Friday, April 15, 2016

Masih Ingat Daffa? Bocah yang Meninggal Karena TB? Inilah Pesan Dari Ibunda Daffa Untuk Bunda yang Kerja Di Luar, Untuk Para Ibu..


Vemale - Kali ini saya hanya ingin sekedar sharing, sekaligus mungkin menjawab beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan melalui inbox, percayalah, saya bukan tidak ingin menjawab semua pertanyaan lewat inbox, namun saat saya menulis inipun, air mata tak dapat berhenti mengalir.

Pesan Dari Ibunda Daffa Untuk Para Ibu Yang Kerja Di Luar

***
Assalammualaikum wr.wb,

Working mom ataupun Full mom bagi saya adalah sebuah pilihan, pada saat Alm. Daffa berusia 6 bulan saya memilih menjadi Working mom, niat yang sama dgn working mom yg lain "membantu suami" memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Jangan ditanya, bagaimana perasaan saya saat itu, berat sekali rasanya meninggalkan bayi untuk bekerja, meskipun nenek nya sendiri yg mengasuh Alm. Daffa. Bisa dibilang waktu saya bersama Alm tidak terlalu banyak, berangkat pukul 08:00 pagi, pulang sampai rumah pukul 08:00 malam, sudah bisa ditebak, sampai rumah lelah, masih harus mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci, memasak utk MPASI Alm esok paginya (saya kerjakan malam), saat Alm berusia 6 bulan saya masih tergolong sebagai ibu muda, berusia 24 tahun, bisa dipastikan emosi blm stabil.

Kesibukan sebagai Working mom, ditambah saya tidak bisa mengatur waktu untuk memenuhi segala kebutuhan mas daffa, membuat asupan gizi, asupan kasih sayang, asupan perhatian untuk mas daffa jauh dari batas cukup (Alhamdulillah imunisasi 5dasar lengkap) , ditambah saat usia mas daffa menginjak 3 tahun 7 bulan sang adik lahir, makin berkurang perhatian saya untuknya, saya akui, saya ibu yang bodoh, saya tidak dapat menangkap sinyal2 yang diberikan mas daffa, bahwa dia butuh perhatian, bahwa dia merasa tersisihkan, mengapa saya begitu telat berfikir, ketika tiba-tiba saja mas daffa berubah menjadi sangaaaat nakal, tiba-tiba saja mas daffa berubah menjadi anak yg tidak menurut, tidak seperti sebelum adiknya lahir. Saya jadi lebih sering marah terhadapnya, lebih sering cepat terpancing emosi saat mendengar rengekannya, dan lebih bodohnya, saya meminta anak usia 3 tahun 10 bulan itu untuk bersikap lebih dewasa krn sudah punya adik..., dimana fikiran saya saat itu...??? Yaa Alloh ampuni saya....

Pada Maret 2015, Arkha berusia 6 bulan, saya putuskan untuk berhenti kerja, karena saya mulai berfikir untuk benar-benar merawat Daffa dan Arkha, Daffa mulai terlihat tidak se-sehat seperti biasanya, badannya mulai kurus, nafsu makan memang sudah kurang semenjak dia berusia bulanan, saya berfikir pasti krn saat daffa memulai MPASI nya dulu saya tidak benar-benar mensupport kebutuhannya, sehingga ia tumbuh menjadi balita pemilih makanan.

