Saturday, April 23, 2016

Demi Mempertahankan Jilbab, Muslimah ini Rela Mundur sebagai Karyawan Bank dan Bayar Denda 10 Juta



�Hidayah�bagi hamba Allah bisa datang kapan saja dan melalui peristiwa yang tidak diduga-duga. Itulah yang terjadi pada diri Suryani Wahyu Lestari, gadis cantik yang kini tercatat sebagai mahasiswi di Jurusan Ilmu Komunikasi STISIP Persada Bunda Pekanbaru ini mendadak memutuskan menutup seluruh auratnya (memakai jilbab), setelah dirawat beberapa hari di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru.

“Saya memutuskan memakai jilbab sekitar dua minggu setelah keluar dari rumah sakit. Sebelumnya saya terus didukung abang kandung saya dan sahabat-sahabat saya menggunakan jilbab, namun jujur saja ketika itu hati saya belum tergerak ke sana (memakai jilbab). Saya waktu itu masih berfikir, kalau ibadahnya belum mantap, jangan dulu pakai jilbab. Anehnya, dua minggu setelah keluar dari rumah sakit, Bulan Ramadan lalu, saya merasa tidak pantas lagi dan merasa malu memakai rok pendek. Saya berfikir, bagaimana kalau sedetik lagi nyawa saya dicabut malaikat, sementara saya dalam keadaan tidak menutup aurat,” cerita gadis yang akrab dipanggil Ayi tersebut, Minggu (31/8/2014).

“Saya jadi malu, karena ketika memakai rok pendek, kemana pun saya pergi saya merasa laki-laki selalu memperhatikan bagian tubuh saya yang tidak tertutup. Di tempat kerja, karena harus memakai rok agak pendek saya juga merasa tubuh saya selalu jadi sasaran mata laki-laki, sehingga saya merasa malu dan tidak nyaman,” sambungnya.

Setelah memakai jilbab, Suryani mengaku merasa hidupnya lebih nyaman dan lebih terhormat sebagai perempuan. Ibadahnya juga lebih baik dibanding sebelumnya. “Rasanya ibadah saya juga lebih khusyuk. Mungkin jilbab yang saya pakai sekarang belum termasuk kategori jilbab syar’i, tapi saya yakin Allah akan mengarahkan saya ke sana (hijab syar’i),” harapnya.

Ada beberapa konsekuensi yang harus diterima Ayi terkait keputusannya menggunakan jilbab, salah satu di antaranya dia harus mengundurkan diri sebagai karyawati salah satu bank swasta, sebab karyawati bank tersebut tidak dibolehkan menggunakan jilbab. “Banyak orang bilang saya bodoh karena mundur sebagai pegawai bank hanya gara-gara jilbab. Biar saja orang bilang saya bodoh, karena saya sangat yakin, keputusan yang saya ambil adalah yang terbaik bagi saya,” ucapnya dengan mantap.

Suryani tidak hanya harus mundur, namun juga membayar denda Rp10 juta kepada bank bersangkutan, sebab mundur sebelum masa kontrak kerja berakhir. “Meskipun harus mundur dan membayar denda, tapi saya tetap bersyukur pernah bekerja di bank tersebut, karena di sana saya berkesempatan belajar dengan orang-orang hebat,” ungkapnya.

Gadis yang lahir di Kota Pekanbaru tahun 1995 ini mengaku, ibunya termasuk orang yang kaget ketika dia menyatakan ingin memakai jilbab. “Namun setelah saya menjelaskan alasannya, ibu saya akhirnya bisa memahaminya dan mendukung keputusan saya,” jelasnya.

Ayi melanjutkan, masalah lain yang dihadapinya ketika awal memutuskan berjilbab adalah pakaian yang dimilikinya sedikit sekali yang bisa dipadukan dengan jilbab. “Karena dulu saya sering shooting dan ikut modeling, jadi pakaian saya itu umumnya seksi,” ujarnya.


Kini, setelah berjilbab, dia juga harus menolak tawaran pekerjaan dari dunia entertain. “Padahal dulu, shooting itu termasuk hobi terbesar saya, tapi setelah berjilbab saya tak mau lagi menggunakan pakaian pendek. Jadi saya juga harus kehilangan dunia keartisan, padahal dulu cita-cita besar saya tu menjadi artis,” urainya.

“Tapi saya tak menyesal. Selagi saya selalu berusaha berada di jalan Allah, saya yakin Allah selalu bersama saya. Innallaha ma’ashobirin, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar,” kata Ayi dengan mantap.

Dengan telah memutuskan menggunakan jilbab, gadis manis ini berharap dia bisa terus memperbaiki dirinya sesuai tuntunan Agama Islam, sehingga nantinya benar-benar menjadi wanita shaleha. “Mudah-mudahan jadi bidadari surga. Amin,” ucapnya.

Ayi berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan yang baik, yang tidak menghalanginya mematuhi ajaran agama yang diyakininya. “Mudah-mudahan saya bisa bekerja di bank syariah nantinya,” harap Ayi.

“Dan yang lebih penting, mudah-mudahan dengan berjilbab, Allah akan memilihkan lelaki yang sangat saleh dan bertanggung jawab sebagai jodoh saya. Amin,” harapnya lagi.

Semoga Allah SWT mengijabah doa Suryani Wahyu Lestari. Amin.

Sumber : dakwatuna.com

Tuesday, April 19, 2016

Tips Membersihkan Kulkas dalam Waktu 10 Menit



Lemari es merupakan tempat menyimpan bahan mentah, mencegah masakan agar tidak basi, dan mengawetkan panganan aneka rupa. Untuk itu, kebersihan lemari es wajib kita jaga agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan seperti keracunan.

Memang membersihkan lemari es tidak semudah membersihkan bagian dapur yang lain karena tidak boleh menggunakan produk pembersih berbahan kimia. Untuk memudahkan Anda inilah beberapa tips membersihkan lemari es secara efektif dan efesien hanya dalam waktu sepuluh menit.

