratis Bagi Jamaah Yang Shalat Tepat Waktu di Masjid Ini



Kita patut memberikan apresiasi kepada aksi kreatif pengurus masjid ini. Betapa tidak, cara – cara seperti ini ternyata efektif untuk membuat masjid selalu ramai ketika waktu sholat tiba.
Diberitakan laman Hidayatullah, cara unik mengajak umat Islam sholat tepat waktu di masjid dilakukan pengurus Masjid KH. Moh. Abdullah Muchtar.
Yang dilakukan masjid yang berlokasi di Jalan Jetis Kulon I No. 15-17, Wonokromo, Surabaya itu adalah memancing jamaah dengan menyediakan kopi gratis bagi yang melaksanakan shalat lima waktu di sana.
“Iya untuk menjaring warga di sini supaya gemar shalat jamaah dan betah di masjid,” ujar Abdul Kholiq, pengurus masjid saat ditemui hidayatullah.com, Senin, (11/01/2016).
Rupanya ide itu mendapat respon baik. Menurut Abdul Kholiq, masjid yang dibangun sejak 6 Maret 2015 lalu ini selalu ramai oleh jama’ah yang ingin melaksanakan shalat.
“Alhamdulillah, jamaah 5 waktu di sini lumayan ramai,” tukas pria asal Banyuwangi ini.
Ia mengaku, sejak pertama masjid itu diresmikan, sejak itu pula menyediakan kopi gratis bagi jama’ah yang datang. Alasannya, hanya sebagai pemikat dan agar jama’ah betah berada di masjid.
“Setiap hari kita sediakan satu termos besar. Alhamdulillah, biasanya tidak sampai maghrib sudah habis dan mesti diganti (isi ulang),” jelasnya.
Bahkan Abdul Kholiq menyediakan nomor telepon petugas yang bisa dihubungi jika jamaah mendapati kopi, gula atau air panas habis.
“Yang mau tinggal ambil dan tuang sendiri. Tapi gelasnya jangan lupa dicuci,” lanjut Kholiq mengingatkan.
Untuk operasional logistik kopi sendiri, kata Kholiq, berasal dari kas masjid atau terkadang sumbangan dari jama’ah.
“Kadang kalau sedang tidak ada, pakai dari yayasan,” ungkapnya.
Masjid KH. KH. Moh. Abdullah Muchtar ini sendiri berada dibawah Yayasan Walsama (Wahana Amal Sesama Makhluk Allah).

