Untuk melegalkan pernyataannya tersebut maka Bpk Quraish Shihab berlindung dibalik empat pernyataannya yang aneh :
Pertama : Ada ulama yang menyatakan jilbab tidak wajib
Bpk. Quraish Shihab berkata ((Saya beranggapan jilbab baik. Tetapi jangan paksakan orang pakai jilbab karena ada ulama yang berpendapat bahwa jilbab tidak wajib. Ada ulama yang berkata wajib menutup aurat. Sedangkan aurat diperselisihkan oleh ulama apa itu aurat))
Kedua : Jilbab merupakan pakaian kehormatan.
Bpk Quraish Shihab berkata ((Ah, ada juga ulama yang berkata, ‘yang penting itu pakaian terhormat’))
Ketiga : Berdalil dengan istri Buya Hamka yang tidak berjilbab
Bpk Quraish Shihab berkata ((Eh ini orang pakai jilbab sejak tahun berapa toh ini? kira-kira 20-30 tahun belakangan ini… Dulu itu istrinya Buya Hamka pakai jilbab atau tidak?…Aisyiyyah (Muhammadiyah) pakai jilbab atau tidak? Muslimat (NU) pakai jilbab atau tidak? Itu pertanda bahwa sebenarnya ulama beda pendapat))
Keempat : Membenarkan pembolehan melepas jilbab dengan mengesankan bahwa penggunaan jilbab itu melebihi yang dikehendaki oleh Tuhan. Bpk. Quraish Shihab berkata : ((Jadi berjilbab baik, bagus. Tetapi boleh jadi sudah melebihi apa yang dikehendaki oleh Tuhan))
Sumber : tabayyunnews
Bpk Quraish Shihab berkata ((Eh ini orang pakai jilbab sejak tahun berapa toh ini? kira-kira 20-30 tahun belakangan ini… Dulu itu istrinya Buya Hamka pakai jilbab atau tidak?…Aisyiyyah (Muhammadiyah) pakai jilbab atau tidak? Muslimat (NU) pakai jilbab atau tidak? Itu pertanda bahwa sebenarnya ulama beda pendapat))
Keempat : Membenarkan pembolehan melepas jilbab dengan mengesankan bahwa penggunaan jilbab itu melebihi yang dikehendaki oleh Tuhan. Bpk. Quraish Shihab berkata : ((Jadi berjilbab baik, bagus. Tetapi boleh jadi sudah melebihi apa yang dikehendaki oleh Tuhan))
Sumber : tabayyunnews

Alasan itu sangat tidak masuk akal.
ReplyDeleteMenutup aurat itu wajib, jilbab adalah sarana untuk menutup aurat, dan saya rasa jilbab adalah satu2nya saran untuk menutup aurat perempuan. Kita tidak bisa berpatokan kpd istrinya buya hamka yg prnah tidak memakai jilbab, itu adalah kehilafan dan kesalahan istrinya buya hamka. Tidak bisa di jadikan hujjah.
Jangan merubah hukum allah-lah pak..