Tahap pertama, Anda dapat membagi isi lemari es menjadi tujuh bagian: bagian dalam pintu, rak, laci, dan bagian luar. Cuci setiap satu bagian rak atau laci, lap permukaan sekitar dinding, dan pilihlah makanan yang tidak cepat kaduluarsa dan menempatkannya secara rapi dan terorganisir. Tambahkan dengan pewangi segar dari bahan alami.

Untuk bagian luar, cucilah bagian atas dan menggosok semua sisi kulkas. Anda dapat menggosok bagian ini setiap minggu agar tetap higienis

Pengharum alami untuk lemari es
Bila Anda bingung bagaimana memilih pewangi untuk lemari es, disarankan untuk memilih bahan alami macam baking soda, vanili, ataupun lemon. Caranya, letakkan semangkuk kecil baking soda di bagian bawah kulkas mengingat khasiatnya yang mampu menyerap bau setajam apa pun. 

Sedangkan vanila dapat digunakan dengan cara dioleskan pada kapas atau garam dan dicampurkan dengan jeruk atau lemon kemudian dimasukkan ke rak belakang. Garam membantu menyerap bau tidak sedap pada lemari es Anda.


sumber : feed.id

Tuesday, March 15, 2016

Ribuan netizen terharu !! Bocah malang Ini Menenangkan adiknya yang menangis ketakutan, Tolong Bagikan !!


VEMALE Sebuah foto yang dikira dari lokasi gempa bumi dahsyat di Nepal pada April lalu ternyata adalah foto yang diambil di Vietnam pada 2007 lalu.

Na-Son Nguyen, fotografer freelance, mengatakan foto yang memperlihatkan bocah laki-laki dan gadis kecil berpelukan tersebut diambilnya delapan tahun lalu di Vietnam Utara.

Kontributor foto AP yang berdomisili di Vietnam ini menambahkan kepada BBC bahwa foto itu diambil di Can Ty, sebuah desa terpencil di Provinsi Ha Giang.

"Saya sedang lewat di desa itu tetapi terhenti oleh adegan dua anak etnis Hmong bermain di depan rumah mereka, sementara orangtua mereka pergi bekerja di sawah," kata Na-Son dikutip Dream dari laman Independent.co.uk

"Gadis kecil, mungkin dua tahun, menangis karena ada orang asing sehingga bocah laki-laki, berusia sekitar tiga tahun atau lebih, memeluk adiknya agar tenang."

"Foto tersebut memang lucu dan sangat menyentuh hati," katanya.

Setelah mempublikasikan foto itu di blog pribadinya, Na-Son terkejut ternyata foto itu telah beredar luas di antara pengguna Facebook Vietnam. Banyak di antara mereka bahkan menyisipkan kisah baru tentang foto tersebut.

Dalam akun Twitternya, Na-Son menulis, "Ini foto tentang dua anak etnis Hmong di Vietnam yang diambil tahun 2007 di Provinsi Ha Giang. Foto ini bukan tentang Nepal." (Ism)

sumber : dream.co.id

Tuesday, March 1, 2016

HEBOH !! Dr Zakir Naik Akan Datang Ke Indonesia, Talk Show Terbuka



Dr Zakir Naik telah banyak dikenal melalui video-videonya di Youtube. Di berbagai negara, forum Dr Zakir Naik biasanya dihadiri ribuan orang. 

Selain ceramahnya yang memukau, daya tarik Dr Zakir Naik terletak pada kemampuannya menjawab berbagai pertanyaan dari non muslim. Mulai dari pertanyaan orang yang sedang mencari kebenaran, mengujinya, maupun mendebatnya.

Dr Zakir Naik juga sering debat terbuka dengan sejumlah tokoh non muslim, terutama mereka yang menyerang Islam dengan mengatakan ada kesalahan ilmiah dalam Al Quran dan sejenisnya. Dan sejauh ini, Dr Zakir Naik berhasil memenangkan debat-debat tersebut dengan baik.

Dr Zakir Naik yang selama ini hanya diketahui dari Youtube akan datang ke Indonesia untuk menggelar talk show. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan mengundang Dr Zakir Naik dalam rangka milad ke-35.
“Selain itu juga akan ada International Cultural Festival (ICF) pada 23 Maret, seminar Internasional “Towards World Class University: Internationalization, Entrepreneurship and Partnership” yang akan diisi oleh QS Singapore, DAAD dan AUAP pada 2 April dan pada bulan yang sama juga akan diadakan Talk Show bersama Dr. Zakir Naik yang akan dibuka untuk masyarakat umum,” tulis situs resmi umy.ac.id, Kamis (25/2/2016).

Sayangnya belum ada informasi lebih detil tanggal berapa dan bertempat di mana talk show Dr Zakir Naik tersebut akan digelar. Dari pengamatan Tarbiyah.net di media sosial, banyak netizen yang tak sabar ingin segera melihat langsung kristolog dunia yang terkenal brilian itu.

Masya Allah !! Pendeta Ini Masuk Islam Setelah Mendengar Jawaban Bagaimana Bentuk Allah


Pimpinan Pesantren An-Naba Center, KH Syamsul Arifin Nababan saat membimbing mualaf bersyahadat.

Stevanus Vernanda Vountain S Th yang kini bernama Muhammad Hijery menceritakan bagaimana dirinya masuk Islam. Awalnya, ia yang menjadi pendeta bergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gunung Mas, Kalteng mewakili agama yang dianutnya. 

Di sana, ia bertemu dengan sejumlah ulama, lalu dekat dengan salah seorang ustadz. Ustadz tersebut aktif menjalin komunikasi dengan dirinya dan sering berdialog. Hingga akhirnya, sambil minta maaf, dia mengajukan pertanyaan kepada Ustadz itu.

