Tuesday, February 9, 2016

Balita Ini Menangis Darah Hingga Pori-Pori Tangannya sejak umur 3 bulan


Fenomena menangis darah ini tidak hanya terjadi di luar negeri, di Indonesia pun ada. Sulit dipercaya, tapi hal ini sungguh nyata. Tidak hanya mengeluarkan air mata darah saat menangis bahkan dari seluruh tubuh keluar darah. Seperti yang dialami balita ini.
Cila Meylina Putri, seorang balita di Kabupaten Majalengka ini menderita penyakit aneh sejak kecil. Cila selalu mengeluarkan darah dari mata hingga pori-pori tangannya jika menangis.

Ika Rosita (22) ibu dari Cila, mengaku kondisi tersebut sudah terjadi sejak anaknya masih berusia 3 bulan. Keanehan tersebut semakin menjadi sejak sekitar lima bulan terakhir.

“Awalnya mah paling darah keluar dari matanya saja. Namun lama-kelamaan setiap nangis, selain dari lubang hidung, darah juga keluar dari pori-pori tangan Cila,” kata Ika.

Ika menjelaskan, secara umum, kondisi Cila nampak tidak ada keanehan dengan anak seusianya. Namun demikian, sebagai seorang ibu, Ika mengaku khawatir setiap kali anaknya menangis dan selalu mengeluarkan darah.
“Setelah nangis, ya seperti biasa lagi, main-main. Tapi, bagaimanapun juga saya merasa khawatir, karena setiap hari nangis bisa sampai lima kali dan selalu mengeluarkan darah,” jelas dia.

Sebagai orang tua, Ika yang berasal dari Kabupaten Sumedang tersebut mengaku khawatir dengan kondisi anaknya tersebut. Diakui dia, sejak ada keanehan pada Cila, dirinya sempat membawa anaknya ke RS.

“Saat awal-awal mengalami hal seperti ini, saya sempat membawa Cila ke RS di Sumedang. Terakhir, sekitar dua minggu yang lalu, Cila dibawa ke RSUD Cideres. Dan katanya harus dibawa ke poly mata, ke Bandung,” jelas dia.

Namun, karena terbentur ekonomi yang pas-pasan, Ika akhirnya membawa pulang kembali Cila ke rumah. Saat dirujuk ke RSUD Cideres, Cila mengaku didampingi oleh aparat desa setempat.

“Jangankan untuk berobat, untuk makan saja sulit. Suami saya juga hanya sebagai buruh kasar di pabrik genteng,” jelas dia.

Thursday, February 4, 2016

Tega, Ayah Ini Hukum Anaknya Dalam Mesin Cuci dan Menyalakannya


Seorang ayah diduga membunuh anaknya yang berumur tiga tahun dengan menempatkan dia dalam mesin cuci dan menyalakannya.
Christophe Champenois, 37, dan istrinya awalnya mengatakan kepada polisi bahwa anak mereka, Bastien 3 tahun, telah tenggelam di kamar mandi.
Namun putri mereka yang berusia 5 tahun, menyaksikan kejadian itu dengan ibunya, mengatakan kepada dokter yang memeriksa Bastien, bahwa saudaranya dimasukkan ke dalam mesin cuci sebagai bentuk hukuman.
Champenois diduga mengunci anaknya dalam keadaan telanjang ke dalam mesin dan bermain Internet sementara anaknya menderita di dalam mesin cuci yang sedang berjalan.
Ibu anak itu, Charlene Cotte, 29, bermain puzzle dengan putri mereka saat kejadian.

Setelah lima menit, Champenois membebaskan anaknya dari mesin cuci. Dia mengatakan kepada istri dan anak perempuannya, "Ia tidak akan mengganggu kita lagi."

Anak itu meninggal dengan banyak luka-luka. Champenois membantah telah membunuh, sementara Cotte menyangkal keterlibatannya dalam  pembunuhan di rumahnya Melun, Prancis ini. Namun, Cotte memang mengakui menonton suaminya memasukkan Bastien ke dalam mesin cuci dan menyalakannya.

Sungguh tega, seorang ayah menghukum anaknya hingga tewas, sedangkan ibunya hanya melihat saja. Walaupun anak itu nakal seharusnya tidak menghukum sampai membahayakaan nyawanya. Semoga orangtua selalu bijaksana dalam mendidik anak-anak

Friday, November 27, 2015

Jatuhkan Hamburger, Bocah Malang Ini Ditampar, Ditendang, dan Diseret Ibunya Sendiri


Setiap anak pasti pernah bertindak ceroboh. Ia bisa melakukan sesuatu yang salah tanpa disengaja. Saat ia berbuat salah, orang tua memang perlu memberi pengertian dan pelajaran. Tapi bukan berarti pelajaran tersebut diberikan melalui kekerasan fisik atau melukai sang anak. Jika sejak kecil seorang anak mengalami kekerasan fisik, trauma yang dialaminya bisa terus membekas hingga dewasa nanti.

Baru-baru ini aksi kekerasan yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya kembali membuat banyak orang geram. Dilansir dari dailymail.co.uk, semua berawal ketika seorang bocah dan seorang wanita yang diduga adalah ibunya sedang menikmati makan bersama di restoran. Lalu, tak sengaja sang anak menjatuhkan hamburger. Sang ibu pun seketika itu langsung murka dan emosional.

Sang anak langsung didorong jatuh dari kursi. Lalu ditampar. Belum cukup sampai di situ, bocah malang itu pun masih saja dipukul dan ditendang. Ketika ia sudah terlihat tak berdaya terkapar di lantai, wanita tak berperasaan itu masih saja menendang-nendang tubuh mungilnya. Parahnya lagi, tangan bocah itu langsung ditarik dan tubuhnya diseret untuk didudukkan kembali. 

Foto: copyright dailymail.co.ukFoto: copyright dailymail.co.uk

Sebuah rekaman CCTV pun tersebar di dunia maya. Rekaman yang diambil dari sebuah outlet makanan cepat saji di kota Shiyan, provinsi Hubei, Cina bagian utara ini pun mendapat banyak kecaman dari para netizen.

Foto: copyright dailymail.co.ukFoto: copyright dailymail.co.uk

Jika Anda ingin melihat videonya bisa langsung ke link berikut. Harap diperhatikan kalau video ini mengandung aksi kekerasan. Pastikan tak ada anak kecil di sekitar Anda saat melihatnya, ya. Namun, kalau Anda paling tak tahan melihat aksi kekerasan, sebaiknya tak usah menonton videonya. Benar-benar tak tega melihat betapa bocah malang itu begitu tak berdaya disiksa oleh ibunya.

Foto: copyright dailymail.co.ukFoto: copyright dailymail.co.uk

Selain banyak yang tak menerima aksi sang ibu, banyak pula yang mengecam sikap pasif seorang karyawan yang ikut terekam di kamera. Karyawan tersebut terlihat asyik sendiri dengan ponselnya meskipun di depan matanya ada seorang bocah malang yang disiksa. Perwakilan restoran itu akhirnya angkat bicara, "Kami telah memanggil pegawai yang bekerja saat itu dan ia telah diberi ganjaran."

Polisi saat ini sedang melakukan investigasi atas kejadian nahas tersebut. Ladies, semoga hal semacam ini tak terjadi lagi di mana pun. Dan, semoga bocah malang dalam video itu tak mengalami trauma atau tak lagi jadi korban kekerasan ibunya sendiri.