Wednesday, February 3, 2016

Rasulullah: Wajib Baginya Masuk Surga Jika Membaca Surat Ini


Ada sebuah surat dalam Al Qur'an, Barangsiapa yang membaca surat ini maka dia akan menjadi ahli surga, Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam sebuah hadist dengan sanad yang hasan,

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW pernah berjalan bersama dengannya (Abu Hurairah) Di tengah perjalanannya, Rasulullah mendengar seseorang yang tengah membaca surat pendek dari sekian banyak surat yang ada dalam Al Quran.
Ketika mendengar ayat-ayat dari surat tersebut, Rasulullah SAW pun berucap “Wajabat (Wajiblah).”

Dengan penuh keheranan, Abu Hurairah pun bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, maksudnya wajib atas apakah?”

Rasulullah kemudian menjawabnya “Wajib bagi orang itu untuk masuk ke dalam surga”. Hal ini telah didapat dalam tafsir Al Azhar yang dikutip oleh HAMKA.

Apa yang telah dibaca orang tersebut sehingga Rasulullah SAW pun bersabda bahwa ia wajib untuk masuk kedalam surga?
Sesungguhnya ada beberapa keutamaan dari suatu surat dalam Al Quran, seperti surat Al Zalzalah yang disebut setengah dari Al Quran. Kemudian surat Al Kafirun yang merupakan seperempat dari Al Quran. Dan Untuk surat yang dibaca oleh orang tersebut, Rasulullah menyebutnya sebagai sepertiga dari Al Quran.

Ternyata surat dalam Al Quran tersebut adalah surat keseratus dua belas yang senantiasa Rasulullah amalkan bersama dengan surat Al Kafirun saat beliau melaksanakan shalat fajar setiap harinya. Surat tersebut bernama Al Ikhlas yang merupakan perlambang kemurnian tauhid dimana berisi tentang keesaan Allah yang tidak bisa dipersekutukan dengan yang lainnya. Di dalamnya juga dijelaskan bahwa Allah tidak memiliki anak dan tidak pula diperanakkan.

Di dalam tafsir Al Azhar dijelaskan pula bahwa Rasulullah suatu hari pernah mengutus pasukan patroli dari kalangan para sahabat ke berbagai daerah. Pemimpin kelompok tersebut ternyata selalu mengakhiri shalatnya dengan bacaan surat Al Ikhlas di rakaat kedua. Hal ini telah diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar.

Karena seringnya sang pemimpin pasukan membacakan surat tersebut, maka setibanya di hadapan Rasulullah, para sahabat yang lain mengadukan hal tersebut. Sahabat yang mengadu menyampaikan alasan dari pemimpinnya bahwa dalam surat tersebut ada sifat Rabb yang Maha Penyayang dan ia sangat menyukai surat Al Ikhlas.

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW pun berkata “Katakanlah kepadanya (pemimpin pasukan) bahwa Allah pun senang padanya.”

Sebagian dari kita tentu ada yang mengetahui bahwa surat yang cukup pendek ini memiliki banyak keutamaan. Di dalamnya terdapat puncak ketauhidan yang sebenarnya. Bahkan dalam suatu riwayat, surat Al Ikhlas juga merupakan surat yang berfungsi untuk penjagaan diri dan disunnahkan pula untuk membacanya bersama dengan surat Al Falaq dan An Naas sebelum tidur.

Selain itu jika surat Al Ikhlas dibacakan tiga kali setiap pagi dan sore, maka Rasulullah menjaminnya sebagai orang yang telah tercukupi.

Oleh karena itu mari kita amalkan surat yang pendek tersebut dengan mentadaburi isinya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari bahwa hanya Allah SWT tempat bergantung segala sesuatu dan tidak ada yang setara denganNya.

Subhanallah, Ternyata Begini Bentuk Rambut Nabi Muhammad saat Diperbesar


Kementerian Agama Rusia pernah memamerkan koleksi rambut Nabi Muhammad Saw di Museum Crocus, Moskwa, Rusia, awal 2015 lalu.

Rambut nabi merupakan koleksi Museum Makhachkala di Negara Bagian Dagestan, dekat perbatasan dengan Georgia.

Seperti apakah rambut Nabi Muhammad? Berikut fotonya:
Rambut Nabi Muhamamad disimpan di dalam tabung kedap udara seperti pada bagian kiri atas agar tak mudah rusak.