“Saya bertanya kepada Ustadz itu, apa yang disembah muslimin ketika shalat, tidak ada sesiapa tidak ada pula benda. Beda dengan orang kristen ketika sembahyang jelas ada benda yang disembah. Ee ternyata ulama tadi memberikan pertanyaan balik sebagai jawabannya,” kata Muhammad Hijery di hadapan ratusan jamaah Subuh Masjid Ar Rahman di Jalan Kampung Melayu Banjarmasin, Kamis (11/2/2016) lalu.
Pertanyaan balik dari Ustadz tersebut adalah “bagaimana bentuk dan warna angin”. Pendeta diberi waktu seminggu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan ia siap masuk Krsten jika pendeta bisa menjawabnya.

Tak juga bisa menjawab, pendeta itu kemudian bertanya kepada seniornya. Bukannya mendapat jawaban, ia malah ditertawakan. Akhirnya ia pun menyerah.

“Saya sudah menduga pasti kamu tidak akan bisa menjawab,” kata Ustadz tersebut, lantas menjelaskan jika angin yang dirasakan saja manusia tidak bisa menjawab bagaimana warna dan bentuknya, apalagi untuk melihat Sang Pencipta angin. Manusia terlalu lemah.

Jawaban itu kemudian menjadi perenungan si pendeta.

“Kemudian muncul kegelisahan luar biasa hingga memutuskan untuk bersyahadat bersama istri dan anak-anak saya,” kenang Muhammad Hijery seperti dikutip Tribunnews.

Monday, February 29, 2016

Soeharto-Hartinah, Kisah Romansa Anak Desa



SUATU hari di tahun 1947, Prawirohardjo dan istrinya datang ke Wuryantoro, Wonogiri, 40 kilometer ke arah tengara Solo untuk mengunjungi sanak saudaranya di sana. Keponakan sekaligus anak angkat mereka, Soeharto, datang menemuinya. Membincangkan berbagai hal, termasuk menanyakan rencana apa yang akan dilakukan Soeharto ke depannya.
“Percakapan kami pada mulanya menyangkut hal-hal yang biasa saja. Tetapi tidak lama setelah itu muncul pertanyaan yang tidak saya sangka,” kata Soeharto, saat itu 26 tahun, dalam otobiografinya Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya.
Pertanyaan itu datang dari istri Prawirohardjo, tantenya sendiri, yang menanyakan kapan Soeharto hendak berumahtangga. Soeharto menjawab dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai komandan resimen di tengah revolusi fisik yang masih berkecamuk pada tahun-tahun itu.
Ketika terus didesak untuk menikah dan membangun keluarga, Soeharto malah balik bertanya siapa perempuan yang bersedia dia kawini. “Saya tidak punya calon,” katanya.
Tetiba saja tantenya teringat kepada seorang gadis kawan sekolah anaknya di Solo. Hartinah namanya, anak Soemoharjomo, ningrat Solo yang bekerja sebagai wedana dan pegawai kraton Mangkunegaraan. Namun mendadak Soeharto ciut nyalinya.
“Apa dia akan mau?” kata Soeharto bertanya, “Apa orang tuanya akan memberikan? Mereka orang ningrat,” kata Soeharto.
Tak lama setelah pertemuan itu, Soeharto dan keluarga tantenya berkunjung ke rumah Soemoharjomo di Solo, dipertemukan untuk pertama kalinya dengan Hartinah, calon istrinya. Dalam pertemuan yang dalam adat Jawa disebut “nontoni”itu pun Soeharto masih belum percaya diri, “apakah dia akan benar-benar suka kepada saya?” Soeharto membatin.
Pada nyatanya keluarga Soemoharjomo menerima pinangan Soeharto kepada putrinya. Tak lama setelah pertemuan itu, pada 26 Desember 1947 pernikahan dilangsungkan. Hartinah berusia 24 tahun dan Soeharto 26 tahun ketika mereka menikah.
Menurut RE. Elson dalam Suharto: Sebuah Biografi Politik hubungan cinta dua sejoli yang berbeda latar belakang status sosial itu diuntungkan oleh situasi zaman revolusi. Keraguan Soeharto akan status sosialnya di hadapan keluarga calon mertuanya sangat beralasan. Soeharto datang dari desa, anak keluarga petani yang tak punya status atau relasi apapun dengan pihak keraton. Namun zaman revolusi memungkinkan seorang pemuda desa seperti Soeharto memiliki “pamor” karena berkecimpung sebagai perwira militer yang memiliki tempat terhormat pada masa itu.
Kendati bukan priayi, Soeharto bisa meniti karier sebagai tentara di tengah tatanan masyarakat yang mulai berubah akibat revolusi. Menurut Elson kondisi itulah yang membuat gambaran Soeharto berbeda di depan mata calon mertuanya, selain tentu saja karena hubungan dekat keluarga pamannya dengan orangtua Hartinah.
“Alhasil, perkawinan kami tidak didahului dengan cinta-cintaan seperti yang dialami oleh anak muda di tahun delapan puluhan sekarang ini. Kami berpegang pada pepatah, ‘witing tresna jalaran saka kulina”, datangnya cinta karena bergaul dari dekat,” kata Soeharto kepada Ramadhan KH, dalam Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya.
Hubungan cinta Soeharto dengan Hartinah atau kelak dikenal dengan panggilan Ibu Tien itu memang sepi dari gosip. Kecuali satu-dua desas-desus tentang hubungan Soeharto dengan perempuan lain yang sampai hari ini pun tidak jelas duduk perkaranya.
“Bahwasannya suka terjadi cekcok antara suami dan istri, itu adalah manusiawi,” ungkap Soeharto menjelaskan perjalananan rumahtangga dengan istrinya.

Adik Kandung Pindah Agama, Haji Agus Salim: Alhamdulillah


Chalid Salim (tengah) diapit Haji Agus Salim dan istinya (duduk). 
Foto: repro "Lima Belas Tahun Digul" karya Chalid Salim.