SUBHANALLAH ! Meski Usianya 104 Tahun, Mbah Tohari Tetap Jadi Pedagang Keliling



Inilah sebuah kisah yang patut menjadi teladan bagi kita semua. Meski usianya yang sudah tua renta, pria ini tetap hidup mandiri tak mau tergantung sama anak, cucu apalagi orang lain menjadi prinsip hidup. Ia tetap bekerja, jadi pedagang keliling. Luar Biasa!
Anaknya yang sukses, tak membuat Mbah Tohari berpuas diri dan malas-malasan, termasuk dalam mencari rezeki.
Diusianya yang sudah mencapai 104 tahun, Mbah Tohari hampir setiap hari harus menempuh perjalanan berjam-jam dan puluhan kilometer sambil menuntun sepeda onthel. Hal ini dilakukan saban hari tidak lain untuk menjajakan barang dagangannya.
Dimana Mbah Tohari bertempat tinggal?
Berdasarkan informasi dari Sindonews, Mbah Tohari tinggal di Jalan Telaga Warna RT 6 RW 18, Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang. Kegiatan hampir setiap harinya adalah mengedarkan barang dagangannya. Bahkan, hampir separuh harinya dihabiskan di jalanan, dalam kondisi panas maupun hujan.
Sepanjang perjalanan, ia menuntun sepeda butut bermuatan kardus berisi barang dagangan yang meliputi shampoo, sabun mandi, sabun cuci, pewangi pakaian, pampers, maupun tisu.
Sepeda onthel tersebut tak mungkin dikayuh lagi, karena di belakangnya penuh muatan berupa kardus. Dalam sepanjang perjalanan kondisi jalan menurun maupun menanjak, sepeda itu terus dituntunnya, meskipun dengan napas yang tersengal-sengal.
Kondisi jalan curam, menanjak dan turunan tajam, seolah-olah sudah menjadi menu hariannya. Berjualan keliling tersebut telah dilakoni sejak puluhan tahun lalu.
Dengan berjalan semimenunduk, Mbah Tohari terus menuntun sepedanya dan berjalan pelan-pelan. Terkadang orang yang melihat dari kejauhan merasa iba, kemudian bermaksud memberi uang, namun ditolak Mbah Tohari.
“Ini sudah saya jalani sejak puluhan tahun lalu. Saya harus mencari rezeki dari berjualan ini,” ujar Mbah Tohari saat melintas di wilayah Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2016), seperti dilansir Sindonews.
Dengan alat bantu pendengaran, Mbah Tohari melayani pembeli di sepanjang jalan yang dilewatinya. Bahkan, ia memiliki jadwal rute jalan lokasi berjualan yang harus dilewatinya.
Jadwal jualan tersebut meliputi Hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Khusus untuk Hari Senin dan Jumat, merupakan hari libur, selain itu kulakan barang dagangannya.
Hari Selasa, ia berjualan di daerah Bakorwil Kedu-Surakarta, Kota Magelang. hingga ke Pakelan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Kemudian, setiap Rabu berjualan di wilayah Jurangombo-Karet-Giriloyo-Perumahan Lembah Hijau-Akmil-Perumahan Pancaarga.
Sehari kemudian, Mbah Tohari berjualan keliling di wilayah Seneng-Pakelan-Armada di Kecamatan Mertoyudan hingga Menowo, Kota Magelang.
Hari Sabtu, dia keliling di wilayah Bumi Prayudan, Kecamatan Mertoyudan. “Biasanya saya mulai berangkat pukul 05.30 WIB, terus pulang sekitar pukul 16.00 WIB. Saya edarkan untuk warung-warung yang sudah jadi langganan,” tuturnya.
Berdoa Setiap Malam
Di sela-sela menjajakan dagangannya, Mbah Tohari berbagi resep hidupnya yang telah menginjak usia 104 tahun itu. Ia menuturkan setiap malam selalu berdoa.
“Setiap malam saya berdoa, bukakan pintu surga yang seluas-luasnya. Itu saja yang saya lakukan,” kata lelaki yang selalu memakai sepatu kets warna putih.
Bahkan, saat ditanya jumlah cucunya, ia nggak hafal. Saat cucunya datang ke rumahnya, mereka diminta menyebutkan nama. “Saya nggak hafal,” katanya.
Editor: Wira
Sumber: Sindonews

WAHAI SUAMI !! Harus Tahu! Ini Bedanya Nafkah Istri Dan Uang Belanja



Banyak orang menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.

Namun, tahukah kamu, ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik dan air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)
Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).
Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)
Para istri juga harus memiliki sifat qana’ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori:  4945)
Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin. 
Sumber : DailyMoslem.com

Silahkan baca !! Inilah Hak Seorang Perempuan Terhadap Calon Suaminya



Hak Seorang Perempuan terhadap Calon Suaminya. Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan, telah menceritakan kepaddaku Abu Hazim dari Sahl bin Sa’ad bahwasannya ada seorang perempuan menawarkan adan menghibahkan dirinya kepada Nabi Saw., lalu seorang laki-laki pun berkata kepadd laki-laki pun berkata kepadd beliau, ‘Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya.
‘Beliau bertanya, ‘Apa yang kamu punya?’ laki-laki itu menjawab, ‘Aku tidak punya apa-apa.’ Beliau bersabda, ‘Pergi dan carilah meskipun hanya cincin besi.’ Maka, laki-laki itu pun pergi, kemudian kembali dan berkata, ‘Tidak, demi Allah aku tidak mendapat setengahnya.’ Shal berkata, laki-laki tidak memiliki baju atas. Maka Nabi Saw bersabda, ‘Apa yang dapat kamu perbuat dengan kainmu itu. Jika kamu memakainya, maka badanmu tidak tertutup, dan bila nanti istrimu memakainya, badan atasnya juga tak tertutup.’ Akhirnya, laki-laki itu pun duduk hingga agak lama, lalu beranjak pergi. Kemudian, Nabi Saw. melihatnya, maka beliau pun memanggilnya lalu bertanya kepadanya, ‘Apa saja yang telah kamu hafal dari al-Qur’an? Laki-laki itu menjawab, ‘Aku hafal surat ini dan ini.’ Ia menghitungnya. Maka, Nabi Saw. pun bersabda, ‘Kami akan menikahkanmu dengan perempuan itu dengan mahar hafalan al-Qur’anmu.” (HR. Bukhari).
Inilah kebiasaan kaum muslimah zaman dahulu. Mereka sangat mengidolakan laki-laki shalih dan sudi menikah dengan mereka, meskipun hanya dengan mahar hafalan al-Qur’an. Hal ini sangat jauh berbeda dengan muslimah zaman sekarang yang lebih mengidolakan laki-laki gagah, tampan, dan juga kaya.
Peristiwa sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut setidaknya mengingatkan kepada seorang muslimah bahwa keshalihan seharusnya dijadikan alasan utama ketika memilih calon suami. Namun, hal ini bukan berarti bahwa harta benda tidaklah penting. Namun jangan sampai pertimbangan kekayaan menjadikan seorang muslimah abai terhadap sesuatu yang paling dibutuhkan dalam membangun fondasi rumah tangga yang sakinah, yakni ketakwaan dan keshalihan. Sebab, tidak sedikit ada seorang laki-laki ada seorang laki-laki kaya dan tampan, tetapi ilmu agama dan keshalihannya minim. (reportaseterkini)