Sekilas, rambut itu sangat tips sehingga mudah dilihat dengan detail. Apakah seperti rambut manusia pada umumnya? Ya, sangat mirip.
Jika diperbesar menggunakan mikroskop, seperti ini hasilnya:
 
Fisik Rasulullah Muhammad

Sosok Rasulullah SAW digambarkan oleh salah satu istrinya Aisyah, sepupunya Ali bin Abi Thalib, para sahabatnya, serta Abu Taufik orang terakhir yang masih hidup yang kala itu sempat melihat sosoknya secara langsung, yakni Muhammad memiliki rambut ikal berwarna sedikit kemerahan terurai hingga bahu.
Kulit putih kemerah-merahan, wajah cenderung bulat dengan mata hitam dan bulu mata panjang.
Tidak berkumis dan berjanggut sepanjang sekepalan telapak tangannya, tulang kepala besar dan bahu lebar. Berperawakan sedang dan atletis. Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang.
Langkahnya cenderung cepat dan tidak pernah menancapkan kedua telapak kaki dengan langkah yang cepat dan pasti. Muhammad dicirikan sangat unik oleh para sahabatnya.


Muhammad digambarkan sebagai orang yang berkulit putih dan berjenggot hitam dengan uban.

Dalam hadis lain diterangkan mengenai corak fisik Muhammad, yaitu bertubuh sedang, kulitnya berwarna cerah tidak terlalu putih dan tidak pula hitam, dan rambutnya agak berombak.

Ketika Muhammad wafat, uban yang tumbuh di rambut dan janggutnya masih sedikit.

Ali menambahkan bahwa Muhammad memiliki rambut lurus sedikit berombak, berpostur tubuh tidak gemuk dan tidak terlalu besar, berperawak baik dan tegak.

Warna kulit cerah, matanya hitam dengan bulu mata yang panjang.

Persendian tulang yang kuat, dada, tangan, dan kakinya kekar.



Tidak memiliki bulu yang tebal tetapi hanya tipis dari dada sampai pusarnya.

Jika berbicara dengan seseorang, maka ia akan menghadapkan wajahnya kepada orang tersebut dengan penuh perhatian.

Di antara bahunya ada tanda kenabian.

Muhammad orang yang baik hatinya dan paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baiknya keturunan.

Siapa saja yang mendekati dan bergaul dengannya maka akan langsung merasa terhormat, khidmat, menghargai dan mencintainya.

Hidungnya agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika pertama kali melihatnya padahal sebenarnya tidak.

Berjanggut tipis tapi penuh rata sampai pipi.

Mulutnya sedang, giginya putih cemerlang dan agak renggang. Pundaknya bagus dan kokoh, seperti dicor perak.


Anggota tubuh lainnya normal dan proporsional.

Dada dan pinggangnya seimbang dengan ukurannya.

Tulang belikatnya cukup lebar, bagian-bagian tubuhnya tidak tertutup bulu lebat, bersih dan bercahaya, kecuali bulu halus yang tumbuh dari dada hingga pusar.

Lengan dan dada bagian atas berbulu, pergelangan tangannya cukup panjang, telapak tangannya agak lebar serta tangan dan kakinya berisi, jari-jari tangan dan kaki cukup langsing.

Jika berjalan agak condong ke depan melangkah dengan anggun serta berjalan dengan cepat dan sering melihat ke bawah dari pada ke atas.

Jika berhadapan dengan orang, maka ia memandang orang itu dengan penuh perhatian dan tidak pernah melototi seseorang dan pandangannya menyejukkan.

Selalu berjalan agak di belakang, terutama jika saat melakukan perjalanan jarak jauh dan ia selalu menyapa orang lain terlebih dahulu.

 Dari kisah Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa Muhammad memiliki mulut yang agak lebar, di matanya terlihat juga garis-garis merahnya, serta tumitnya langsing.

Jabir (ra) juga meriwayatkan bahwa ia berkesempatan melihat Muhammad di bawah sinar rembulan, ia juga memperhatikan pula rembulan tersebut, baginya Muhammad lebih indah dari rembulan tersebut.

Abu Ishaq mengemukakan bahwa, Bara’a bin Aazib pernah berkata, bahwa rona Muhammad lebih mirip purnama yang cerah.

Abu Hurairah mengatakan bahwa Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak.

Rambutnya cenderung berombak dan Abu Hurairah belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Muhammad, rona mukanya secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang secepatnya.

Seolah-olah tanah digulung oleh langkah-langkah Muhammad jika sedang berjalan.

Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia seperti berjalan santai saja.

Jabir bin Abdullah mengatakan Muhammad pernah bersabda bahwa ia pernah menyaksikan gambaran tentang para nabi.

Di antaranya adalah Musa berperawakan langsing seperti orang-orang dari suku Shannah, dan melihat Isa yang mirip salah seorang sahabatnya yang bernama Urwah bin Mas’ud, dan ketika melihat Ibrahim dikatakan sangat mirip dengan dirinya sendiri (Muhammad), kemudian Muhammad juga mengatakan bahwa ia pernah melihat malaikat Jibril yang mirip dengan Dehya Kalbi.

Said al Jahiri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Taufik berkata bahwa pada saat ini tidak ada lagi orang yang masih hidup yang pernah melihat secara langsung Muhammad kecuali dirinya sendiri, ia mengatakan bahwa Muhammad memiliki roman muka sangat cerah dan perawakanna sangat baik.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa gigi depan Muhammad agak renggang tidak terlalu rapat dan jika bericara nampak putih berkilau.(wikipedia.org)

Friday, November 27, 2015

Kesuksesan Paling Mulia Menurut Rasulullah


Menjadi sukses merupakan keinginan setiap orang, baik dalam hal kecil maupun hal besar. Nabi besar Muhammad pun memiliki kesuksesan yang luar biasa.