Dianggap membahayakan, pemerintah kolonial Belanda memenjarakannya ke Digul. Menemukan Tuhan dalam pembuangan.

SEKALI waktu, seorang Belanda pernah bertanya kepada Haji Agus Salim, “Zeg Salim, bagaimana itu, adik Anda masuk agama Katolik?”.
“God zij dank, Alhamdullilah, ia sekarang lebih dekat dengan saya,” jawabnya santai.
“Mengapa Anda malah berterima kasih kepada Tuhan?” tanya orang Belanda itu semakin keheranan.
“Dia dulu orang komunis, tidak percaya Tuhan, sekarang dia percaya Tuhan,” tukasnya kembali.
Adik Haji Agus Salim yang dimaksud orang Belanda itu adalah Chalid Salim. Selama lima belas tahun, Chalid menjadi Digulis karena dituduh komunis. Dia dijatuhi hukuman pembuangan ke Digul karena tulisannya yang tajam di Pewarta Deli, atas sikap polisi kolonial dalam menumpas pemberontakan komunis tahun 1926.
Sebelum di Pewarta Deli, Chalid memulai karir jurnalistiknya dari mingguan Halilintar Hindiadi Pontianak, yang banyak mengadopsi asas PKI. Lalu pindah ke majalah Proletar di Surabaya yang juga "merah."
Pada Juli 1928, vonis dijatuhkan kepada Chalid, “Sebagai orang yang ‘berbahaya bagi ketenteraman dan ketertiban negeri’ maka saya dibuang ke Digul sebagai nomor 925,” seperti ditulisnya dalam memoar Lima Belas Tahun Digul. Meski ayahnya, Sutan Mohammad Salim yang bekerja sebagai anggota Landraad (pengadilan negeri, red) Medan berupaya membebaskannya, Chalid tetap dibuang.
Selama di Digul, dia mulai meninggalkan sikap ateisnya. Mulanya dia menggandrungi ajaran teosofi, dengan membaca karya Annie Besant, Krishnamurti dan W.C. Leadbeater. Namun kemudian tertarik pada Katolik, sebab kedekatannya dengan Soekardjo Prawirojoedo, Digulis yang terlibat peristiwa kapal Zeven Provincien, yang sudah lebih dulu dibaptis dalam Katolik Roma.
Chalid akhirnya berkenalan dengan pastor Mauwese. Dia pun mulai mengakrabi aktivitas gereja. Keyakinannya semakin kuat untuk memeluk agama Katolik. Dia pun meminta Mauwese mengajarkan langkah untuk masuk Katolik. Namun Mauwese tak mau begitu saja meluluskan permintaan Chalid beralih iman.
“Tidak sadarkah Anda, tuan Salim, konsekuensi dari ini? Ada kemungkinan anak-keluarga Anda yang menganut Islam akan memutuskan segala hubungan kekeluargaan,” tanya Mauwese.
Chalid pun langsung menerangkan bahwa dia telah berpikir matang. Dia pun mulai belajar kathekismus. Mauwese juga menghadiahinya buku karangan Thomas A. Kempis yang berjudul Imitatione Christi, yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Maka, pada 26 Desember 1942, Chalid dibaptis oleh pastor Mauwese. Namanya pun bertambah menjadi Ignatius Fransiscus Michael Chalid Salim.
Langkah Chalid ini ternyata didukung oleh sanak keluarganya. Saat Haji Agus Salim menemuinya di Belanda, Agus Salim justru senang mendengar Chalid memeluk Katolik.
“Aku bersyukur bahwa Anda akhirnya percaya pula kepada Tuhan. Dan pilihanmu tentu sudah menjadi takdir Illahi,” ujar Agus Salim kepada Chalid.

Sunday, February 28, 2016

Bagi yang galau hidupnya, Tengoklah Abang bakso keliling ini



Bagi yang galau hidupnya. Tengoklah Abang bakso keliling ini. Beliau tetap memiliki semangat hidup dan semangat ibadah yang tinggi.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS Ar-Rahman: 13)

Wednesday, February 24, 2016

Subhanallah !! Keajaiban Anak Yatim; 600 Ribu jadi 100 Juta


Anak yatim penuh keberkahan ini bernama Maulana. Sejak usia tujuh bulan, ia diurus oleh suami-istri keturunan Tionghoa. Dibesarkan dengan kasih sayang yang tulus, si ayah yang pernah merantau di Surabaya ini menyampaikan pengakuan, “Dia anak yang luar biasa. Sumber rezeki.”
Inilah kisah selengkapnya, langsung dituturkan kepada kami.

600 Ribu jadi 100 Juta

Laki-laki ini mengawali karir sebagai seorang karyawan. Dia mahir di bidang plastik. Berpindah dari satu pabrik ke pabrik lain, laki-laki berkulit gelap ini pun berusaha memulai usaha di bidang limbah plastik. Modalnya nekat.
Suatu hari, dia pun dipertemukan dengan seorang pengusaha baik hati. Ajaib, sang pengusaha itu memberinya pinjaman hingga 69 juta tanpa bunga sedikit pun. Terus memutar modal dengan semangat gigih, dalam setahun itu terkumpullah untung bersih ratusan juta.“Saya memulai usaha dari modal 600 ribu rupiah.” Dengan kegigihannya, ia membagi waktu sepulang kerja dari pabrik untuk mensortir plastik dan dijual lagi. Terus setiap hari.
Tidak hanya itu, dia juga bisa membeli mobil dan melunasi hutang-hutangnya. “Sebelumnya, rumah saya sudah akan disita pihak bank. Tapi, setelah ada si Maulana, kehidupan saya berubah drastis. Usaha berkembang pesat. Transaksi satu-dua jam bisa mendapatkan untung jutaan.”