Tuesday, February 16, 2016

Enam Ciri Manusia yang Nantinya Hancurkan Kabbah



Kabbah merupakan kiblat bagi kaum mukmin ketika melaksanakan salat. Nabi Muhammad SAW menyebutkan, pada akhir zaman nanti, bangunan yang menyerupai kubus ini akan mengalami kehancuran.

Peristiwa ini merupakan salah satu pertanda bahwa kiamat besar akan segera terjadi. Dalam haditsnya, Nabi menyebut bahwa penghancur Kabbah bernama Dzus-Suwaiqatain. Orang ini akan menghancurkan Kabbah dengan linggisnya.

Ternyata golongan ini berasal dari Habasyah (Ethiopia). Rasul pun menjelaskan ciri-ciri Dzus-Suwaiqatain yang nantinya akan menghancurkan rumah Allah ini. Penasaran dengan ciri-ciri mereka? Berikut ulasannya. 

1. Memiliki Dua Betis yang Kecil
Jika Nabi Ibrahim AS dengan susah payah membangun Kabbah, maka golongan ini dengan mudahnya menghancurkannya. Nama Dzus-Suwaiqatain sendiri memiliki arti Si pemilik dua betis yang kecil. Hal ini diungkapkan Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya:

“Orang yang akan menghancurkan Kabbah nanti ciri-cirinya memiliki dua betis yang kecil...” (HR Bukhari).

Tokoh Muslim, Al Halimi menceritakan bahwa pada zaman Nabi Isa As, ada seseorang yang melaporkan kepadanya tentang orang Habasyah berbetis kecil sedang menuju Kabbah untuk menghancurkannya. Nabi Isa As kemudian memerintahkan tujuh sampai delapan orang untuk mencegah orang Habasyah berbetis kecil itu.

Ternyata tidak hanya akhir zaman saja, kebencian bangsa Habasyah terhadap kaum muslim sudah terjadi sejak sebelum zaman Rasulullah SAW.  

2. Berkepala Botak
Ciri lain yang masih dijelaskan Nabi Muhammad SAW tentang manusia yang akan menghancurkan Kabbah adalah berkepala botak. Dzus-Suwaiqatain yang berkepala botak ini akan merampas kabbah menangggalkan kain kiswahnya.

“Dzussuwaiqatain dari Habasyah akan menghancurkan Ka’bah, pengikutnya akan merampasnya, dan menanggalkan kain kiswahnya. Seakan-akan saya melihatnya botak dan ditinggalkan.” (Imam Ahmad). 

3. Berkulit Hitam 
Penjelasan Rasulullah SAW selanjutnya terkait ciri manusia yang akan menghancurkan Kabbah adalah berkulit hitam. Mereka ini lah yang nantinya akan melepaskan batu kabbah satu persatu. Dari Abdullah bin Abbas Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Seolah-olah aku mengenalnya seperti orang berkulit hitam dan berkaki bengkok yang melepas batu Ka’bah satu persatu.” (Imam Bukhari). 