23 maret 2015 daffa berusia 4 tahun dan berat badannya hanya 12kg dengan tinggi badan 105cm, akhir Maret kondisinya benar-benar mengkhawatirkan, Daffa selalu muntah saat kami mengajaknya pergi keluar, makanan selalu tidak bertahan lama dalam lambungnya, lalu keluar kembali, demam disertai batuk-pilek dengan waktu yang lumayan lama 8-10 hari, 06 april kami membawanya ke puskesmas, hasil tes darah menunjukkan daffa hanya anemia dan kekurangan gizi, sedangkan demamnya hanya diberikan paracetamol dan antibiotik, sepulang dari puskesmas saya coba berikan terapi yg disarankan dokter puskesmas, sampai 10 hari kemudian panasnya tak jua hilang, saya berkeyakinan daffa bukan hanya demam, anemia, dan gizi buruk biasa, saya bawa daffa berobat ke Rsud Cengkareng, dengan harapan dokter Spesialis Anak akan memberikan jawaban dan penanganan yg tepat untuk masalah kesehatan daffa, masalah biaya biar Alloh yg mengatur (karena jika tidak dapat rujukan kami datang sebagai pasien umum). Ternyata kekhawatiran saya terjawab, dari hasil mantoux, gambaran darah tepi dan hasil scoring Daffa mengidap Flex paru atau TB, kaget...?? Saya lebih shock.... Bagaimana bisa daffa mengidap TB...? Siapa dan apa yg menularkannya...?? Apa saya temukan jawaban...?? Tidak...! Saya tidak tahu apa-apa tentang daffa, saya sibuk dikantor, saya sibuk dgn pekerjaan rumah, saya sibuk sebagai ibu baru utk arkha.... Saya lalai, saya tidak tahu dengan siapa saja daffa bermain, punya riwayat TB kah..? Saya tau..?? Tidak..! Saya tidak tahu, sampai kuman TB itu hinggap di tubuh mungilnya, menginfeksi paru nya... Ooh tidak bukan menginfeksi paru, sampai sy tau pada hari naas itu, 18 juni 2015 daffa harus dirawat karena semenjak pengobatan TB dimulai pada april demam daffa tidak kunjung reda, hari itu daffa masih merengek minta pulang, menangis, memohon kepada kami untuk membawanya pulang, namun besar harapan kami setelah beberapa hari saja daffa dirawat ia akan pulih, kami berharap, kami memiliki harapan itu, namun tidak pada kehendakNYA, 20 juni daffa sudah tidak sadarkan diri, 21 juni CT scan pertama dalam hidupnya, dan kejamnya, kuman terkutuk itu menginfeksi disana... di otaknya, hancur hati saya seketika itu juga, saat itu semua memori bagaikan roll film yang dipurptar berulang-ulang menggambarkan kembali betapa saya adalah ibu yang tidak berguna, ibu yang lalai.

Berbulan-bulan saya disana, menunggu, tetap berharap senyum ceria nya, segala keusilan miliknya, dan tingkah nakalnya akan kembali menjadi milik saya, namun ketika mendapati hasil CT scan yg menggambarkan betapa terkutuknya kuman itu telah membuat aliran air di otak tersumbat, kesabaran saya kembali di uji, operasi..?? Apa yg akan mereka lakukan dengan otak kecilnya...?? Memasukan selang...?? Apa dampaknya jika tidak saya lakukan? Dan berapa persentase keberhasilannya...?? Jawabannya 50:50, resiko yg ditimbulkan akibat operasi akan sama besarnya dengan resiko jika tidak dilakukan operasi. Lalu apa yg harus saya ambil..??? Dua-duanya sama-sama beresiko...?? Berat...?? Sangaat berat. Namun banyak sekali org yg perduli terhadap mas daffa, para dermawann dari FP 1000 doa untuk daffa banyak yg mengingatkan, bahwa seberat apapun masalah yang harus kita lewati, kembalikanlah kepada PemilikNYA, karena Dia jua yang memiliki jalan keluar atas masalah tersebut.

Dari ribuan doa yang saya lantunkan, hanya satu permintaan saya pada yang Maha Kuasa, "Mohon diberikan yang terbaik, dari segala yang terbaik untuk mas Daffa" karena mungkin yang buruk menurut kita belum tentu buruk bagi Alloh, dan yang baik menurut kita, belum tentu baik bagi Alloh. Dan Alloh memberikan yang terbaik untuk mas Daffa, dengan mengangkat seluruh rasa sakitnya, dengan memberikannya kesembuhan, dimana tidak ada rasa sakit setelahnya, Daffa yang sempat memohon dan meminta untuk pulang, akhirnya benar-benar pulang pada 05 oktober 2015, 40 hari setelah menjalani operasi vp-shunt, dan atau setelah 3 bulan 2 minggu dirawat tanpa sadarkan diri, secara khusus daffa diantar pulang menggunakan mobil milik RSUD Cengkareng, yaitu mobil jenazah. Alloh telah menegur saya, dengan mengambil kembali milikNYA, bahwasanya saya adalah ibu yang lalai, yang tidak baik dalam mengurus, merawat dan mendidik titipan yang Alloh telah amanahkan. Kini yang tersisa hanya janji dalam hati saya, janji yg saya iringi dengan perbuatan nyata, takkan ada lagi Daffa-daffa selanjutnya dalam hidup saya, saya Full mother sekarang, tidak ada yang lebih berharga dibandingkan full time untuk buah hati tercinta, tumbuh bersamanya, tertawa bersamanya, belajar bersamanya, melihat setiap momen-momen tumbuh kembangnya yang tidak akan terulang lagi sampai kapanpun.

Working mom ataupun Full mother....?? Itu pilihan masing-masing, namun bagi saya pribadi, rejeki saya sudah Alloh titipkan bersama peluh suami saya, rejeki arkha pun sudah Alloh titipkan melalui tangan ayahnya, jadi saya kembali kepada fitrah saya sebagai seorang wanita, bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya....

