Friday, May 6, 2016

Subhanallah ! Jenazah Wanita Sholehah Masih Segar Walaupun Sudah 30 Tahun


vemale - Seorang  anak telah bermimpi didatangi ibunya. Pada ketika itu, ibunya telah meninggal dunia lebih dari 30 tahun. Dalam mimpi tersebut ibunya telah meminta anaknya supaya memindahkan kuburnya bersebelahan dengan kubur suaminya.

Mungkin bagi sesetengah kita menganggap ia sekadar satu mainan tidur. Tetapi anaknya dengan bantuan orang ramai telah menggali kubur tersebut dan mendapati jenazah ibunya masih lagi kelihatan segar.

Subhanallah, biarpun ia sudah mencecah 30 tahun.

Sugiyem telah meninggal dunia sejak 30 tahun yang lampau. Anaknya sering bermimpi agar kuburnya digali dan dipindahkan berdekatan kubur suaminya. Wanita yang berasal dari Desa Kecamatan Jangkar meninggal dunia pada tahun 1981.

Apa yang pelik mayatnya masih utuh cuma agak kering bahkan kain kafan yang memballut jasadnya masih lengkap. Ini menimbulkan kegemparan pada penduduk setempat. Ia meninggal pada usia yang masih muda iaitu 34 tahun kerana sakit.

Anak sulungnya Subri sering bermimpi ibunya mohon agar makamnya dipindahkan berdekatan makam suaminya.

Penduduk setempat yang mengenali Suginem semasa masih hidup menyatakan wanita ini amat setia pada suaminya selain seorang yang sangat pemurah dan penyabar.

Banyak hari ini isteri-isteri kurang sabar dengan karenah suami. Kadangkala mereka mengabaikan makan minum suami dengan alasan mereka wanita berkerjaya.

Ingatlah apa kerjayapun… namun tak akan terlepas dari tanggungjawab menguruskan rumahtangga kerana ia adalah tanggungjawab WAJIB seorang isteri. Isteri tidak dipersoalkan tentang nafkah di akhirat meskipun mereka bergaji besar melebehi sisuami.

Suami yang tidak mendapat layanan isteri dan merasa tersentuh hati di atas perlakuan isteri memungkinkan isteri tidak akan mencium bau syurga. Jadikan kisah di atas sebagai iktibar.

Semasa hidupnya Sugiyem terkenal sangat solehah, tidak pernah membuka auratnya didepan khalayak, rajin berjamaah di Musholla, gemar menolong sesama dan sangat menurut pada suaminya.

Semoga, Ibu, dan semua saudara perempuan kita tergolong kedalam golongan mereka yang sholehah. Aamiin ya Rabbal’alamin..

Silahkan sebarkanlah kisah nyata ini kepada semua temanmu.




Sumber : Facebook Ukhuwah Menuju Jalan Allah

Tuesday, April 26, 2016

KHUSUS WANITA BACA INI : Berbahayakah jika Sering Mengalami Nyeri saat Haid?

Sahabat muslimah, nyeri saat haid ataau dalam istilah medis disebut dengan dysmenorrhea merupakan keluhan yang sering dijumpai  di kalangan wanita usia subur kira-kira 30-75% dari total populasi. Masalah yang timbul pada menstruasi seperti dismenorea merupakan masalah kandungan yang sering dialami remaja putri. Walaupun demikian jarang sekali mereka mencari pertolongan dokter, pada umumnya teman wanita dan orang tua menjadi tempat mencari nasihat.






Nyeri haid biasanya terjadi di perut bagian bawah tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bawah dan paha. Nyeri juga bisa disertai kram perut yang parah. Kram tersebut berasal dari kontraksi dalam rahim, yang merupakan bagian normal proses menstruasi, dan biasanya pertama dirasakan ketika mulai perdarahan dan terus berlangsung hingga 32 – 48 jam.

Dismenore yang dialami remaja umumnya bukan karena penyakit (dismenore primer). Pada wanita lebih tua,dismenore dapat disebabkan oleh kondisi/penyakit tertentu (dismenore sekunder), seperti fibroid uterus, radang panggul, endometriosis atau kehamilan ektopik.