4. Berkaki Bengkok
Lanjut Imam Ahmad sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash,  “Seolah-seolah aku menyaksikan Dzus-Suwaiqatain sebagai seorang yang botak lagi berkaki bengkok.” Selain itu, “Ia menghantam Ka’bah dengan sekop dan linggisnya.” (HR Ahmad).

5. Berasal dari Habasyah (Ethiopia) 
Inilah salah satu ciri yang paling banyak disebut-sebut Rasulullah SAW dalam hadistnya. Bahkan Rasulullah SAW langsung menunjukan satu wilayah orang yang akan mengahancurkan Kabbah kelak.

Adalah Habasyah, (Kini, Ethiopia) tempat golongan ini bermukim. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa sejak zaman Nabi Isa, orang-orang ini sudah berencana menghancurkan Kabbah. Hadist tentang penghancur Kabbah pada akhir zaman ini banyak diriwayatkan dalam berbagai kitab. Dari Abu Hurairah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan,

“Ka’bah akan dihancurkan oleh Dzus-Suwaiqatain dari Habasyah (Ethiopia).”

Dari Abdullah bin ‘Amr Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bersabda, “Biarkan orang-orang Habasyah selagi mereka membiarkan kamu (tidak mengganggu kamu). Sesungguhnya tidak akan ada orang yang (berani) membongkar barang-barang simpanan dalam Ka’bah selain Dzussuwaiqatain dari Habasyah”. (HR. Abu Daud)

6. Menggunakan sekop dan Linggis
Penghancuran Kabbah nantinya menggunakan peralatan seperti sekop dan linggis. Dengan alat-alat ini Dzus-Suwaiqatain menanggalkan kiswah Kabbah, menurunkan batu demi batu kemudian menghancurkannya. 

“Ka’bah akan dirusak oleh Dzus-Suwaiqatain dari Habasyah; dicopotnya perhiasan Ka’bah, dan dilepas kiswahnya.”

Lanjut Imam Ahmad sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, 

“Seolah-seolah aku menyaksikan Dzus-Suwaiqatain sebagai seorang yang botak lagi berkaki bengkok.” Selain itu, “Ia menghantam Ka’bah dengan sekop dan linggisnya.”.

Lantas, mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak sahabat I-Yunik semua. Bagaimana bisa Kabbah di hancurkan sementara Allah berjanji akan menjaga Kabbah ini? Jawabannya: Dia terjaga sampai menjelang hari kiamat dan kehancuran dunia. Begitu yang dikatakan oleh an-Nawawi. Artinya, jika pada akhirnya Kabbah hancur, berarti kehancuran semesta akan segera terjadi.  Wallahu a'lam

Monday, February 15, 2016

Ancaman Jika Menuda Bayar Hutang



Hutang merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan saat mengalami  kekurangan finansial. Tidak hanya kepada sanak dan saudara, berhutang biasanya juga dilakukan kepada rentenir, pihak bank, dan perusahaan simpan pinjam lainnya. Saat kondisi terdesak ini, pertolongan orang lain dalam bentuk hutang ini memang sangat membantu. Namun tidak jarang orang yang berhutang menunda-nunda pembayarannya hingga lewat jatuh tempo, padahal mereka berkecukupan untuk membayarnya. Bahkan terkadang, orang yang meminjamkannya lah yang harus berusaha keras menagih hak mereka. Ini merupakan sebuah bentuk tindakan kezaliman dan merugikan orang lain. Ancamannya pun tidak main-main dan membuat anda berpikir ulang untuk menunda bayar hutang. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Untuk dapat diketahui bersama bahwa hutang akan selalu melekat pada diri seseorang meski orang tersebut sudah meninggal dunia. Inilah sebenarnya paling berbahaya, ketika seseorang menunda-nunda pembayaran hutangnya, mereka juga harus mengingat bahwa kematian bisa datang kapan saja. Jika nyawa sudah terlepas dari raga, sementara diri masih berhutang maka akan sangat susah untuk membayarnya.
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadist di atas ditujukan ketika hari kiamat nanti, sementara saat masih di alam Barzah menunggu hari kiamat akan lain lagi ceritanya. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa orang yang masih berhutang dalam kondisi sudah meninggal, maka jiwanya akan terkatung-katung sampai ada keluarga yang melunasinya. “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078 dan Ibnu Majah no. 2413. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Bergantung dalam hadist di atas menurut Al ‘Iroqiy adalah tidak bisa dikatakan selamat atau sengsara sampai dilihat utangnya tersebut lunas atau kah tidak. Hal ini menjadi dorongan bagi ahli waris untuk segera melunasinya.