Dalam kesempatan ini pula, saya ingin ucapakan beribu-ribu rasa terimakasih yang tidak terhingga, bagi para baik hati yang sudah mendoakan daffa selama dirawat sampai daffa berpulang ke rahmatullah, dan terkhusus bagi para baik hati yang telah menyempatkan waktunya untuk menjenguk mas daffa dan memberikan sedikit rejekinya untu membantu keperluan mas daffa selama dirawat, bahkan sampai dikebumikan, maaf tidak bisa saya sebutkan satu per satu, terimakasih sudah mau menjadi saudara baru bagi saya sekeluarga.

Akhir kata, saya memohon maaf kepada seluruh baik hati FP 1000 doa untuk daffa, jika dalam setiap tulisan saya ada kata-kata yang mungkin kurang berkenan dihati para baik hati semuanya, dan maafkan saya kepada yang telah memberikan saran agar FP ini tidak ditutup, namun saya tidak indahkan, saya hanya ingin menyimpan semua kenangan baik dan manis saja bersama mas daffa, sedangkan FP 1000 doa untuk Daffa hanya akan terus membangkitkan rasa pedih, sedih, kecewa dan bersalah dalam hati saya.

Wassalammualaikum wr.wb

Ditulis oleh Sri Marlia, ibunda Alm. Daffa.

Wednesday, April 13, 2016

INILAH Cara Membuat Proyektor Ponsel dari Kardus Bekas, Ciptakan Bioskop Mini Buat Anak


Vemale - Menonton film di layar yang lebar tentu akan lebih memuaskan dibandingkan dengan di layar yang kecil semisal smartphone. Anda bisa saja dengan mudah menggunakan laptop lalu disambungkan ke proyektor. Tapi bagaimana jika tak punya perangkat proyektor yang harganya tidak murah itu?

Jangan khawatir, dengan sedikit kreatifitas, anda ternyata bisa membuat proyektor sendiri dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. Ya, anda bisa membuat proyektor dari kardus bekas yang bisa dipasangkan dengan ponsel. Simak uraiannya...

Bahan-Bahan Membuat Proyektor Ponsel dari Kardus Bekas


Pertama siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Meliputi ponsel, kertas karton, penggaris, lem, cutter, kaca pembesar, selotip dan kardus bekas sepatu.


Pengerjaan ;

1. Potong gagang kaca pembesar sehingga hanya tersisa di bagian bulatan. Akan lebih baik jika anda sudah memiliki kaca pembesar tanpa gagang.


2. Ambil kardus bekas sepatu, kemudian buatlah bulatan di salah satu ujungnya, sesuaikan dengan ukuran bulatan kaca pembesar.


3. Setelah selesai, maka anda akan mendapatkan bentuk seperti ini


 4. Langkah selanjutnya, tempelkan kaca pembesar di bagian dalam kerdus tepat pada lubang yang barus aja dibuat. Lalu rekatkan menggunakan lem.


 5. Hasilnya akan seperti ini


6. Buat pula bulatan pada bagian tutup kardus bekas, sehingga ketika ditutup maka tidak akan menghalangi kaca pembesar.


7. Langkah selanjutnya membuat dudukan ponsel. Bisa menggunakan apa saja, semisal kardus bekas yang penting bisa menahan ponsel. Potong lalu sesuaikan dengan ukuran lebar kardus.



 8. Gunakan double tip untuk menempelkan bodi smartphone ke dudukan.


9. Menyesuaikan fokus proyektor


Geser dudukan ponsel mendekati maupun menjauhi kaca pembesar untuk mendapatkan gambar terbaik, atau gambar paling fokus. Kemudian tutup kembali kardus dan anda pun bisa menikmati film di dinding dengan layar lebih besar. Selamat mencoba.

Untuk lebih jelasnya anda bisa simak melalui video berikut ini...






Sumber : becze.info

Sunday, April 10, 2016

Bunda, Hindarilah Penggunaan Kata "JANGAN" Kala Melarang Anak Melakukan Sesuatu


Vemale - Banyak Mama beranggapan, kata "jangan" cukup ampuh untuk mendisiplinkan anak. Saat melarang si kecil berbuat negatif, kata-kata itu pun langsung meluncur dari mulut Mama. Benarkah hal itu efektif?

