Friday, May 6, 2016

JAGALAH Kekhusyu'an Shalatmu dan HINDARKAN Tanda Hitam di Jidatmu! Ini Alasannya...


vemale - Perbanyaklah sujud (dengan shalat) namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak TAMPAN dan HINDARKAN munculnya tanda hitam di dahi atau jidatmu karena dikhawatirkan timbul Riya'....

Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka membenci adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.

نْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

    عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

    عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.

Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).

    عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

    عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.

Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari ATSARIS SUJUUD (bekas sujud)’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapalen’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapalen’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).


Bahkan dalam kitab Hasiyah as-Showi,

    وليس المراد به ما بصنعه بعض الجهلة المرائين من العلامة في الجبهة فانه من فعل الخوارج وفي الحديث اني لابغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود

“Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan TUKANG RIYA’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” dalam sebuah hadits disebutkan sungguh saya benci seseorang yang saya lihat diantara kedua matanya terdapat bekas sujud (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).


Semoga kita selalu dapat menjagai diri kita dari tanda Riya', Aamiin...



Sumber : situmautau27.blogspot.co.id

Subhanallah ! Jenazah Wanita Sholehah Masih Segar Walaupun Sudah 30 Tahun


vemale - Seorang  anak telah bermimpi didatangi ibunya. Pada ketika itu, ibunya telah meninggal dunia lebih dari 30 tahun. Dalam mimpi tersebut ibunya telah meminta anaknya supaya memindahkan kuburnya bersebelahan dengan kubur suaminya.

Mungkin bagi sesetengah kita menganggap ia sekadar satu mainan tidur. Tetapi anaknya dengan bantuan orang ramai telah menggali kubur tersebut dan mendapati jenazah ibunya masih lagi kelihatan segar.

Subhanallah, biarpun ia sudah mencecah 30 tahun.

Sugiyem telah meninggal dunia sejak 30 tahun yang lampau. Anaknya sering bermimpi agar kuburnya digali dan dipindahkan berdekatan kubur suaminya. Wanita yang berasal dari Desa Kecamatan Jangkar meninggal dunia pada tahun 1981.

Apa yang pelik mayatnya masih utuh cuma agak kering bahkan kain kafan yang memballut jasadnya masih lengkap. Ini menimbulkan kegemparan pada penduduk setempat. Ia meninggal pada usia yang masih muda iaitu 34 tahun kerana sakit.

Anak sulungnya Subri sering bermimpi ibunya mohon agar makamnya dipindahkan berdekatan makam suaminya.

Penduduk setempat yang mengenali Suginem semasa masih hidup menyatakan wanita ini amat setia pada suaminya selain seorang yang sangat pemurah dan penyabar.

Banyak hari ini isteri-isteri kurang sabar dengan karenah suami. Kadangkala mereka mengabaikan makan minum suami dengan alasan mereka wanita berkerjaya.

Ingatlah apa kerjayapun… namun tak akan terlepas dari tanggungjawab menguruskan rumahtangga kerana ia adalah tanggungjawab WAJIB seorang isteri. Isteri tidak dipersoalkan tentang nafkah di akhirat meskipun mereka bergaji besar melebehi sisuami.

Suami yang tidak mendapat layanan isteri dan merasa tersentuh hati di atas perlakuan isteri memungkinkan isteri tidak akan mencium bau syurga. Jadikan kisah di atas sebagai iktibar.

Semasa hidupnya Sugiyem terkenal sangat solehah, tidak pernah membuka auratnya didepan khalayak, rajin berjamaah di Musholla, gemar menolong sesama dan sangat menurut pada suaminya.

Semoga, Ibu, dan semua saudara perempuan kita tergolong kedalam golongan mereka yang sholehah. Aamiin ya Rabbal’alamin..

Silahkan sebarkanlah kisah nyata ini kepada semua temanmu.




Sumber : Facebook Ukhuwah Menuju Jalan Allah

Inilah Doa Supaya Mudah Bersalin.. Silahkan di Bagikan


vemale - Setiap ibu yang sedang mengandung pastinya akan melalui proses melahirkan dan proses ini merupakan proses yang paling berat dan membutuhkan pengorbanan seorang ibu dalam menjalaninya karena disini seorang ibu akan dihadapkan dg pilihan hidup atau mati sehingga perlu sekali anda atau suami anda untuk sering – sering memohon dan meminta pertolongan kepada Alloh supaya memudahkan persalinan anda. Peristiwa melahirkan adalah bagian dari perayaan yang besar sekaligus peristiwa spiritual dan ibadah paling indah bagi wanita dan keluarganya.

Selain mempersiapkan ilmu pengetahuan untuk memberdayakan diri agar peristiwa melahirkan bisa lebih indah dan mudah, berdoa adalah hal yang harus dilakukan para calon ibu dan ayah...Karena semaksimal apapun usaha kita, tetap Allah yang memberikan jawaban terindahnya...