Ancaman ini adalah bagi orang yang memiliki harta namun tidak melunasinya, akan tetapi bagi mereka yang tidak memiliki harga, namun bertekad melunasi, maka Allah SWT akan memberikan pertolongan untuk memutihkan hutangnya tadi. Hal ini dijelaskan  dalam beberapa hadits.

“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa orang-orang yang berhutang namun berniat tidak melunasinya akan digolongkan dalam kategori golongan pencuri di akhirat kelak. Mereka akan mendapatkan hukuman layaknya hukuman yang akan didapatkan para pencuri.

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Semoga kita senantiasa menjai Hamba yang takut untuk menunda-nunda membayar hutang dan menjadi orang yang selalu berniat untuk segera melunasi hutang-hutang yang pernah dipinjam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393). Wallahu a’lam. (infoyunik)

Friday, February 12, 2016

Lamaran Berbonus Akad Nikah



Pernikahan adalah kisah cinta yang paling banyak menyimpan cerita. Selalu ada hal baru dan keunikan yang menjadi ciri khas cerita masing-masing pasangan. Dalam setiap potongan kisah cinta itu, terdapat hikmah bagi siapa yang mau memungut dan memanfaatkannya.
Pernikahan adalah pertautan dua jiwa, dua keluarga; penggabungan visi, misi, dan juga cita-cita. Di dalamnya terdapat pula tautan akidah. Karenanya, Islam hanya melegalkan pernikahan antar sesama pemeluknya dan amat melarang pernikahan pemeluknya dengan mereka yang berkeyakinan lain.
Saudaraku, dalam aneka jenis kisah cinta dalam pernikahan itu, mari berhenti dalam jenak untuk merenungi kemudian bersyukur atas nikmat Allah Ta’ala yang tak terkira.
Barangkali, kita adalah satu di antara banyaknya orang yang baru diterima lamarannya setelah ditolak berkali-kali hingga puluhan kali, apa pun alasannya.
Sebagaimana umumnya, ada yang ditolak karena umur yang terlalu muda atau sebaliknya. Ada juga yang belum diterima pinangannya sebab belum menemukan pekerjaan tetap. Tak jarang, khitbah seseorang kandas lantaran bukan berasal dari suku yang dikehendaki.
Maka, selama penolakan-penolakan itu bukan atas nama akidah atau syariat Islam yang kita anut, tersenyumlah secara sumringah. Karena maknanya, Allah Ta’ala telah mempersiapkan pasangan terbaik untuk kita dan Dia Mahatahu kapan pasangan itu akan dihadirkan-Nya.
Sahabat, maka sebagai salah satu bentuk sayangnya Allah Ta’ala, Dia memudahkan hamba-hamba-Nya dalam upaya menggenapkan separuh agama-Nya.
Ada di antara mereka yang baru sekali melamar langsung diterima. Bahkan, ada yang langsung dihadiahi akad nikah di hari ketika ia sampaikan lamarannya. Meskipun yang lama prosesnya, tidak otomatis bermakna bahwa Dia mempersulit hamba-Nya.
Maka sampailah kisah gembira itu kepada kami. Dalam sebuah perbincangan, salah satu Ustadz yang bagus dan tartil bacaan al-Qur’annya mendatangi akhwat pujaan hati untuk diajak sebagai teman sejati dalam memperjuangkan kalimat Allah Ta’ala di atas bumi-Nya.
Berbekal asma Allah Ta’ala dan banyak dzikir yang terlantun, keluarga sang Ustadz mendatangi rumah calon mertuanya. Lepas diterima dengan hati nan lapang, mereka pun menyampaikan maksud kedatangannya. Katanya lirih, “Kami berniat melamar anak bapak untuk anak kami.”
Tak berselang lama, jawaban yang meluncur ternyata jauh lebih besar dari yang diharapkan. Rupanya, sang calon mertua melihat keshalehan dan kesungguhan calon mantunya. Maka, detik itu juga, ia menikahkan anaknya dengan sang Ustadz.
Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu akbar. Hanya itu yang terlantun dari semua yang hadir, dan kedua insan itu bersatu atas nama cinta dengan menjalankan sunnah Rasulullah yang mulia.
Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khair.