Sakitnya Sembuh

Di suatu siang, laki-laki ini jalan bersama Maulana ke pasar. Namanya anak kecil, Maulana pun bermanja, “Pah, gendong dong.” Si laki-laki menjawab, “Berat, Nak. Kaki papah kan sakit.” Dengan lugunya, Maulana menukasi, “Gendong deh. Ntar juga sembuh kakinya.”
Dia pun menuruti permintaan si anak. Suka rela. Tulus. Tanpa maksud apa pun. Perkataan si kecil hanya dianggapnya sebagai kelucuan. Ajaib, perkataan si anak benar-benar nyata, “Setelah berjalan 200 an meter, kaki yang awalnya berat (dia berjalan dengan diseret), berangsur ringan. Dan, hingga kini, tidak terasa sakit.”

Ujian yang Berat

Bukan tanpa perjuangan, suami-istri ini sering diuji dengan kenakalan si kecil. Beruntung, mereka menjalani ujian itu dengan sabar dan senantiasa saling mengingatkan.
Kini, si kecil sudah memasuki usia enam tahun, kelas satu Sekolah Dasar. Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan bagi dirinya, keluarganya, dan orang tua asuhnya itu. [Pirman/Kisahikmah]

Tuesday, February 23, 2016

Menantu Aa Gym, Pemuda Biasa dengan Tampang Rata-rata, Tapi....



Menjadi mantu AA Gym bukan karena pemuda pilihan ini dari keluarga mapan, kenyataannya keluarga pemuda ini hidup sederhana.

Bukan karena pemuda ini berwajah tampan, faktanya pemuda ini berwajah rata-rata.

Bukan karena pemuda ini berpenghasilan besar, kenyataannya pemuda ini baru lulus dari jurusan matematika UPI.

Bahkan pemuda ini belum bekerja..
Allah telah menjamin rejekinya dan rejeki kita..

Dipilih menjadi menantu karena dianggap in syaa Allah mampu membina keluarga dan sholeh, cocok sebagai suami mbak Icha (putri AA Gym ke 3 yang hafidz Alquran).

Dipilih karena pemuda ini hafidz 30 juz Alquran, menghafal dan melaksanakannya..

Orangnya tawadhu, tidak suka dipuji, sedikit bicara, muslim dari lahir yang meneladani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dalam lisan, sikap dan akhlaknya..

Mudah-mudahan kisah ustadz Maulana Yusuf bermanfaat buat yang belum menikah dan yang ingin menikah, menjadi penyemangat menghafal, memahami dan melaksanakan isi Alquran..

Menikah ga perlu mahar mahal, cuma perlu keberanian.. seperti pemuda ini berani meninggalkan dunia, berani menjadi al hafidz dan mengamalkannya..

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [QS. Al-Hujuraat : 13]

Allahu Akbar!

*ditulis Hanny Kristianto di laman fbnya (18/2/2016)

Hanny Kristianto (kiri) dan menantu Aa Gym

Wednesday, February 17, 2016

Kopi Gratis Bagi Jamaah Yang Shalat Tepat Waktu di Masjid Ini



Kita patut memberikan apresiasi kepada aksi kreatif pengurus masjid ini. Betapa tidak, cara – cara seperti ini ternyata efektif untuk membuat masjid selalu ramai ketika waktu sholat tiba.
Diberitakan laman Hidayatullah, cara unik mengajak umat Islam sholat tepat waktu di masjid dilakukan pengurus Masjid KH. Moh. Abdullah Muchtar.
Yang dilakukan masjid yang berlokasi di Jalan Jetis Kulon I No. 15-17, Wonokromo, Surabaya itu adalah memancing jamaah dengan menyediakan kopi gratis bagi yang melaksanakan shalat lima waktu di sana.
“Iya untuk menjaring warga di sini supaya gemar shalat jamaah dan betah di masjid,” ujar Abdul Kholiq, pengurus masjid saat ditemui hidayatullah.com, Senin, (11/01/2016).
Rupanya ide itu mendapat respon baik. Menurut Abdul Kholiq, masjid yang dibangun sejak 6 Maret 2015 lalu ini selalu ramai oleh jama’ah yang ingin melaksanakan shalat.
“Alhamdulillah, jamaah 5 waktu di sini lumayan ramai,” tukas pria asal Banyuwangi ini.
Ia mengaku, sejak pertama masjid itu diresmikan, sejak itu pula menyediakan kopi gratis bagi jama’ah yang datang. Alasannya, hanya sebagai pemikat dan agar jama’ah betah berada di masjid.
“Setiap hari kita sediakan satu termos besar. Alhamdulillah, biasanya tidak sampai maghrib sudah habis dan mesti diganti (isi ulang),” jelasnya.
Bahkan Abdul Kholiq menyediakan nomor telepon petugas yang bisa dihubungi jika jamaah mendapati kopi, gula atau air panas habis.
“Yang mau tinggal ambil dan tuang sendiri. Tapi gelasnya jangan lupa dicuci,” lanjut Kholiq mengingatkan.
Untuk operasional logistik kopi sendiri, kata Kholiq, berasal dari kas masjid atau terkadang sumbangan dari jama’ah.
“Kadang kalau sedang tidak ada, pakai dari yayasan,” ungkapnya.
Masjid KH. KH. Moh. Abdullah Muchtar ini sendiri berada dibawah Yayasan Walsama (Wahana Amal Sesama Makhluk Allah).