Lihat saja hasilnya, sebagian anak seolah abai dan tak mendengar kata-kata orangtua dengan penggunaan "jangan" tersebut. Semua itu terjadi lantaran di usia 3 tahun anak sedang mengembarkan kepercayaan dirinya lewat eksplorasi. Bagi si kecil,  semua benda yang baru ditemuinya sangatlah menakjubkan. Untuk mendukung eksplorasinya, orangtua sebaiknya lebih banyak menggunakan kata-kata positif, serta menghindarkan kalimat negatif.  Hindari kata "jangan" saat melarang anak.


Sedapat mungkin, hindari penggunaan kata "jangan", karena anak tak mengenal makna kata itu. Kenalkan kata-kata positif kepada anak. Akan lebih mudah untuk anak menerima anjuran Mama yang berkata, "Nak pelan-pelan jalannya", daripada berkata, "Awas, jangan lari-larian ya". Seandainya anak terjatuh saat bermain-main, biarkan saja agar ia belajar dari pengalaman, meski orangtua tetap mengawasi dan melindungi anak. Kondisi itu tidak lantas membuat orangtua menjadi "parno" dan berkata sedikit-sedikit "Jangan".

Selain itu, terlalu sering menggunakan kata "jangan" dapat membuat anak lupa arti kata “jangan" yang sesungguhnya. Sebaiknya gunakan kalimat pendek yang lebih jelas sehingga anak tahu mengapa ia harus melakukan dan menghindari suatu hal. Misalnya orangtua berkata ‘jangan naik tangga’ seringkali anak hanya mendengar bagian ‘naik tangga’ saja.' Akibatnya, tidak sedikit anak yang tetap cuek meski orangtua berkali-kali mengatakan "jangan".

Nina juga mengatakan ketidakpahaman orang tua tentang kemampuan anaknya menangkap pesan membuatnya berpikir anaknya justru memberontak dan tidak menuruti perintah orang tuanya. Berikut daftar kalimat menggunakan kata ‘jangan’ yang bisa diubah menjadi kalimat lain yang lebih positif yang justru akan didengar si kecil:

Tahapan Perkembangan Bahasa
* Usia 1 tahun: Anak berada pada tahap linguistic speech yang sangat sederhana dan satu kata bisa mewakili banyak pemikiran lengkap. Anak sudah bisa mengucapkan satu atau dua kata, tetapi cuma sepotong, dan sepotong kata itu bisa punya arti panjang. Contoh, saat anak bilang "bun" dengan maksud Bunda, artinya mungkin saja, "Aku ingin digendong," atau "Aku ingin ikut jalan-jalan bersama bunda."

* Usia 2 tahun:
Sekalipun masih mirip dengan kemampuan di usia satu tahun, tetapi di usia ini anak sudah mampu menggabungkan dua kata atau lebih menjadi satu kalimat yang bermakna dan berarti. Contohnya, "Minum susu," atau "Pergi sana," hingga "Tidak susu. Putih saja."

* Usia 3 tahun:
Anak sering melakukan hal yang sangat menarik perhatian karena ia tengah memasuki tahap membangkang, yaitu melakukan yang dilarang dan tidak melakukan yang diizinkan. Tak heran jika dalam perkembangan bahasanya, anak senang mengatakan sesuatu yang membuat orangtua cemas dan malu, seperti "bego", "mampus", dan kata-kata kasar lainnya. Apalagi jika ditunjang dengan seringnya orangtua melarang anak mengucapkan kata-kata tersebut tanpa penjelasan yang tepat. Belum lagi kosakata yang diperolehnya di usia ini semakin banyak dan tidak melulu hanya dari orangtua.

Selain itu, mulai usia ini juga umumnya anak mengeluarkan kalimat yang kadang terdengar janggal karena susunan kata-katanya tidak tepat alias terbalik-balik, sehingga apa yang diucapkannya tidak sesuai dengan maksud si anak.

Walaupun begitu, orangtua tak perlu cemas. Hal ini wajar terjadi pada batita, karena:
* Anak pertama kali baru bisa bicara menyambungkan lebih dari satu hingga dua kata hingga membentuk sebuah kalimat yang berarti.
* Anak pertama kali baru bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa yang mempunyai arti dan bisa dipahami.
* Anak banyak mempunyai kosakata untuk dijadikan sebuah kalimat yang digunakannya saat berkomunikasi.
* Anak mulai memeroleh banyak informasi kata dan kalimat baru yang menarik.
* Kemampuan mengolah kata dalam bentuk kalimat hingga menjadi sebuah bahasa di otaknya masih sangat terbatas.
* Pengalaman berbahasanya masih sangat minim.