Wednesday, February 10, 2016

WASPADAI Penyakit Ini Jika Anda sering mengalami Bengkak di LEHER,KETIAK Atau PANGKAL PAHA!



Kelenjar getah bening adalah bagian dari system pertahanan badan yang berperan menyaring serta menghancurkan beragam organisme pemicu penyakit. Kanker kelenjar getah bening atau yang umum dimaksud dengan kanker limfoma berlangsung pada jaringan limfoid.

Kanker limfoma cuma menyerang sel darah putih, serta kanker itu berkumpul didalam kelenjar getah bening yang jumlahnya kian lebih 600 dalam tubuh.

Kanker ini termasuk type kanker yang kerap diketemukan di Indonesia. Didunia, Globocan pada 2012 mencatat tiap-tiap 90 detik ada satu orang didunia terdiagnosa kanker limfoma. Jadi, ada seputar 400. 000 orang tiap-tiap tahunnya yang terdiagnosa kanker limfoma.

Limfoma awalannya menyerang limfosit (sejenis sel darah putih) yang ada di kelenjar getah bening. Limfoma jenis non-Hodgkin adalah type yang seringkali diketemukan. Waktu limfoma menyerang, berlangsung pergantian pada limfosit hingga sel berkembang biak lebih cepat.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, konsultan hematologi serta onkologi medik Andhika Rachman, tanda-tanda limfoma jenis non-Hodgkin dengan diawali ada pembengkakan di bagian badan spesifik seperti leher, ketiak, atau pangkal paha.

Umumnya, tonjolan itu tak terasa sakit. Tetapi, yang butuh diingat yaitu tak seluruhnya tonjolan adalah kanker. “Jadi bila ada satu tonjolan, yang dipikirkan kemungkinan pertama yaitu infeksi, ” tuturnya.

Langkah yang paling gampang untuk tahu ada tidaknya tonjolan yaitu dengan meraba saat mandi lantaran ketika itu badan tengah dalam situasi licin. Bila diketemukan tonjolan kian lebih satu serta tak juga mengecil sesudah diobati, jadi mesti diwaspadai lantaran mungkin saja adalah kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin. Untuk memastikannya butuh kontrol selanjutnya oleh dokter.

Sebagian kontrol yang dikerjakan oleh dokter diantaranya dengan kontrol fisik, kontrol darah, rontgen dada, ataupun mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening untuk di check atau biopsi.

Selain ada pembengkakan, kanker kelenjar kerasan bening non-Hodgkin bisa bikin penderitanya alami penurunan berat tubuh tanpa ada karena yang pasti, demam tanpa ada karena yang pasti, keluar keringat waktu malam hari, batuk, susah bernapas, nyeri dada, lemah, terasa kelelahan, sampai alami nyeri, atau rasa penuh di perut.

Selain itu, berkurangnya system kekebalan tubuh bisa jadi aspek resiko kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin. Aspek resiko yang lain yakni infeksi virus seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV), virus Epstein-Barr, serta virus hepatitis C.

Pria yang sekarang ini bertugas di Divisi Hematologi serta Onkologi Medik Departemen Pengetahuan Penyakit Dalam FKUI/RSCM ini menyampaikan umur juga adalah aspek resiko kanker limfoma, yakni umumnya berlangsung diatas umur 60 th.. Tetapi, tidak tutup kemungkinan ada pada umur anak-anak serta orang dewasa.

Untuk penyembuhan penyakit kanker ini dapat dikerjakan dengan beragam cara, salah satunya lewat kemoterapi, baik dengan therapy obat dengan cara oral atau suntikan yang mempunyai tujuan memusnahkan beberapa sel kanker.

Disamping itu, penyembuhan dengan therapy tujuan dapat juga dikerjakan untuk mendorong system kekebalan badan melawan sel kanker. Setelah itu, lewat therapy radiasi dengan mesin tambah energi tinggi untuk membunuh sel kanker, dan transplantasi sel punca yang dikerjakan dengan prosedur kemoterapi atau radiasi dosis tinggi.