Inilah Daftar Penyakit yang Sering Dialami Bayi di Bawah 1 Tahun



merawat anak bayi tentu tidak segampang yang dipikirkan. Bayi yang berusia dibawah 1 tahun memiliki kondisi fisik yang masih lemah dan perlu diberikan perawatan yang sangat optimal. Bahkan, untuk menggendongnya saja perlu keahlian khusus, karena tulang dan tubuh bayi masih sangat lentur.
Masalah yang sering dialami bayi adalah tangisan yang sangat keras dan sering mengganggu telinga tetangga. Tapi, ini adalah hal biasa, bayi menangis karena ngompol, gerah atau kelaparan dan kehausan. Namun, di samping itu bayi juga bisa mengalami penyakit jika kita tidak hati-hati merawatnya. Bahkan, kulit dan tubuh bayi yang masih sensitif sangat mudah menyerap berbagai penyakit.
Adapun beberapa penyakit yang sering dialami bayi di bawah 1 tahun yang perlu sahabat Ummi ketahui, diantaranya adalah:
Iritasi kulit
Iritasi yang sering terjadi pada bayi adalah iritasi kulit pada bagian bokong yang disebabkan oleh popok. Popok yang terlalu lama dipakai bisa menyebabkan lembabnya kulit bayi sehingga bisa menimbulkan gesekan pada kulit dan kemudian muncul bintil-bintil merah pada kulit. Jika dibiarkan iritasi ini bisa melebar ke daerah tubuh lainnya.
Penyakit kuning
Jika Mom melihat kulit bayi atau matanya berwarna kuning maka bisa dibilang bahwa ia terkena penyakit kuning. Penyakit ini terjadi akibat meningkatnya zat pigmen kuning dari pemecahan hemoglobin dalam darah. Bayi bisa terjangkit penyakit ini karena kekurangan ASI dan kuranganya enzim G6PD atau adanya gangguan fungsi hati.
Sesak napas
Tanpa didugi, bayi bisa mengalami penyakit sesak napas. Penyakit ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh adanya lendir berlebihan dan juga pembengkakan pada kelenjar yang ada di belakang hidung. Bayi yang terjangkit sesak nafas akan mengalami kesulitan saat bernapas, sehingga suara napas bayi akan terdengar dan bahkan disertai dengan batuk.
Eksim susu
Penyakit kulit lain adalah eksim susu yang terjadi pada sekitar kulit wajah, leher, lengan dan juga tungkai yang menyebabkan area tersebut berwarna merah, nampak kering bersisik dan gatal. Penyakit ini dapat terjadi akibat faktor alergi yang dimiliki sang Mom, serta kulit bayi yang kering dan didukung oleh udara panas dan berdebu.

SUBHANALLAH ! Meski Usianya 104 Tahun, Mbah Tohari Tetap Jadi Pedagang Keliling



Inilah sebuah kisah yang patut menjadi teladan bagi kita semua. Meski usianya yang sudah tua renta, pria ini tetap hidup mandiri tak mau tergantung sama anak, cucu apalagi orang lain menjadi prinsip hidup. Ia tetap bekerja, jadi pedagang keliling. Luar Biasa!
Anaknya yang sukses, tak membuat Mbah Tohari berpuas diri dan malas-malasan, termasuk dalam mencari rezeki.
Diusianya yang sudah mencapai 104 tahun, Mbah Tohari hampir setiap hari harus menempuh perjalanan berjam-jam dan puluhan kilometer sambil menuntun sepeda onthel. Hal ini dilakukan saban hari tidak lain untuk menjajakan barang dagangannya.
Dimana Mbah Tohari bertempat tinggal?
Berdasarkan informasi dari Sindonews, Mbah Tohari tinggal di Jalan Telaga Warna RT 6 RW 18, Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang. Kegiatan hampir setiap harinya adalah mengedarkan barang dagangannya. Bahkan, hampir separuh harinya dihabiskan di jalanan, dalam kondisi panas maupun hujan.
Sepanjang perjalanan, ia menuntun sepeda butut bermuatan kardus berisi barang dagangan yang meliputi shampoo, sabun mandi, sabun cuci, pewangi pakaian, pampers, maupun tisu.
Sepeda onthel tersebut tak mungkin dikayuh lagi, karena di belakangnya penuh muatan berupa kardus. Dalam sepanjang perjalanan kondisi jalan menurun maupun menanjak, sepeda itu terus dituntunnya, meskipun dengan napas yang tersengal-sengal.
Kondisi jalan curam, menanjak dan turunan tajam, seolah-olah sudah menjadi menu hariannya. Berjualan keliling tersebut telah dilakoni sejak puluhan tahun lalu.
Dengan berjalan semimenunduk, Mbah Tohari terus menuntun sepedanya dan berjalan pelan-pelan. Terkadang orang yang melihat dari kejauhan merasa iba, kemudian bermaksud memberi uang, namun ditolak Mbah Tohari.
“Ini sudah saya jalani sejak puluhan tahun lalu. Saya harus mencari rezeki dari berjualan ini,” ujar Mbah Tohari saat melintas di wilayah Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2016), seperti dilansir Sindonews.
Dengan alat bantu pendengaran, Mbah Tohari melayani pembeli di sepanjang jalan yang dilewatinya. Bahkan, ia memiliki jadwal rute jalan lokasi berjualan yang harus dilewatinya.
Jadwal jualan tersebut meliputi Hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Khusus untuk Hari Senin dan Jumat, merupakan hari libur, selain itu kulakan barang dagangannya.
Hari Selasa, ia berjualan di daerah Bakorwil Kedu-Surakarta, Kota Magelang. hingga ke Pakelan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Kemudian, setiap Rabu berjualan di wilayah Jurangombo-Karet-Giriloyo-Perumahan Lembah Hijau-Akmil-Perumahan Pancaarga.
Sehari kemudian, Mbah Tohari berjualan keliling di wilayah Seneng-Pakelan-Armada di Kecamatan Mertoyudan hingga Menowo, Kota Magelang.
Hari Sabtu, dia keliling di wilayah Bumi Prayudan, Kecamatan Mertoyudan. “Biasanya saya mulai berangkat pukul 05.30 WIB, terus pulang sekitar pukul 16.00 WIB. Saya edarkan untuk warung-warung yang sudah jadi langganan,” tuturnya.
Berdoa Setiap Malam
Di sela-sela menjajakan dagangannya, Mbah Tohari berbagi resep hidupnya yang telah menginjak usia 104 tahun itu. Ia menuturkan setiap malam selalu berdoa.
“Setiap malam saya berdoa, bukakan pintu surga yang seluas-luasnya. Itu saja yang saya lakukan,” kata lelaki yang selalu memakai sepatu kets warna putih.
Bahkan, saat ditanya jumlah cucunya, ia nggak hafal. Saat cucunya datang ke rumahnya, mereka diminta menyebutkan nama. “Saya nggak hafal,” katanya.
Editor: Wira
Sumber: Sindonews

WAHAI SUAMI !! Harus Tahu! Ini Bedanya Nafkah Istri Dan Uang Belanja



Banyak orang menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.