Penulis buku Muslimah Sukses Tanpa Stres, Dr Erma Pawitasari, M.Ed mengatakan sebagian orang memang belum mengetahui kesuksesan Nabi Muhammad dalam berbagai segi kehidupan. Dari berbagai bentuk kesuksesan, Nabi justru mencatat satu kesuksesan yang paling mulia.

"Perlu diketahui ternyata Rasulullah pernah berkata kepada para sahabat dan umatnya bahwa suksesnya orang yaitu terbebasnya dari api nereka," ungkap Erma kepada Dream usai peluncuran bukunya di Istora Senayan, Sabtu, 6 Maret 2015.

Erma menjelaskan, tips sukses menurut Nabi adalah memahami bahwa rezeki adalah pemberian Allah SWT. Namun di dalamnya terselip kewajiban bagi umatnya untuk memperbanyak memberi zakat.

"Orang kaya harus memuliakan orang miskin. Dan orang sukses harus diimbangi dengan ketakwaan," terang Rusdan.

Di zaman modern, sering kali kesuksesan dimaknai dengan keberadaan material, finansial, manajerial, sosial, psikologikal, emosional, bahkan spriritual.

Hal ini membuat kesuksesan di masa kini memiliki makna yang relatif bagi setiap orang.
Untuk memperoleh kesuksesan, ujar Ema, seorang muslim sebetulnya cukup dengan meneladani sifat-sifat Nabi.

"Beliau memiliki akhlak yang sempurna. Dari kisah perjalanan hidupnya kita dapat mempelajari kesuksesan beliau terutama dalam membangun sebuah peradaban besar di dunia yakni peradaban Islam," jelasnya.

Thursday, November 26, 2015

Anjuran Nabi Untuk Tersenyum dan Mencium Anak-anak


NABI Muhammad SAW menyayangi anak-anak dengan senyuman, ciuman, dan menganjurkan agar para ayah menyayangi anak-anak mereka.
Abu Hurairah berkata :
“Rasulullah bersabda, ‘siapa saja yang tidak mengasihi anak-anak dan tidak mengetahui hak orang-orang tua dari kalangan kami maka ia bukan dari golongan kami.”
Abu Hurairah juga berkata :
”Rasulullah mencium Al-Hasan, sedangkan di hadapan beliau saat itu ada Al-Aqra bin Habis yang sedang duduk. Al-Aqra berkata, ‘saya punya sepuluh anak, tetapi saya belum pernah mencium seorangpun di antara mereka. ‘ Rasulullah memandang ke arahnya dan bersabda, ‘barang siapa yang tidak punya rasa belas kasihan, niscaya tidak akan dikasihani’.”
Tsabit telah meriwayatkan dari Anas bahwa Nabi SAW mengambil putranya, Ibrahim, lalu mencium dan mengendusnya.
Anas berkata, “Nabi SAW adalah sosok manusia yang paling penyayang terhadap keluarga. Beliau dahulu memiliki seorang anak yang disusukan di pinggir Madiah dan ibu yang menyusui itu adalah seorang pendidik. Kami pernah mendatanginya. Ia telah mengasapi rumahnya dengan rerumputan. Maka beliau mencium dan mengendus anaknya.”
Nabi menganjurkan kepada para ayah untuk menyayangi anak-anak mereka. Di antara hadits yang menjelaskan haln ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bahwa seorang wanita datang kepada Aisyah,lalu Aisyah memberinya tiga butir kurma. Wanita itu pun memberikan kepada kedua anaknya, lalu membelah sebiji buah kurma itu menjadi dua bagian dan memberikan kepada dua anaknya itu. Tidak lama kemudian Nabi datang dan Aisyah menceritakan peristiwa itu kepadanya. Maka Nabi bersabda, ‘mengapa kamu mesti heran dengan sikapnya? Sesungguhnya Allah telah merahmatinya berkat kasih sayangnya kepada kedua anaknya itu’.”
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa seorang wanita dengan kedua anak perempuannya, dan seterusnya hingga akhir kisah. Ketika Aisyah menceritakan hal itu kepada Nabi, beliau bersabda :
“Barang siapa mendapat suatu ujian dari anak-anak perempuan ini, lalu ia tetap memperlakukan mereka dengan baik, kelak mereka akan menjadi penghalang bagiya dari neraka”.
Jadi, memeluk, mencium dan menggendong anak. BUkan hanya sekedar nalluri orangtua, tapi juga bernilai ibadah. 

Wednesday, November 25, 2015

Cerita Perut Rasulullah Berbunyi saat Salat


Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”

Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…” 

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”

Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?” 

Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”