Penyebab dari dismenore sangatlah bervariasi dan hingga saat ini seringkali hanya berupa faktor resiko dan dugaan saja, bukan penyebab yang pasti. Beberapa faktor yang menyebabkan antara lain:

1. Faktor psikiologis dianggap sangat berperan terhadap timbulnya nyeri saat haid. Faktor psikologis yang sering terjadi yakni stres.

2. Faktor resiko berikutnya adalah usia. Pada dismenore primer biasanya timbul pada usia remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama. Sedangkan dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun.

3. Faktor lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah: rahim yang menghadap ke belakang (retroversi), kurang berolah raga,  dan stres psikis atau stres sosial.

Cara mengatasi nyeri haid selain obat-obatan adalah dengan menggunakan cara alamiah sebagai berikut:

1. Siapkan kantung air panas yang bisa Anda buat dengan cara mengisi air hangat pada botol. Jika sudah siap terapkan pada perut bagian bawah yang terasa sakit sambil berbaring dalam kondisi rileks. Lakukan selama 10-15 menit berulang kali dalam sehari (3-4 kali). Kompres hangat ini dapat mengatasi nyeri haid dengan cara menenangkan otot rahim (relaksasi) dan melancarkan aliran darah.

2. Olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat membantu melancarkan aliran darah karena meningkatkan denyut jantung, apabila aliran darah lancar maka nyeri haid pun dapat lebih cepat membaik. Lakukan ini selama 30 menit setiap hari. Olah raga yang teratur sebelu menstruasi juga berperan mencegah sakit perut saat haid.

3. Banyaklah minum air putih terutama yang hangat karena air hangat dapat melancarkan peredaran darah dan dapat merelaksasi otot yang tegang. Selain banyak minum dianjurkan juga mengonsumsi makanan yang banyak kandungan airnya untuk membantu tubuh agar terhidrasi dengan baik, seperti: daun selada,seledri, timun, semangka dan berries (strawberry, blueberry, raspberry).

4. Cukup asupan Kalsium, karena Kalsium dapat membantu mengurangi kram otot yang membuat nyeri haid. Mayo Clinic merekomendasikan 1.000 mg per hari untuk wanita antara usia 19-50 tahun. Makanan tinggi kalsium termasuk: produk susu, biji wijen, kacang almond, dan sayuran berdaun hijau.

5. Hindari makan makanan yang berlemak, minuman beralkohol dan berkarbonasi serta hindari konsumsi kafein. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan meminum kafein dapat mengurangi kram dan ketegangan saat menstruasi.

Jika sudah mulai menstruasi dalam beberapa tahun terakhir dan mengalami nyeri haid terus, kemungkinan nyeri haid itu tidak masalah. Namun, jika nyeri haid sangat mengganggu Anda setiap bulan, gejala semakin memburuk, atau sudah berumur di atas 25 tahun dan baru mulai mengalami nyeri haid yang parah, maka hubungi dokter.


Sumber  (ummionline)

Friday, April 22, 2016

Meskipun Harmonis, 4 Golongan Suami Istri Ini Dilaknat Allah dan RasulNya

Perindu surga   -  Harmonis saja tidak cukup. Sebab, ada suami istri yang harmonis dan saling mencintai serta tampak bahagia, namun dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.



Berikut ini empat di antara pasangan suami istri yang dilaknat Allah dan Rasul-Nya meskipun mereka harmonis.

1. Memusuhi Islam

Abu Lahab dan Ummu Jamil adalah pasangan suami istri yang harmonis. Mereka selalu kompak. Namun kekompakannya digunakan untuk memusuhi Islam sejak pertama kali mengetahui bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus sebagai Rasulullah.



Abu Lahab sebenarnya adalah paman Rasulullah. Bukannya mendukung keponakannya, ia malah menghambat dan memusuhi dakwah keponakannya. Sejak Rasulullah berdakwah pertama kali di bukit shafa hingga hari-hari yang panjang di Makkah. Sedangkan Ummu Jamil, ia juga suka menghembuskan provokasi agar Rasulullah dihina dan dimusuhi.