Namun, tahukah kamu, ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik dan air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)
Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).
Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)
Para istri juga harus memiliki sifat qana’ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori:  4945)
Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin. 
Sumber : DailyMoslem.com

Silahkan baca !! Inilah Hak Seorang Perempuan Terhadap Calon Suaminya



Hak Seorang Perempuan terhadap Calon Suaminya. Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan, telah menceritakan kepaddaku Abu Hazim dari Sahl bin Sa’ad bahwasannya ada seorang perempuan menawarkan adan menghibahkan dirinya kepada Nabi Saw., lalu seorang laki-laki pun berkata kepadd laki-laki pun berkata kepadd beliau, ‘Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya.
‘Beliau bertanya, ‘Apa yang kamu punya?’ laki-laki itu menjawab, ‘Aku tidak punya apa-apa.’ Beliau bersabda, ‘Pergi dan carilah meskipun hanya cincin besi.’ Maka, laki-laki itu pun pergi, kemudian kembali dan berkata, ‘Tidak, demi Allah aku tidak mendapat setengahnya.’ Shal berkata, laki-laki tidak memiliki baju atas. Maka Nabi Saw bersabda, ‘Apa yang dapat kamu perbuat dengan kainmu itu. Jika kamu memakainya, maka badanmu tidak tertutup, dan bila nanti istrimu memakainya, badan atasnya juga tak tertutup.’ Akhirnya, laki-laki itu pun duduk hingga agak lama, lalu beranjak pergi. Kemudian, Nabi Saw. melihatnya, maka beliau pun memanggilnya lalu bertanya kepadanya, ‘Apa saja yang telah kamu hafal dari al-Qur’an? Laki-laki itu menjawab, ‘Aku hafal surat ini dan ini.’ Ia menghitungnya. Maka, Nabi Saw. pun bersabda, ‘Kami akan menikahkanmu dengan perempuan itu dengan mahar hafalan al-Qur’anmu.” (HR. Bukhari).
Inilah kebiasaan kaum muslimah zaman dahulu. Mereka sangat mengidolakan laki-laki shalih dan sudi menikah dengan mereka, meskipun hanya dengan mahar hafalan al-Qur’an. Hal ini sangat jauh berbeda dengan muslimah zaman sekarang yang lebih mengidolakan laki-laki gagah, tampan, dan juga kaya.
Peristiwa sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut setidaknya mengingatkan kepada seorang muslimah bahwa keshalihan seharusnya dijadikan alasan utama ketika memilih calon suami. Namun, hal ini bukan berarti bahwa harta benda tidaklah penting. Namun jangan sampai pertimbangan kekayaan menjadikan seorang muslimah abai terhadap sesuatu yang paling dibutuhkan dalam membangun fondasi rumah tangga yang sakinah, yakni ketakwaan dan keshalihan. Sebab, tidak sedikit ada seorang laki-laki ada seorang laki-laki kaya dan tampan, tetapi ilmu agama dan keshalihannya minim. (reportaseterkini)

Tuesday, February 16, 2016

Inilah Sang Gubernur yang Bikin Air Mata Umar bin Khattab Tumpah



Meski jabatan sudah dicapai, namun perasaan gelisah dan cemas masih dialami oleh Supriansa, Wakil Bupati terpilih Soppeng, Sulawesi Selatan, periode 2016 – 2020.
Sesuatu yang mengganjal hati orang nomor dua di Kabupaten Soppeng jelang detik-detik pelantikan adalah belum mempunyai istri atau jomblo.
“Sebab saat ini hanya saya yang belum memiliki istri,” kata Wakil Bupati Soppeng seperti diberitakan laman VIVA.co.id, Selasa 16 Februari 2016.
Ibarat sayur tanpa garam, begitu yang dirasakan Supriansa. Hingga saat ini, Supriansa masih terus mencari wanita yang bersedia menjadi istrinya. Sebab jabatan Wakil Bupati yang akan menjadi tanggung jawab dan amanahnya tidak akan sempurna tanpa kehadiran seorang pendamping hidup.
“Niat itu yang utama, Insya Allah dengan bismillah saya katakan akan mencari calon istri tahun ini. Karena kehadiran seorang pendamping bagi saya bisa memberikan dampak positif dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar dia.
Lantas, kriteria wanita seperti apa yang diidamkan Supriansa?
“Tak ada kriteria khusus, saya mencari pendamping yang biasa saja dan jelas seiman. Sifatnya tidak arogan dan bisa membawa diri di tengah masyarakat,” tegas Supriansa.
Meski demikian, Supriansa tak malu menyebutkan jika dirinya menyukai wanita berjilbab. Selain itu, karakter wanita yang murah senyum serta senang menyapa merupakan ciri-ciri wanita idamannya. Pria yang pernah melaporkan kasus mantan Ketua KPK Abraham Samad ini juga tak terlalu mempersoalkan usia wanita idamannya kelak.
Diketahui, Andi Kaswadi Razak (bupati) dan Supriansa (wakil bupati) terpilih akan dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, di halaman kantor Gubernur Sulawesi Selatan Jalan Urip Sumiharjo Makassar, Rabu 17 Februari 2016 nanti.
Terkiat dengan persiapan pelantikan nanti, Surpiansa mengaku sangat berterima kasih kepada pasangannya yang juga bupati terpilih Andi Kaswadi Razak. Pasalnya, karena belum mempunyai istri, seluruh perlengkapan jelang pelantikan lebih banyak diurus oleh keluarga besar Kaswadi Razak.
“Sebagian besar perlengkapan Andi Kaswadi Razak yang urus semuanya, karena beliau tahu saya tidak punya istri. Apalagi beliau sudah paham soal pemerintahan. Makanya saya sangat bersyukur dan berterima kasih telah mendapatkan pasangan seperti Puang Dulli,” papar Supriansa.