CARA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA
  • Jika cara-cara di bawah ini dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, maka anak akan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya berbahasa dan berkomunikasi dan baik. Inilah beberapa hal yang penting diperhatikan orangtua saat berkomunikasi dengan si batita: · Gunakan bahasa yang benar, bukan baby talk seperti, "Oh, mau mimi cucu, ya," tapi, "Oh, mau minum susu, ya?"
  • Gunakan kalimat dan kata yang tidak bermakna ganda. Contoh, "Jangan ke sana, bahaya!" Ingat, ke sana itu bisa berarti ke luar rumah, ke tempat cucian, ke dapur, dan ke banyak tempat lainnya. Lebih baik, katakan, "Mainnya di sini aja, tidak di dekat kompor menyala, bahaya!"
  • Gunakan selalu kalimat pendek.
  • Hindari kata-kata kotor dan kasar jika tak ingin anak menirunya.
  • Karena anak masih belajar, orangtua sebaiknya melantunkan bahasa dengan jelas, tidak cepat-cepat dan dengan gerak mulut (bibir dan lidah) yang tegas sehingga mudah dikenali dan diikuti anak.
  • Jika menemukan kesalahan pada kata/kalimat dalam bahasa anak, segera luruskan dengan cara mengulang ucapannya secara benar.



Narasumber:
Ira Puspita, MSi
Pembantu Dekan I Bidang Akademik
Universitas Gunadarma, Depok

Monday, March 28, 2016

Ladies, INILAH Posisi Tidur yang Terbaik dan Terburuk Ketika Hamil!


Vemale - Pada masa kehamilan, ketika hendak tidur seorang wanita biasanya bergulat untuk menemukan posisi tidur yang nyaman dan enak di spring bed. Namun sangat disayangkan, ternyata posisi tidur yang dicari sangat susah ditemukan. Posisi yang sebelum hamil yang begitu nyaman dirasa, tak lagi memberikan rasa nyaman selama masa kehamilan.

Ada banyak hal yang membuat ketidaknyamanan bagi seorang wanita yang lagi hamil ketika tidur, tetapi ada banyak posisi tidur yang mampu menolongmu untuk memperoleh istirahat yang sangat dibutuhkan di masa kehamilan

Mengapa wanita hamil menjadi tidak nyaman dengan posisi tidur normal ketika tidak hamil? Saat kehamilan, tubuhmu mengalami beraneka perubahan. Mulai dari bentuk hingga hormon. Perubahan ini condong mengganggu kenyamanan tidur kamu.

Posisi Tidur terbaik Tatkala Kehamilan?


Bagi sahabat ladies yang sedang hamil, ada baiknya kamu pilih posisi tidur yangg cocok serta nyaman biar kamu serta janinmu terjaga bersama baik. Posisi tidur yang baik buat wanita hamil merupakan Tidur posisi miring ke samping atau biasa dinamakan "Sleep on Side (SOS)".


Bagi wanita hamil disarankan untuk tidur dengan posisi menyamping miring ke sebelah kiri. Tidur menyamping miring ke sebelah kiri mempermudah meningkatkan asupan darah serta jumlah nutrisi yang maksimal ke bayi.

Tambahkan bantal pas di tengah dengan menekuk ke-2 kakimu. Tetapi bila timbul nyeri di punggung atau perut, pindah segera bantal tersebut pas di bawah perutmu.

Bila timbul masalah spesifik seperti nyeri di ulu hati Anda, bersegeralah lakukan konsultasil ke dokter kandungan Anda berkenaan posisi tidur yang diijinkan serta cocok dengan umur kehamilan Anda.

Selain posisi SOS di atas, sahabat ladies yang sedang hamil dapat tidur bersandar. Bersandar di bantal yang ditinggikan juga cocok kamu jadikan alternatif supaya tidur kamu lebih nyaman.

Posisi Tidur yang Harus Dihindari Saat Hamil


Ada beberapa posisi yang tak diijinkan bagi seorang wanita hamil yakni tidur berposisi terlentang kala umur kehamilan mencapai 16 pekan. Di umur kehamilan ini, sangat tak dianjurkan bagi wanita yang sedang hamil buat tidur secara terlentang.

Posisi ini bakal menciptakan semua berat rahim tertumpu pada bidang belakang tubuh, vena cava inferior juga usus. Diluar itu tidur dengan posisi terlentang di umur kehamilan 16 pekan bakal meningkatkan resiko terkena penyakit pencernaan, wasir, sakit di pinggang, serta terganggunya saluran pernafasan.

Seiring bertambahnya umur kehamilanmu sahabat Ladies, perutmu akan alami perubahan fisik serta membuat lebih susah untuk Anda berbaring di perut Anda.

Semoga bermanfaat Ladies...