Pasangan suami istri ini kemudian dilaknat Allah dan diabadikan dalam Surat Al Lahab.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ . مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ . سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ . وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ . فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab: 1-5)

Jangan sampai keluarga kita menjadi keluarga penentang dakwah dan keluarga yang memusuhi Islam jika tidak ingin mendapat laknat dari-Nya.


Sumber webmuslimah.com

Wahai Istri, Ucapkan Kalimat Ini Sebelum Suamimu Bekerja di Pagi Hari

Perindu surga  -  Setelah terjadi akad nikah, seorang laki-laki secara otomatis menjadi suami dan perempuan menjadi istrinya. Kehidupan suami istri dalam rumah tangga dimulai pada saat itu.


Suami sebagai kepala rumah tangga berkewajiban memberi nafkah kepada istri dan anaknya.

Salah satu usaha yang dilakukan untuk mencari nafkah adalah bekerja sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, baik di sebuah perusahaan atau pun berwiraswasta.

Waktu yang paling baik untuk mulai bekerja adalah di pagi hari. Karena pada saat itu matahari terbit untuk menyinari dunia, menyingkirkan hawa dingin, membunuh virus-virus penyakit, dan menyemangati kehidupan manusia.



Beraktivitas di pagi hari menimbulkan rasa optimisme yang tinggi bagi seseorang, agar dia bisa mengisi hari itu dengan rangkaian kegiatan yang menghasilkan dan bermanfaat bagi dirinya.

Orang yang berbahagia di antara kita adalah dia yang hari-harinya penuh dengan amal shalih, penghasilan yang halal dan mengulurkan bantuan kepada orang yang membutuhkan.

Sementara itu, orang yang celaka di antara kita adalah dia yang hari ini seperti hari kemarin yang penuh dengan kemalasan, tindakan-tindakan dosa, rezeki yang haram dan enggan memberi bantuan.

Seorang laki-laki yang sukses dalam kehidupannya dapat dipastikan di belakangnya terdapat istri yang sukses dalam kehidupannya. Yaitu perempuan yang memiliki keimanan dan dapat menerima keadaan suaminya, rezekinya, pekerjaannya, rumahnya dan anak-anaknya.

Seorang istri yang sukses pasti memiliki semangat dan keimanan bahwa rezeki dari Allah Ta’ala akan sampai kepada keluarganya jika Allah Ta’ala menghendakinya meski manusia berusaha menghalanginya.

Sebaliknya, rezeki itu tidak akan mengalir kepadanya jika Allah Ta’ala mencegahnya, meskipun manusia berusaha untuk membawakannya.

Istri yang sukses akan selalu mengingatkan suaminya setiap pagi dengan hal-hal yang biasa diucapkan oleh wanita-wanita shalihah tempo dulu kepada suaminya.

Mereka selalu memegang baju suaminya sebelum pergi bekerja dan berkata,

“Wahai suamiku, takutlah kepada Allah Ta’ala dalam urusan kami, jangan memberi makan kami dengan rezeki yang haram, kami kuat menahan panasnya lapar dan dahaga, tetapi kami tidak kuasa menahan panasnya api neraka.”

Istri shalihah tidak akan membebani suaminya dengan segudang tuntutan, permintaan, kebutuhan dan perabotan rumah tangga yang dianggarkan untuk sebulan, setengah tahun atau pun setahun.

Istri shalihah tidak akan menuntut rezeki esok, karena rezeki esok belum datang.
Sumber bersamadakwah.com

Thursday, April 14, 2016

Bila Waktu yang Tepat Bagi Muslimah Memulai Shalat Dzuhur di Hari Jum'at?


Vemale - SEBAGIAN wanita berpendapat bahwa pada hari Jum’at ketika mengerjakan shalat Dzuhur mereka mengakhirkan hingga selesai shalat Jum’at dengan keyakinan bahwa shalat Dzuhur sebelum shalat Jum’at selesai dilarang dan tidak sah. Namun sebagian lain mengatakan bahwa mengerjakan shalat Dzuhur pada hari Jum’at seperti waktu shalat dzuhur di hari lain, tidak perlu menunggu shalat Jum’at selesai. Maka apa sebenarnya hukum permasalahan ini menurut syariat?