Enam Ciri Manusia yang Nantinya Hancurkan Kabbah



Kabbah merupakan kiblat bagi kaum mukmin ketika melaksanakan salat. Nabi Muhammad SAW menyebutkan, pada akhir zaman nanti, bangunan yang menyerupai kubus ini akan mengalami kehancuran.

Peristiwa ini merupakan salah satu pertanda bahwa kiamat besar akan segera terjadi. Dalam haditsnya, Nabi menyebut bahwa penghancur Kabbah bernama Dzus-Suwaiqatain. Orang ini akan menghancurkan Kabbah dengan linggisnya.

Ternyata golongan ini berasal dari Habasyah (Ethiopia). Rasul pun menjelaskan ciri-ciri Dzus-Suwaiqatain yang nantinya akan menghancurkan rumah Allah ini. Penasaran dengan ciri-ciri mereka? Berikut ulasannya. 

1. Memiliki Dua Betis yang Kecil
Jika Nabi Ibrahim AS dengan susah payah membangun Kabbah, maka golongan ini dengan mudahnya menghancurkannya. Nama Dzus-Suwaiqatain sendiri memiliki arti Si pemilik dua betis yang kecil. Hal ini diungkapkan Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya:

“Orang yang akan menghancurkan Kabbah nanti ciri-cirinya memiliki dua betis yang kecil...” (HR Bukhari).

Tokoh Muslim, Al Halimi menceritakan bahwa pada zaman Nabi Isa As, ada seseorang yang melaporkan kepadanya tentang orang Habasyah berbetis kecil sedang menuju Kabbah untuk menghancurkannya. Nabi Isa As kemudian memerintahkan tujuh sampai delapan orang untuk mencegah orang Habasyah berbetis kecil itu.

Ternyata tidak hanya akhir zaman saja, kebencian bangsa Habasyah terhadap kaum muslim sudah terjadi sejak sebelum zaman Rasulullah SAW.  

2. Berkepala Botak
Ciri lain yang masih dijelaskan Nabi Muhammad SAW tentang manusia yang akan menghancurkan Kabbah adalah berkepala botak. Dzus-Suwaiqatain yang berkepala botak ini akan merampas kabbah menangggalkan kain kiswahnya.

“Dzussuwaiqatain dari Habasyah akan menghancurkan Ka’bah, pengikutnya akan merampasnya, dan menanggalkan kain kiswahnya. Seakan-akan saya melihatnya botak dan ditinggalkan.” (Imam Ahmad). 

3. Berkulit Hitam 
Penjelasan Rasulullah SAW selanjutnya terkait ciri manusia yang akan menghancurkan Kabbah adalah berkulit hitam. Mereka ini lah yang nantinya akan melepaskan batu kabbah satu persatu. Dari Abdullah bin Abbas Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Seolah-olah aku mengenalnya seperti orang berkulit hitam dan berkaki bengkok yang melepas batu Ka’bah satu persatu.” (Imam Bukhari). 

4. Berkaki Bengkok
Lanjut Imam Ahmad sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash,  “Seolah-seolah aku menyaksikan Dzus-Suwaiqatain sebagai seorang yang botak lagi berkaki bengkok.” Selain itu, “Ia menghantam Ka’bah dengan sekop dan linggisnya.” (HR Ahmad).

5. Berasal dari Habasyah (Ethiopia) 
Inilah salah satu ciri yang paling banyak disebut-sebut Rasulullah SAW dalam hadistnya. Bahkan Rasulullah SAW langsung menunjukan satu wilayah orang yang akan mengahancurkan Kabbah kelak.

Adalah Habasyah, (Kini, Ethiopia) tempat golongan ini bermukim. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa sejak zaman Nabi Isa, orang-orang ini sudah berencana menghancurkan Kabbah. Hadist tentang penghancur Kabbah pada akhir zaman ini banyak diriwayatkan dalam berbagai kitab. Dari Abu Hurairah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan,

“Ka’bah akan dihancurkan oleh Dzus-Suwaiqatain dari Habasyah (Ethiopia).”

Dari Abdullah bin ‘Amr Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bersabda, “Biarkan orang-orang Habasyah selagi mereka membiarkan kamu (tidak mengganggu kamu). Sesungguhnya tidak akan ada orang yang (berani) membongkar barang-barang simpanan dalam Ka’bah selain Dzussuwaiqatain dari Habasyah”. (HR. Abu Daud)

6. Menggunakan sekop dan Linggis
Penghancuran Kabbah nantinya menggunakan peralatan seperti sekop dan linggis. Dengan alat-alat ini Dzus-Suwaiqatain menanggalkan kiswah Kabbah, menurunkan batu demi batu kemudian menghancurkannya. 

“Ka’bah akan dirusak oleh Dzus-Suwaiqatain dari Habasyah; dicopotnya perhiasan Ka’bah, dan dilepas kiswahnya.”

Lanjut Imam Ahmad sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, 

“Seolah-seolah aku menyaksikan Dzus-Suwaiqatain sebagai seorang yang botak lagi berkaki bengkok.” Selain itu, “Ia menghantam Ka’bah dengan sekop dan linggisnya.”.

Lantas, mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak sahabat I-Yunik semua. Bagaimana bisa Kabbah di hancurkan sementara Allah berjanji akan menjaga Kabbah ini? Jawabannya: Dia terjaga sampai menjelang hari kiamat dan kehancuran dunia. Begitu yang dikatakan oleh an-Nawawi. Artinya, jika pada akhirnya Kabbah hancur, berarti kehancuran semesta akan segera terjadi.  Wallahu a'lam