Supaya orang-orang lebih memahami tentang limfoma, diputuskan juga Hari Perduli Limfoma Sedunia yang diperingati tiap-tiap 15 September. Maksud yang lain untuk turunkan angka kesakitan dan kematian disebabkan kanker ini.

Di sisi lain, PT Roche Indonesia juga sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor kesehatan juga menunjukkan perhatiannya pada penyakit ini, satu diantaranya dengan memberi edukasi tetang limfoma lewat internet.

Group Communications Manager Roche Indonesia Revi Renita menyampaikan pihaknya mengharapkan orang-orang bakal lebih memahami tanda-tanda serta aspek kemungkinan limfoma. “Serta berkonsultasi ke dokter dengan teratur untuk hindari deteksi limfoma yang terlambat, ” tuturnya.

Akibat Mengerjai Orang Buta



Malam itu, Abu Salim begadang bersama teman-temannya. Pembicaraan mereka tak ada ujung pangkalnya. Sekedar gosip dan celometan disertai lelucon. Seperti biasa, pria berusia 30 tahun itu mendominasi forum dan paling sering membuat teman-temannya tertawa.
Di saat seperti itu, seorang buta lewat di dekat mereka. Secara reflek, timbul keinginan Abu Salim mengerjai orang itu.
Abu Salim menjulurkan kakinya tepat di depan orang buta itu.
“Bruakkk,” orang buta itu terjatuh seketika.
“Ha ha ha,” teman-teman Abu Salim tertawa terbahak-bahak.
Kaget dan kesakitan bercampur jadi satu. Dengan susah payah orang buta itu berusaha bangkit, sementara tawa Abu Salim dan teman-temannya masih terdengar.
Sadar dirinya jatuh karena sengaja dijegal untuk ditertawakan, orang buta itu marah.
“Kau telah mengerjai orang yang tidak bisa melihat, semoga Allah memberikan balasan yang setimpal kepadamu!”
Kemarahan orang buta itu tidak membuat Abu Salim menyesal dan minta maaf. Ia kembali bergabung dengan teman-temannya dan dengan bangganya mengulas bagaimana ia telah mengerjai orang buta tadi. Ada kesenangan tersendiri saat teman-temannya tertawa.
Setelah malam sangat larut, barulah forum itu bubar. Setibanya di rumah, Abu Salim mendapati istrinya yang tengah hamil tua sedang kesakitan.
“Kamu dari mana saja, Bang?”
“Biasa. Bersenang-senang bersama teman-teman,” jawabnya dengan enteng.
“Aku merasakan sakit sekali, kontraksi makin sering, mungkin mau melahirkan malam ini.”
Mendengar kata-kata itu dan melihat istrinya semakin kesakitan, bulir-bulir bening menetes dari mata Abu Salim. Segera ia bawa istrinya ke rumah sakit.
Sudah beberapa jam, bayi mereka belum juga lahir. Abu Salim yang mulai bingung berpamitan sementara kepada perawat sembari menyerahkan nomor teleponnya jika sewaktu-waktu perlu dihubungi.
Tak berapa lama di rumah, telepon Abu Salim berdering. Rumah Sakit mengabarkan bahwa anaknya telah lahir.
“Di mana istri dan anak saya, Suster?”
“Anda diminta untuk bertemu dokter dulu, Pak”
“Tidak, aku harus menemui istri dan melihat anakku dulu”
“Dokter meminta Anda menemuinya dulu, Pak” Abu Salim hampir saja marah. Namun ia kemudian menuruti permintaan itu.
“Anak Anda mengalami cacat berat di kedua matanya. Mungkin ia akan kehilangan penglihatannya,” kata Dokter, bagaikan petir di siang bolong.
“Apa, Dok? Anak saya akan buta?”
“Aku berharap engkau sabar dengan ketentuan Allah”
“Tidak! Anak saya tidak boleh buta!”
“Sabar, Pak. Bersabarlah dengan ketentuan Allah”
Abu Salim tertunduk lesu. Air mata mulai membasahi pipinya. Bayangan orang buta yang ia kerjai muncul dalam benaknya. “Ya Allah… inikah balasannya…” Makin deras, Abu Salim tak mampu membendung derai air matanya. [Muchlisin BK/Kisahikmah]
*Disarikan dari kisah nyata Qashashun Abkatni karya Salim Muraisyid