Kami ambil dari Islampos.com  Inilah penjelasan kapan wanita mulai shalat Dzuhur di hari Jum’at?


Kita telah mengetahui bersama bahwa shalat Jumat tidaklah wajib bagi muslimah. Sebagai gantinya, ia melaksanakan shalat Dzuhur (empat rakaat) di rumahnya. Seringkali ditanyakan oleh para wanita, kapan mulainya shalat Dzuhur tersebut? Apakah ketika telah masuk waktu Dzuhur atau barangkali menunggu sampai shalat Jumat para pria di masjid selesai?

Shalat termasuk ibadah yang telah ditetapkan waktunya.

Allah berfirman,
“Sesungguhnya shalat adalah kewajiban bagi kaum mukminin yang telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa: 103).

Ibnu Mas’ud mengatakan: “Sesungguhnya shalat memiliki waktu khusus, sebagaimana haji juga memiliki waktu khusus.” (Tafsir Ibn Katsir, 2:403)

Waktu zuhur dimulai sejak zawal (matahari tergelicir ke arah Barat) sampai bayangan benda sama dengan tinggi bendanya. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Waktu zuhur, sejak matahari tergelincir sampai bayangan orang sama dengan tingginya, sebelum masuk waktu asar.” (HR. Muslim no. 612).

Dari keterangan di atas, para wanita dan orang yang tidak wajib jumatan, seperti orang sakit atau musafir, mereka bisa memulai shalat zuhur setelah masuk waktu zuhur, meskipun bisa jadi jumatan belum selesai. Terlebih, di beberapa daerah semacam Jogjakarta, jumatan disepakati untuk dimulai tepat jam 12.00. padahal terkadang zuhur dimulai sebelum jam 12.00.

Hampir sama dari uraian di atas. Al Lajnah Ad Daimah di Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya,
“Apa hukum menunaikan shalat jumat bagi wanita? Apakah ia melaksanakannya sebelum atau sesudah shalat para pria atau ia shalat bersama mereka (kaum pria)?”

Jawaban yang disampaikan oleh para ulama komisi fatwa Al Lajnah Ad Daimah,
“Wanita tidak wajib melaksanakan shalat Jum’at. Namun jika wanita melaksanakan shalat Jumat bersama imam shalat Jumat, shalatnya tetap dinilai sah. Jika ia shalat di rumahnya, maka ia kerjakan shalat Dzuhur empat rakaat. Ia boleh mulai mengerjakan shalat Dzuhur tadi setelah masuk waktu Zhuhur, yaitu setelah matahari tergelincir ke barat (waktu zawal). Dan sekali lagi dia tidak boleh laksanakan shalat jumat (di rumah) sebagaimana maksud keterangan sebelumnya."

Wa billahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Fatwa di atas ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan selaku anggota dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.

[Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 8/212, no. 4147, pertanyaan kedua]

Kesimpulan

Seorang wanita boleh melaksanakan shalat Zhuhur saat hari Jumat di rumah mulai sejak masuk waktu Zhuhur, tidak mesti menunggu sampai para jamaah pria selesai menunaikan shalat Jumat.  Hal yang sama berlaku bagi orang yang udzur tidak bisa melaksanakan shalat Jumat seperti orang yang sakit.




Sumber : Islampos.com

Sunday, April 3, 2016

Muslimah Harus Baca! ini Hukumnya Mengucapkan Salam Kepada Lawan Jenis

Imam nawawi mengatakan : Para pengikut madzhab kami mengatakan bahwaa salam itu dilakukan wanita dengan wanita, seperti laki-laki dengan laki-laki. Adapun bila wanita dengan laki-laki, maka menurut Imam Abu Sa’ad Al-Mutawalli. Jika wanita itu adalah istrinya atau budak wanitanya atau salah satu mahramnya, maka kedudukan wanita itu baginya seperti memberi salam dengan laki-laki lain. Dengan demikian, masing-masing dianjurkan untuk memulai salam kepada yang lain, dan yang diberi salam wajib membalas salamnya.