Semoga tulisan ini bermanfaat, Silahkan Bagikan Ya




Sumber : http://bacaan-muslimah.blogspot.co.id

Tuesday, May 3, 2016

SUBHANALLAH !! Malaikat Pencabut Nyawa Menangis Saat Cabut Nyawa Wanita Ini, Siapakah dia?


Malaikat Maut pernah menangis waktu mencabut nyawa seorang wanita. Kisahnya yang mengharukan tercantum dalam Tadzkirah oleh Imam Qurthubi.
“Aku pernah menangis waktu mencabut nyawa seorang wanita, ” kata Malaikat Maut. “Saat itu ia baru saja melahirkan di padang pasir. Saya menangis waktu mencabut nyawanya karena mendengar bayi itu menangis dan tak ada seorang pun ada disana. ”
Tanpa sepengetahuan Malaikat Maut, karena ia cuma ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas menyelamatkan bayi itu dengan caranya hingga lalu ia tumbuh besar serta jadi seorang ulama yang dicintaiNya.

Dalam riwayat lainnya diceritakan cerita yang berbeda. Malaikat Maut ditugaskan mencabut nyawa seorang wanita yang tenggelam di sungai. Yang membuatnya menangis, wanita itu memiliki dua anak yang masih kecil. Ke-2 anak itu tidak ditakdirkan meninggal sehingga mereka selamat sampai ke tepian, bahkan juga Malaikat Maut turut membantunya menepi.

Melihat dua anak yang masih kecil tersebut, Malaikat Maut menangis karena ia harus mencabut nyawa ibunya. Mereka akan jadi anak-anak sebatang kara.

Tahun demi tahun berlalu, dua anak itu akhirnya tumbuh dewasa. Dan dengan izin Allah, ke-2 anak itu sama-sama menjadi raja di dua daerah yang berbeda.

***
" Kita tak pernah tahu kapan Malaikat Maut akan tiba mencabut nyawa. Satu yang pasti, tidak akan ada yang mampu memajukan serta menunda kematian sesaatpun ketika Allah telah menetapkan waktunya."


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Tiap-tiap umat memiliki batas waktu ; jadi jika sudah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al A’raf : 34)

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah : “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tdk (pula) kemanfaatan kepada diriku, tetapi apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika sudah datang ajal mereka, maka mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaatpun serta tak (pula) mendahulukan (nya). (QS. Yunus : 49)

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Munafiqun : 11)
Bahkan meskipun Malaikat Maut iba pun, hal itu takkan menunda kematian yang sudah dijadwalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’la.

Namun, kita juga tidak boleh terlalu takut dengan masa depan anak-anak dan keturunan kita. Mereka hidup, tumbuh dan besar bukanlah karena kita namun atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti kisah diatas, bahkan ditinggal oleh orangtuanya sekalipun, Allah yang akan melindungi mereka.

Yang justru perlu kita persiapkan dan lebih kita cermati adalah bekal kita menghadapi kematian. Siapkah kita menghadapi alam barzakh. Siapkah kita menghadapi hari kebangkita. Siapkah kita menghadapi yaumul hisab waktu seluruh amal kita di buka dihadapan semua makhluk. Sudahkah kita memikirkan, kalau Malaikat Maut datang secara tiba-tiba kepada kita, dimana rumah kita nantinya ; surga atau neraka?

TOLONG SEBARKAN ARTIKEL PENUH HIKMAH INI SEMOGA BERMANFAAT BUAT KITA SEMUA 


Sumber : gotopublik.com

Monday, May 2, 2016

Ternyata Inilah Cara Nabi Muhammad Untuk Menyembuhkan Penyakit.. Doa Nabi Muhammad Sembuhkan Bagian Tubuh yang Sakit



Vemale - Di Saat sakit tubuh menjadi lemah dan kosentrasi pun menjadi menurun sehingga semua pekerjaan menjadi terbengkalai. Semakin parah penyakit semakin menderita kita. Dan saat kita terbaring lemah di tempat tidur seperti itu, kita selalu berharap segera sehat kembali dan melanjutkan aktifitas-aktifitas yang tertunda.

Tapi sayangnya sakit tak bisa sembuh begitu saja, bahkan meski teknologi kedokteran sudah sangat canggih dan berkembang seperti saat ini, ada saja penyakit yang sulit disembuhkan.

Pada saat-saat seperti itulah manusia perlu semakin mendekatkan diri kepada Allah, sang maha pencipta, memohon dan berdoa agar penyakit bisa disembuhkan. Tentu saja dengan tetap berusaha menjalani pengobatan atau terapi dari dokter yang menangani.

