Tuesday, April 19, 2016

Dipeluk Lelaki saat Tidur, Al Ghazali Marah dan Usir Pelaku



- Penyanyi Maia Estianty meluncurkan buku Edukasi Seks Untuk Remaja pada siang tadi di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan. 

Mantan istri Ahmad Dhani itu sengaja mengkampanyekan edukasi seks bagi remaja karena dia pernah jadi korban pelecehan seks saat kecil oleh tukang kebun yang bekerja di ruman pamannya. Maia tak ingin hal itu terjadi kepada anak-anaknya dan para remaja atau anak-anak launnya. 

Selain dirinya, Maia juga bercerita putra sulungnya, Al pernah mendapat perlakuan tak senonoh dari seorang lelaki.

"Pernah bener kejadian, Al tuh dipeluk sama laki-laki ketika tidur," ujar Maia Estianty, Selasa (19/4/2016).

Mantan teman duet Mulan Jameela di Ratu itu melanjutkan, saat itu Al masih kecil dan belum mengerti hal tersebut. Untungnya, Maia sempat membekali pendidikan seks untuk ketiga putranya.

"Ya, aku kan selebriti, lingkungan keluarga aku banyak yang memiliki kelainan seks. Untungnya aku tuh kasih tahu, kalau laki yang seperti ini tuh begini. Kalau laki-laki yang seperti ini suka sama laki-laki juga. Pas kejadian Al dipeluk, itu Al sontak langsung berdiri, marah-marah, diusir tuh orang, karena buat Al (laki-laki) itu enggak normal," beber pelantun Lelaki Buaya Darat.

sumber : suara.com

Sunday, March 20, 2016

Masih Ingat Bocah Messi Kresek ??? Ini Akhir Cerita Sedih nya, Silahkan Baca !!


Masih ingat si Murtaza Ahmadi ???

Ya, bocah asal daerah konflik perang di Afghanistan yang terkenal gara-gara fotonya memakai tas kresek dengan nama punggung Messi.

Murtaza pada beberapa waktu lalu mendapat hari paling membahagiakan di hidupnya.

Ia mendapat hadiah jersey asli Argentina lengkap dengan nama punggung Messi di belakang.

Namun, kabar terakhir, menjadi akhir cerita sedih buat Murtaza.

Leo Messi Foundation, atau yayasan yang didirikan oleh Messi, memastikan bahwa rencana mereka membawa Murtaza ke Barcelona untuk bertemu dengan Messi, batal.

"Pertemuan dia Dengan Messi batal. Kami mendapat ribuan permintaan dari anak-anak di negara lain, dan kami tidak mungkin mengabulkan permintaaan mereka satu-satu. Kami ingin melakukannya, tapi mustahil," ujar seorang sumber di Leo Messi Foundation.

Kabar ini membuat keluarga Murtaza kecewa.

Sebelumnya, Paman Murtaza sudah diberitahu, bahwa Murtaza dan keluarganya akan dibawa ke Spanyol untuk bertemu dengan pemain berjuluk La Pulga itu.

Kabar ini juga membuat Messi mulai dibanding-bandingkan dengan Cristiano Ronaldo.

Fans menyebut, Ronaldo berani terbang jauh-jauh untuk mendatangi Martinus, sementara Messi dengan kekayaannya, mendatangkan Murtaza ke Spanyol saja masih merasa berat. (The Daily Mail)

Aku Bersyukur Ibuku Meninggal, Baca dulu !!


DIA berjalan kearah kerumunan tempat prosesi ibunya dikuburkan dengan langkah tegap penuh kepercayaan diri tanpa sedikitpun bekas air mata di pipinya. Orang-orang melihatnya, menyalaminya, dan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya wanita tercinta yang telah membesarkannya. Hampir tak ada sedikitpun rasa kesedihan di wajahnya. Dan senyumnya yang ramah itu menimbulkan tanda tanya di benak para pelayat, termasuk saudari satu-satunya.

Dia berdiri di tepi kuburan menatap liang lahat seolah-olah ingin mengukur luasnya. Lalu masuk kedalam, membantu pemakaman ibunya meski tanah basah mengotori jas yang dikenakannya. Sesekali dia tersenyum menatap wajah ibunya yang kaku dan tak bisa lagi membuka matanya. Dan sekali lagi, tidak adanya kesedihan diwajahnya menimbulkan pertanyaan, ‘Ada apa antara dia dan ibunya?’.

Orang-orang telah pergi meninggalkannya yang masih berdiri di tepi kuburan sang ibu. Saudarinya pun telah dimintanya untuk pergi duluan mengurus suami dan anak-anaknya. Sementara dia tetap berdiri disana, sendirian, namun sekali lagi, tanpa sedikitpun kesedihan. Sesekali dia tersenyum seakan ibu melihatnya dari dalam.

“Boleh saya bertanya, nak?” Sapaan pak ustadz dari belakang mengagetkannya.

Dia menoleh kebelakang dan mengangguk kecil sambil tersenyum.

Pak ustadz lalu berdiri disebelah kanannya, “Saya hanya ingin meluruskan rasa penasaran warga padamu, ada apa antara kamu dan ibumu?”

“Maksudnya pak?”

“Yaaah, kami tidak melihat sedikitpun rasa sedih di wajahmu.”

Sekali lagi dia tersenyum dan menatap pusara sang ibu, “Ayahku meninggal saat aku masih remaja, dan dia ayah yang sangat baik meski bekerja pas-pasan. Dia melindungi kami dari apapun yang merusak lahir dan batin kami. Tapi aku adalah anak pembangkang.”

“Di hari terakhir ayahku, aku bertengkar hebat dengannya dan bahkan meyumpahinya hanya karena dia tak membelikan aku handphone yang kuinginkan. Aku takkan lupa saat ayahku selesai dikuburkan, pak ustadz. Ibuku menangis setiap harinya, tubuhnya melemah dan mengurus. Namun dia tak berhenti berkeliling menjajakan bakwan keseluruh kampung meski beberapa bakwan yang terjual itu terasa asin bercampur dengan air matanya.”

“Aku melihatnya setiap saat pak, dan aku tidak bisa berhenti menyalahkan diriku yang telah membawa kekecewaan di wajah ayahku saat dia meninggal. Sejak itu, aku meyakinkan diriku bahwa suatu hari nanti ibuku akan mengalami hal yang sama. Dia akan meninggal, dia akan meninggal, dan dia akan meninggal. Dan itu hanya masalah waktu.”

“Pikiran itu terus menghantuiku dan memaksaku harus melakukan sesuatu. Aku tak bisa lagi melakukan kesalahan yang sama seperti pada ayahku. Aku mengubah semua tentang hidupku, baik duniaku maupun agamaku, karena setiap harinya aku berpikir mungkin besok adalah hari terakhir ibuku. Hingga aku berada di posisi seperti ini, pak ustadz.”

Aku bersyukur, ibuku meninggal ketika aku tidak lagi membebani hidupnya.
Aku bersyukur, ibuku meninggal setelah aku memberinya cucu yang sehat dan berbakti.
Aku bersyukur, ibuku meninggal saat masa tuanya hanya tinggal memikirkan ibadah.
Aku bersyukur, ibuku meninggal dengan menepuk dada setiap kali dia bercerita tentangku dan saudariku.
Aku bersyukur, ibuku meninggal di rumahnya dan bukan di kontrakannya.
Aku bersyukur, ibuku meninggal sekarang ini, pk ustadz.
Aku bersyukur, ibuku meninggal penuh kebahagiaan karena aku dan saudariku selalu menghubunginya setiap hari menanyakan kabarnya dan menceritakan kabar kami.”

Dia mulai meneteskan air mata, dan mulai mengalir deras, meski bibirnya terus menerus mengukirkan senyum yang menyejukkan.

“Dan aku bersyukur, pak ustadz. Aku bersyukur, ibuku meninggal tanpa membawa kekecewaan kealam sana dan yakin bahwa aku dan saudariku akan terus memberinya kebanggaan yang akan dikatakannya pada Tuhan dan pada ayahku. Penyesalanku sekarang, aku harus bersabar untuk melihat senyumnya dan mendengar tawanya lagi.”




Sumber : http://9trendingtopic.blogspot.com

Friday, March 18, 2016

Ditanya tentang Nafkah Suami, Istri Caisar: Saya Tak Minta Rumah atau Mobil Baru, Saya hanya minta Rumah di Surga


Suasana penuh haru nampak terlihat dalam acara Satu Jam Lebih Dekat TVONE, sabtu (27/6/2015), yang menghadirkan bintang tamu mantan Raja Joged Caisar dan sang Istri. Dalam salah satu sesion, istri Caisar Indadari Midrayanti ditanya mengenai apakah ada perbedaan pendapatan setelah Caisar sudah tidak lagi tampil di TV dengan jogednya.

Indadari menjawab pertanyaan presenter dengan jawaban keimanan yang sangat tinggi kepada Allah terkait nafkah suami.

“perbedaan jelas ada, namun bagi saya banyak sedikit rezeki yg didapat itu ga masalah. Allah yg telah menjamin rezeki kita. Lebih baik rezeki sedikit tapi berkah, daripada banyak tapi ga berkah. Karena sekarang ini, orientasi kami bukanlah dunia, melainkan untuk akhirat.” jawab Indadari.

Lebih lanjut Indadari mengungkapkan bahwa tidak akan minta rumah baru, mobil baru atau apalah sama suami. Hanya satu yang diminta, yakni tolong mulai dari sekarang mencicil rumah di surga nanti.”

Bagi Indadari kehidupan di dunia ini cuma sebentar, pasti akan mati nanti. Indadari menginginkan tetap bisa kumpul di surga bersama suami dan anak.[islamedia/mh]

INSPIRATIF : "Inilah 6 Fakta Romantisnya Uje Terhadap Sang Istri"


Inilah 6 Fakta Romantisnya (Alm.) Ustadz Jefri Al Bukhori dalam memperlakukan Istrinya, Ummi Pipik Dian Irawati...
  1. Abi selalu menggandeng tangan istrinya saat berjalan, jikapun satu tangan juga tak menggandeng karena suatu hal, Abi selalu meminta istrinya yang menggandeng tangannya. Alasannya dia bertanggung jawab atas jalan istrinya supaya selalu aman
  2. Abi selalu mencium kening istrinya disaat-saat tertentu, sebelum dan sepulang bekerja, sesudah sholat, sebelum sesudah tidur. Alasannya sebagai tanda bahwa dia selalu melindungi istrinya agar istrinya selalu merasa nyaman.
  3. Abi tidak pernah berteriak pada istrinya, alasannya suara keras suami untuk istrinya adalah cambuk yang menyakitkan
  4. Abi tidak pernah mencela dan memaki istrinya sebesar apapun kesalahan yang diperbuat alasannya makian dan celaan bukan kata yang bijak mengajarkan kebenaran
  5. Abi selalu memeluk membelai istrinya jika istrinya berbuat salah, alasannya mulut perbuatan istri adalah tanggung jawab suami, bila istri sampai tidak terkontrol itu adalah salah suami, sebab itu dia selalu memeluk dan membelai istrinya sambil berkata "Maafkan Abi, lain kali jangan kamu ulangi kesalahan itu lagi, jadilah istri yang sholehah, salahkan Abi saja"
  6. Abi selalu bangun sebelum dan berangkat tidur setelah istrinya, alasannya kewajibannyalah utk melindungi hidup istrinya dimulai saat bangun tidur dan sampai tidur, itulah janji suami pd istrinya.

Fakta ini kayaknya patut dibaca para suami bukan hanya yang muslim tapi untuk semua suku, ras dan agama, karena bisa membuka hati suami, dijamin suami terhormat dan istri menjadi lebih menghargai dan sayang sama suami. Pepatah mengatakan hati wanita luluh jika disiram dengan air dingin daripada menyiramnya dengan minyak panas, krn pada dasarnya mereka butuh perhatian dan kasih sayang.
Semoga dapat menginspirasi banyak keluarga muslim...
Sumber : bacabagikan.blogspot.co.id

Seorang Pemuda yang Ditolong Syaitan untuk Pergi ke Masjid. Simak berikut Kisahnya!

Seorang pemuda bangun awal pagi untuk shalat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.



Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu lagi dan berjalan menuju masjid .

Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.

Dia menanyakan identitas lelaki tersebut. Lelaki itu menjawab, “Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..’

Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .

Ketika sampai di masjid, si pemuda bertanya kepada lelaki yang membawa lampu, mengapa tidak masuk dan shalat subuh bersamanya?” Lelaki itu menolak. Pemuda itu mengajak lagi hingga berkali kali dan jawabannya tetap sama.

Pemuda bertanya, “Kenapa menolak untuk masuk masjid dan ikut shalat?” .

Lelaki itu menjawab, “Karena aku adalah Iblis.”

Pemuda itu terkejut mendengar jawaban lelaki itu. .

Syaitan kemudian menjelaskan: Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa dosamu.

Saya membuatmu jatuh kali kedua, dan itupun tidak membuatmu berubah pikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid. .

Karena itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.

Saya kuaatir, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa seluruh penduduk kampungmu. Jadi, saya mesti memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat.

Pesan moral kisah ini:

Jangan biarkan Syaitan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yang akan kamu dapat dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut.

(Jangan menyerah pada usaha ke-100 meskipun masih gagal. Siapa tahu keberhasilanmu berada pada usaha ke-101) 



Sumber : http://www.wajibbaca.com

Thursday, March 17, 2016

Inilah Kisah Mistis Soeharto dan Perjalanan Rahasianya


Tak hanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang gemar melakukan 'blusukan'. Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto pun memiliki hobi yang sama, hanya saja cara keduanya melakukan berbeda. Pada masa Seoharto memimpin, tak ada istilah khusus untuk menyebut inspeksi mendadak yang kini dipopulerkan dengan nama 'blusukan' oleh Jokowi. Tak ada pula penyambutan keramaian karena semua dilakukan serba rahasia. Sebuah pengalaman unik dirasakan Try Sutrisno pada tahun 1974 ketika dia masih menjadi ajudan Soeharto soal hobi mantan kepala negara satu itu.

Suatu ketika, Soeharto tiba-tiba memerintahkan Try untuk segera menyiapkan mobil dan pengamanan seperlunya. "Siapkan kendaraan, sangat terbatas. Alat radio dan pengamanan seperlunya saja dan tidak perlu memberitahu siapa pun," perintah Soeharto seperti yang dikenang Try Sutrisno dalam buku "Soeharto: The Untold Story".

Perjalanan rahasia itu berlangsung selama dua pekan. Hanya Try, Dan Paspampres Kolonel Munawar, Komandan Pengawal, satu ajudan, Dokter Mardjono dan mekanik Pak Biyanto yang mengurus kendaraan yang turut serta dalam perjalanan itu.

Di luar rombongan ini, hanya Ketua G-I/S Intel Hankam Mayjen TNI Benny Moerdani yang mengetahuinya. Panglima ABRI ketika itu bahkan tidak tahu bahwa presiden sedang berkeliling dengan pengamanan seadanya ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Pada saat itu, Indonesia memasuki tahap Pelita II.

Alhasil, Soeharto merasa harus turun langsung memantau program-program pemerintah dilaksanakan. Dengan melakukan perjalanan rahasia seperti ini, Soeharto bisa melihat kondisi desa apa adanya dan mendapat masukan langsung dari masyarakat.

"Kami tidak pernah makan di restoran, menginap di rumah kepala desa atau rumah-rumah penduduk. Untuk urusan logistik, selain membawa beras dari Jakarta, Ibu Tien membekali sambal teri dan kering tempe. Benar-benar prihatin saat itu," tutur Try.

Meski pejalanan itu berusaha ditutup rapat, kedatangan presiden ke suatu desa akhirnya bocor juga hingga sampai ke telinga pejabat setempat. Para pejabat daerah pun geger hingga memarahi Try Sutrsino karena merasa tidak diberi kesempatan untuk menyambut presiden.

Try tidak bisa berbuat banyak karena perjalanan ini adalah kemauan Soeharto. Try yang kemudian hari menjadi Wakil Presiden ini pun melihat Soeharto terlihat begitu menikmati perjalanan keluar masuk desa. Semua hal yang ditemui di lapangan dicatat Soeharto untuk jadi bahan dalam rapat kabinet. Saking menikmatinya perjalanan itu, Soeharto tidak protes atau pun marah saat ajudannya salah mengambil jalan hingga akhirnya tersasar.

Padahal, Soeharto mengetahui betul seluk beluk wilayah itu. Dalam ingatan Try, Soeharto ketika itu hanya tersenyum. Perjalanan incognito itu pun berakhir di Istana Cipanas dengan kondisi semua lelah. Try mengungkapkan, Soeharto mempersilakan para pembantunya untuk makan terlebih dulu daripada dirinya.



Sumber : http://www.tribunnews.com/

Friday, February 12, 2016

Inilah Azab Anak Durhaka, Saat Makam Dibongkar Jenazah Seperti Hangus Terbakar


Kisah Ini Disarikan dari ceramah KH. Zubairi Rahman, Pengasuh Program Keluarga Sakinah – Suara Giri FM
Sebut saja namanya Karta. Ia telah menikah dengan wanita pilihannya. Wajahnya cantik. Namun sayang, hatinya tak secantik wajahnya. Karta mulai terpengaruh dengan istrinya dan hampir selalu menurutinya. Dari sinilah kisah tragis itu dimulai.
Selain Karta dan istrinya, di rumah itu juga tinggal ibunya. Sebelumnya, Karta bersikap baik pada ibunya. Tapi perlahan, sang istri men-‘cuci otak’-nya.
Suatu hari, sepulang Karta dari tempat kerja, istrinya mengadu. “Mas, ibu itu bagaimana sih. Kerjanya cuma jalan-jalan ke rumah tetangga. Nggak mau bantuin aku.”
Karta langsung termakan kata-kata sang istri. Dicarinya ibunya.
“Ibu, ibu sukanya ke main ke rumah tetangga ya. Nggak mau mbantu menantu ibu.”
“Siapa yang bilang begitu. Ibu itu yang ngepel dan nyapu rumah ini, Karta. Ibu yang mencuci. Dan makanan yang kamu makan itu, itu juga ibu yang masak. Ibu memang ke rumah tetangga, tapi itu cuma sebentar. Untuk istirahat. Kalau istirahat siang-siang di rumah ini, ibu bisa dimarahi istrimu…”
Mendengar penjelasan itu, bukannya minta maaf, Karta malah tidak mempercayainya. “Ah, ibu alasan saja.”
Hari-hari berikutnya, hubungan antara Karta dan ibunya tak kunjung membaik. Apalagi hubungan antara ibu dengan istri Karta, semakin memanas. Hingga suatu malam, setelah Karta sampai di rumah, sang istri memintanya mengambil keputusan yang sangat sulit.
“Mas, aku sudah tidak betah lagi sama ibu. Aku dan ibu tidak bisa lagi tinggal dalam satu atap. Sekarang Mas pilih, aku yang pergi atau ibu yang keluar dari rumah ini,” kata istri Karta dengan nada tinggi. Karta bingung. Ia tidak tega mengusir ibunya, tetapi ia juga tidak sanggup berpisah dari istrinya.
“Kenapa seperti itu Dik. Aku sangat mencintaimu, aku tak mungkin hidup sendiri tanpamu. Tapi ibu, ia tidak punya siapa-siapa. Kalau ia pergi, pergi ke mana? Kasihan dia”
“Enggak Mas. Malam ini juga kamu harus putuskan. Ibu yang pergi atau aku yang pergi.” Luluh juga hati Karta di depan istrinya. Entah syetan apa yang merasukinya, ia pun melangkah ke kamar ibunya.
“Masya Allah, benarkah kamu mau mengusir ibu ini, Karta?” tanya ibu setengah tak percaya saat mendengar Karta memintanya pergi dari rumah.
“Iya, Bu. Ini demi kebaikan rumah tangga kami.”
“Kamu tega, Karta,” orang yang namanya dipanggil hanya diam, “kalaupun kamu mengusirku, tunggulah besuk pagi. Tengah malam begini, ibu harus ke mana?”
Karta terdiam. Ia tak menjawab. Tapi keputusannya telah bulat.
Beberapa waktu kemudian, ibu keluar dengan tas di tangannya. Tidak semua barangnya bisa dibawa. Ia melangkah berjalan di tengah malam, sambil air mata terus menetes membasahi pipinya. Sebagai seorang ibu, ia sungguh sangat kecewa. Sakit hatinya. Diusir oleh anak sendiri yang lebih mementingkan istri tak berakhlak daripada ibunya. Dalam kondisi itu, sang ibu pun berdoa. “Ya Allah, hatiku sakit atas perlakuan ini. Anakku sendiri mengusirku, padahal aku yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Ya Allah, aku tidak ridho padanya. Aku haramkan seluruh air susu yang diminumnya sejak bayi hingga membentuknya seperti saat ini.” Doa seorang ibu yang didurhakai, doa di tengah malam, dalam kondisi hujan rintik-rintik, ketiga faktor mustajabnya doa itu bertemu.
Keesokan harinya, Karta merasakan seluruh tubuhnya sakit. Kulitnya mulai gatal-gatal. Makin lama, kulitnya seperti melepuh. Hari-hari berikutnya lepuhan itu mengeluarkan nanah dengan bau yang menyengat. Sampai-sampai, tetangga yang menjenguknya pun tidak berani mendekat. Berbagai upaya medis tak juga membuatnya membaik. Karta menyadari bahwa ini mungkin karena kesalahannya mengusir ibunya sendiri di malam itu. “Tolong carikan ibuku, aku ingin minta maaf. Sakitku ini karenanya,” pintanya pada seseorang.
“Tidak. Biar Karta merasakan sakit itu. Sakitnya hatiku diusir lebih sakit dari apa yang dirasakan Karta,” jawab sang ibu saat ditemui pesuruh Karta, “aku tak mau kembali ke rumah itu.”
Beberapa hari kemudian, Karta pun meninggal. Begitu busuknya bau Karta, sampai-sampai modinsetempat tidak mau memandikannya sendiri. Ia menyewa orang untuk memandikan Karta. Waktu meninggalnya Karta hampir bersamaan dengan meninggalnya orang lain di kampung yang sama. Sehingga tersedialah dua galian untuk memakamkan mereka. Dan baru saja Karta dimakamkan, keributan terjadi.
“Ini seharusnya makam untuk saudara saya, kenapa ditempati,” kata seseorang yang terkejut melihat galian makam untuk saudaranya telah terisi.
“Maaf pak, kami tidak tahu. Karena sudah terlanjur, sekali lagi kami minta maaf. Mohon almarhum dimakamkan di galian satunya Pak, kan sama-sama makamnya”
“Tidak bisa! Ini sudah kita pesan liang lahatnya dekat dengan anggota keluarga yang meninggal sebelumnya. Kalau di sana kan jadi terpisah. Kami tidak mau. Harus dibongkar”
Karena tidak bisa diajak kompromi, akhirnya warga pun mengalah untuk membongkar kembali makam Karta. Anehnya, saat makamnya dibongkar, mereka mendapati kain kafan Karta telah berubah warna; coklat keabu-abuan. Tubuhnya juga tampak lebih tipis. Dan begitu dibuka, mereka terkejut bukan main. Jenazah Karta berubah warna dan bentuk, seperti hangus terbakar. Demikian dahsyatnya azab bagi anak yang durhaka kepada ibunya. Azab pedih langsung terjadi di dunia dan lebih pedih lagi saat berada di alam barzah.
Silahkan Sebarkan kisah nyata ini kepada semua orang, supaya mereka sadar dan mengerti cara memperlakukan ibu kita. Sebarkan sebanyak-banyaknya supaya kita semua terhindar dari anak durhaka. Mari kita sayangi ibu kita, semoga kita tidak termasuk jadi anak durhaka. Amin.

Tuesday, February 9, 2016

Miris !! Seorang Ibu Sakit-sakitan Dipaksa Oleh Anaknya Membeli Iphone6 Untuk Hadiah Sang Pacar!


Seorang anak yang masih berusia 15 tahun memaksa ibunya untuk membeli iPhone 6 Plus 64GB, dan parahnya iPhone itu untuk dijadikan hadiah kepada kekasihnya.
Hal ini diketahui setelah seorang penjaga counter memberitahukan bahwa kemarin dia mendapatkan pelanggan seorang ibu dan anaknya.
Dari pengakuan penjaga counter, si ibu itu kakinya sakit dan pincang saat berjalan, sekilas ibu terlihat tidak kuat untuk melangkah karena kakinya sakit.
Dengan ramah, si penjaga counter pun memberikan layanan kepada ibu dan anak yang ingin membeli iPhone ini.
Berikut ini percakapan yang terjadi antara si penjaga counter dengan sang ibu yang sakit dan anaknya:
Aku:- Assalamualaikum makcik, kami ada set handphone, laptop dengan barangan rumah. Ada tiga cara bayaran, cash, kad kredit dan ansuran mudah.
Ibu:- Kalau ansuran mudah macam mana cara dia?
Aku:- Kalau ansuran mudah, sediakan penyata gaji, salinan kad pengenalan dan penyata bank. Kalau malas nak pergi bank buat penyata bank, bagi je nombor akaun, saya buatkan penyata bank. Makcik nak apa, saya kirakan sekali bayaran bulanannya. Paling maksimum bayaran boleh sampai tiga tahun saja.
Anak:- Okay bang, berapa eh sebulan untuk iPhone 6 Plus 64GB dengan Samsung Note 4?
Aku:- *terus ambil kalkulator kira* Okay, kalau dua handphone, RM296 untuk sebulan selama 3 tahun.
(Sambil tersenyum aku tengok, muka makcik itu yang macam resah. Aku tahu makcik tu orang susah).
Anak:- Okay, Ibu jadi eh? Boleh eh?
Ibu:- (Hanya mampu mengangguk mengikut kehendak anak dia)
Aku:- Beli handphone sampai dua, satu siapa punya? Umur adik berapa?
Anak:- Yang Samsung Note 4 itu saya punya, yang iPhone 6 128GB tu saya nak hadiahkan kepada makwe saya bang. Minggu depan hari lahir dia. Umur 15.
Aku:- (Mengucap dalam hati, sambil geleng kepala. Ya Allah, macam ni sekali anak dia buat kat Ibu dia? Ibu dia yang bayar bulan-bulan, senang-senang je anak bagi kat makwe dia).
Ibu dia terus keluarkan dokumen, aku tengok penyata gaji Ibu dia sebulan cuma RM950.
Aku:- Okay makcik, nanti saya proses. Dalam masa seminggu akan dapat jawapan lulus ke tak.
Ibu:- Okay, baik dik. Terima kasih. (Dengan wajah seperti pasrah dengan kehendak anak dia)
Aku:- Sama-sama makcik. Datang lagi. (Aku senyum dengan rasa bersalah tengok keadaan Ibu dia yang kaki tempang berjalan keluar)
Percakapan di atas memang berbahasa Malaysia, karena peristiwa ini memang terjadi di Malaysia, namun menjadi viral di sosial media.
Bayangkan, masih kecil saja anaknya sudah memperlakukan ibunya seperti ini, bagaimana jika si anak kelak sudah besar? Apakah dia masih memperlakukan ibunya begini? Atau bahkan lebih parah?
Dalam batinnya, si penjaga counter pun berdo’a semoga Allah memberikan kekuatan kepada sang ibu, dan dalam penuturannya dia mengaku ingin menangis menyaksikan hal ini.
Untuk semuanya, janganlah memaksakan kehendak kita kepada orang tua kita, kasihani mereka yang berjuang mati-matian mencari nafkah untuk kita.
Silahkan share artikel ini kepada semua temanmu, supaya tidak ada lagi yang memperlakukan ibunya seperti ini.