Namun, jika wanita itu bukan mahramnya, bila ia cantik yang dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah, maka laki-laki tidak boleh memberi salam kepadanya. Seandainya laki-laki itu telah memberi salam kepadanya, maka si wanita tidak boleh menjawabnya. Begitu pula, wanita tidak boleh memulai salam kepadanya. Jika wanita telah memberi salam, si laki-laki tidak berhak menjawabnya. Jika laki-laki menjawabnya, maka hukumnya makruh.

Dan, jika wanita itu udah lanjut usia yang tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah, ia boleh memberi salam kepada laki-laki, dan laki-laki pun boleh menjawab salamnya. Jika terdapat kumpulan wanita, maka laki-laki boleh memberi salam kepada mereka. Atau bila terdapat kumpulan laki-laki dengan jumlah banyak lantas mereka memberi salam kepada satu orang wanita, maka ia dibolehkan jika tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah pada semua pihak.

Imam Ahmad pernah ditanya tentang hukum memberi salam kepada kaum wanita. Maka ia menjawab : Jika wanita itu sudah lanjut usia, maka tdak apa-apa. Jika ia masih muda, maka tidak boleh memintanya agar bebicara.

Ulama kufah mengatakan : Kaum wanita tidak disyariatkan untuk memulai salam kepada kaum laki-laki, karena kaum wanita dilarang mengumandangkan adzan dan iqamah serta membaca Al-Qur’an dalam shalat dengan suara keras. Mereka melanjutkan, Namun ada pengecualian bagi mahram wanita tersebut, maka ia dibolehkan untuk memberi salam kepada laki-laki mahramnya.


BAGI yang Menunda Pernikahan Dengan Alasan Pendidikan, Usia Masih Muda, Dan Alasan Lainnya, Baca Ini Kalau Berani !!

Diantara kesalahan besar yang  sering dilakukan oleh para wanita adalah menolak peminang dengan alasan menyelesaikan pendidikan. Terkadang , ia dipinang oleh pemuda yang taat beragama , namun ia lebih mendahulukan pendidikannya. Keadaan ini terus berlanjut , hingga sampai pada fase perawan tua. Saat itulah ia menginginkan laki-laki yang masih muda. Ia menyesali diri saat ia mendengar seorang bocah memanggil ibunya , “Ummi”


Berikut kami sampaikan sebuah kisah agar anda dapat mengetahui nilai sebuah kehidupan berkeluarga bagi kaum wanita. Salah seorang wanita bertutur penuh penyesalan diri , “Pada saat aku berumur  15 tahun , banyak laki-laki yang mendatangi ku dari berbagai penjuru tempat untuk meminang. Aku menolak mereka dengan alasan aku ingin menjadi seorang dokter. Akhirnya , aku pun masuk ke sebuah universitas dan menolak menikah dengan alasan aku ingin bisa mengenakan jas putih (sebuah gambaran seorang dokter). Hingga , aku berusia tiga puluh tahun. Pada saat itulah , banyak laki-laki yang melamarku, namun mereka adalah orang-orang yang telah beristri. Maka, aku pun menolaknya. Setelah mengalami jerih payah dan susah tidur, aku membatin, ‘bagaimana mungkin aku menikah dengan seorang laki-laki yang telah beristri? Aku memiliki harta, nasab, dan ijazah tinggi, lantas bagaimana mungkin aku menikah dengan seorang yang telah menikah? ”

Subhanallah, wanita yang malang ini lupa bahwa usia tiga puluh tahun itu tidak diminati oleh para pemuda lantaran banyak faktor. Karena itu, ia berfikir untuk menerima lamaran laki-laki yang telah menikah, dan mengatakan kata-kata tersebut. Akhirnya, sesudah sampai pada usia empat puluh tahun, wanita itu berkata, “ Berikanlah kepadaku laki-laki setengah baya “.