Hal yang seperti ini juga dialami oleh Rasulullah ketika beliau sedang sakit. Selain berusaha dengan berobat beliau juga memanjatkan doa-doa khusus kepada Allah yang maha pemberi kesembuhan.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita melalui para sahabatnya, doa apa yang harus dibaca ketika tubuh mengalami kesakitan. Misalnya saja saat bagian dada (paru-paru dan jantung), kepala (sakit kepala atau migrain), sakit perut (lambung/maag), dan sejenisnya, maka Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa berikut ini:

Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah “A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)” (HR. Muslim)

Doa yang sama juga diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya, sebagaimana dijelaskan dalam Syarah Hisnul Muslim. Dikisahkan bahwa pada suatu hari seorang sahabat bernama Utsman bin Al Ash r.a datang kepada Rasulullah karena merasa sakit pada salah satu bagian tubuhnya.

Kemudian Rasulullah mengajarkan doa dan cara tersebut. Nabi memerintahkan Utsman bin Al Ash meletakkan tangan pada tempat yang sakit, kemudian membaca Bismillah sebanyak tiga kali dan membaca doa di atas sebanyak tujuh kali. Atas kehendak Allah, Utsman bin Al Ash sembuh dari penyakitnya.

Selain berupaya menyembuhkan penyakit dengan bantuan dokter. kita juga perlu membarenginya dengan doa kepada Allah. Karena semua obat dan dokter hanyalah perantara, sementara Allah lah yang memiliki ketetapan. Dan Atas Ijin Allah Sakit kita bisa hilang.



Sumber : tolongshareya

Sunday, May 1, 2016

SUBHANALLAH !! Keajaiban Al Qur’an Sembuhkan Sel Otak Yang Rusak


vemale - Semua umat muslim sepakat bahwa Al Quran menjadi petunjuk dan obat hati yang sangat ampuh. Bahkan seorang muslim akan mulia di hadapan manusia lainnya karena Al Quran. Berbagai keagungan Al Quran dalam bidang pengobatan pun tertulis dengan jelas sehingga banyak ilmuwan yang masuk islam karenanya.

Namun tahukah bahwa bacaan Al Quran bisa menyembuhkan sel otak yang telah rusak? Baru-baru ini sebuah pengobatan alternatif dengan metode pengobatan lewat suara tengah diuji oleh para ilmuwan. Dalam penelitian tersebut telah dibuktikan bahwa setiap sel dari sel otak bergetar dengan frekuensi tertentu. Kinerja sel otak tersebut berpengaruh untuk mengontrol kehidupan manusia.

Dalam perjalanan, guncangan eksternal seperti psikologis dan sosial membuat sel otak menjadi terganggu. Terkadang akibat goncangan tersebut mengarah kepada kerusakan salah satu program otak. Bahkan tak jarang ada yang mampu mengakibatkan kerusakan secara menyeluruh. Akibatnya muncul berbagai jenis penyakit baik secara mental maupun fisik.

Apakah kerusakan tersebut bisa disembuhkan? Ternyata para ilmuwan memiliki kesimpulan bahwa sel yang rusak tersebut bisa dimodifikasi atau diperbaiki dengan penggunaan gelombang getaran yang berasal dari sel yang sehat dan bersih.

Para ilmuwan pun berusaha mencari suara yang memiliki getaran tersebut dan mengembalikan fungsi sel otak sebagaimana mestinya. Namun hingga saat ini para peneliti hanya berkutat pada terapi musik ataupun suara alam. Kemudian muncullah sebuah fakta bahwa bacaan Al Quran dan doa akan masuk ke dalam telinga dan membuat getaran positif pada sel otak. Sebuah getaran yang sesuai dengan fitrah manusia.

Al Quran menjadi semacam suara harmonis yang tidak didapatkan dalam kitab lainnya. Maka benarlah firman Allah yang memiliki arti,

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS An Nisa 82)

Tak salah jika kini Al Quran menjadi pengobatan yang terbaik sekaligus termudah untuk bisa mengembalikan fungsi sel yang rusak. Itu karena Allah yang telah menciptakan sel dan Dia pula yang telah mengisinya dengan berbagai program yang detail tersebut. Secara jelas Allah sendiri menyatakan bahwa Al Quran sebagai obat dan rahmat.

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS Al Isra 82)

Dengan kata lain, membaca Al Quran akan berpengaruh besar pada keseimbangan sel tertentu seperti otak. Meski bertentangan dengan pemikiran medis, namun nyata-nyatanya telah banyak penyakit seperti kanker bisa sembuh hanya dengan membaca Al Quran.

Bacaan Al Quran akan mengaktifkan sel otak yang bertugas mengendalikan tubuh dan membuat energi positif di dalamnya sehingga mampu menjaga kekebalan tubuh.

Karena hal itulah Al Quran menjadi bukti kebenaran kitab Allah dan menjadi mukjizat yang tidak terbantahkan serta terbukti hingga kini.

Semoga kita semua bisa merutinkan membaca Al Quran agar tak hanya mengobati penyakit yang ada di dalam hati, namun juga bisa mengobati penyakit fisik.

Wallahu A’lam




Sumber : http://www.muslimsatu.com