Dr.Nashir Al-Umar (hafizhahullah) telah menceritakan kepada kami, sebagaimana yang tertera dalam risalah As-Sa’adah Bainal Wahm Wal Haqiqah, mengenai seorang perawan tua yang berprofesi sebagai dokter, dimana ia berteriak-teriak seraya mengatakan “ Ambillah ijazaku dan berilh aku seorang suami “. Ia mengucapkannya pada pukul tujuh setiap harinya.

Wanita tadi menuturkan, “ Suatu waktu yang membuat diriku gusar dan membuat air mataku menetes. Mengapa? Aku duduk di belakang supir dalam perjalanan menuju tempat praktekku. Atau lebih tepatnya kuburanku, atau penjaraku. Aku mendapati para wanita beserta  anak-anak mereka yang sedang menantiku dan memandang baju putihku, seakan-akan ia adalah kain sutra iran, padahal menurutku ia adalah pakaian berkabungku. Aku masuk ke ruangan praktekku sembari mengendalikan pendengaranku yang seakan-akan ia adalah tali gantungan yang melilit disekitar leherku. Dan sekarang, lilitan ketiga itu siap untuk menyempurnakan lilitannya di sekitar leherku. Sikap pesimis membayangi diriku dimasa mendatang. “ Lantas ia menjerit , ambillah ijazahku, jasku, seluruh buku-buku referensiku, dan harta kekayaanku. Perdengarkan kepadaku kata-kata “ Mama” . kemudian ia mengucapkan bait-bait syair berikut :

Aku telah berharap disebut sebagai ‘dokter’
Dan ini telah terwujud, namun aku tak memperoleh apa pun dari sebutan itu
Katakanlah kepada wanita yang (hanya) melihat kepada popularitasnya
Hari ini ia ditengah-tengah manusia sedang menyesali dirinya
Seluruh angan-angan sebagian anak kecil ia kumpulkan
Namun, mungkinkah ia membelinya dengan hartanya


Tuesday, March 29, 2016

Salah Satu Ciri Wanita Bodoh Menurut Buya Yahya : "Memilih Meninggalkan Anaknya Bersama Pengasuh Sementara Ia Mengejar Karir"


Vemale  - Buya Yahya di 1 Muharram 1437 H lalu, mengisi kajian rutin di Mesjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang. Di mauidzohnya, pemimpin Majlis dan LPD Al-Bahjah Cirebon ini menyatakan berkenaan tentang sekian banyak ciri perempuan yang paling bodoh. 

Satu Ciri Wanita Bodoh Menurut Buya Yahya


Buya memaparkan elemen tersebut di penghujung acara sesaat sebelum doa penutup, yang merupakan jawaban pertanyaan darisatu orang mustami’ perempuan.

Menjawab pertanyaan yangg ditanyakan oleh muslimah itu, Buya menyampaikan bahwa memang lah semestinya satu orang muslim maupun muslimah mempunyai keharusna buat mempelajari sepanjang hidupnya serta dalam pencarian ilmu tersebut tak terbatas terhadap satu buah bagian ilmu saja. Yang paling utama adalah gimana ilmu-ilmu itu bakal membuat diri lebih dekat terhadap Allah SWT, utamanya ilmu-ilmu yg tentang hukum syar’i.

Niat yang baik dalam mencari ilmu itu haruslah dibicarakan bersama ke-2 orangtua yang sudah melahirkan kita. Buya memberi contoh, orangtua yang mau sesegera mungkin menikahkan anak gadisnya. Pasti sang anak mesti menuruti kemauan orangtuanya itu. Lebih-lebih lagi apabila syarat-syarat buat menuju satu buah pernikahan telah mampu tercukupi.

Satu orang perempuan tak mempunyai kewajiban dalam memenuhi nafkah keluarga. Yang jadi kewajiban bagi satu orang wanita yakni mematuhi perintah dari suaminya asalkan pas dengan hukum Allah serta Sunnah Rasul-Nya.
Dengan pernikahan, satu orang perempuan bakal mempunyai benteng yang berimbas menjadi terhindarnya diri dari bahaya zina pacaran maupun dosa yang melebihi dari itu.

Dirinya juga menceritakan kisah hidupnya pada para mustami’ di mana dahulu Beliau melangsungkan pernikahan ketika tengah kuliah. Tapi nyata-nyatanya, pernikahannya tak mengakibatkan gerak langkahnya tertahan dalam mendakwahkan agama ataupun berprestasi dalam bermacam sektor yang lain.

Dia menjelaskan bahwasanya dengan memilih menikah, satu orang bisa mendapati ketenangan batin ataupun pikiran sehingga pada akhirnya dengan mudah menggapai prestasi.

Balik di awal kisah, mengenai pertanyaan yang dipertanyakan seorang muslimah terkait dengan perempuan yang paling bodoh, Buya Yahya menisbatkan faktor ini pada para perempuan yang memilih menjalani pendidikan agar mampu mempunyai gelar sarjana, master, doktoral sampai profesor. Dengan gelar yang telah dimilikinya, dirinya lebih pilih buat berkarir serta meninggalkan anak-anaknya agar diasuh oleh pembantu maupun pengasuh.

Di ujung perbincangan, Kyai yang senantiasa berkeliling untuk berdakwah perihal agama sampai ke Malaysia itu, mengemukakan bahwa muslimah jangan berdoa supaya Allah memberinya pekerjaan sesudah lulus dari perkuliahan. Namun, berdoalah untuk doa yang sesungguhnya yakni misalnya “Ya Allah, berikanlah saya jodoh yang mampu mencukupi keperluan hidup saya serta pula keluargaku”

Jikalau Allah mengijinkan serta mengabulkan doa itu,  satu orang istri tak butuh lagi yang namanya bekerja di luar rumah, sehingga dapat berkonsentrasi untuk mengurus suami serta anak-anaknya saja di rumah.

Sahabat Muslimah, masihkah ada yang salah dalam berdoa kepada Allah selama ini??






Sunday, March 27, 2016

Wahai istri !! Seorang Istri Harus Memiliki Sifat Qanaah Agar Rumah Tangga Sakinah, Jika Tidak ini Akibatnya!

Sering terjadi wanita itu tidak ridha terhadap penghidupannya. Ia menghendaki tambahan harta dan perhiasan, sehingga menjadi beban bagi suaminya lantaran berbagai tuntutannya. Ia ingin memiliki segala apa yang dimiliki oleh wanita lainnya. Ia selalu berangan-angan kelak ia dapat memiliki sebagaimana yang mereka miliki. Kondisi ini dapat mendorong suami untuk mengumpulkan harta dengan berbagai cara yang tidak dibenarkan oleh syariat untuk mencukupi kebutuhan istrinya. Akibatnya, istri menikmati sesuatu yang haram dan hidup dalam kemurkaan Allah swt. Kita berlindung kepada Allah.


Seandainya istri mau berlaku qana’ah (menerima apa adanya) terhadap rezeki yang didapatkannya dan menjauhkan diri maupun suaminya dari perkara-perkara yang menyebabkan pada kebinasaan dan kesengsaraan di dunia dan akhirat, niscaya ia dapat menikmati keadaan yang lebih baik dan kesudahan yang lebih utama.

Hendaknya ia senantiasa memandang orang-orang yang ada dibawahnya. Sebab, banyak wanita yang tidak mendapatkan nikmat berumah tangga, dan itu sudah cukup sebagai nikmat. Begitu pula, banyak wanita lainnya yang tidak mendapatkan seperti apa yang ia dapatkan. Mereka tidak menyantap makanan seperti makanannya, dan tidak mengenakan pakaian seperti pakaiannya. Bisa jadi ia mendapatkan keselamatan dan kesehatan yang tidak didapatkan oleh wanita lainnya.

Hendaknya wanita mengetahui jalannya menuju kemuliaan. Hendaknya ia meniti jalannya menuju qana’ah dan keridhaan. Dan, hendaknya ia mengamalkan nasihat Rasulullah saw seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra berikut :
“ Lihatlah orang-orang yang ada dibawahmu, dan jangan melihat orang yang ada diatasmu. Karena ini lebih pantas dilakukan agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah “.