Thursday, November 26, 2015

Takut Istri, Durhaka Kepada Ibu



Ibu adalah seseorang yang paling layak kita muliakan. Betapa tidak, semua orang telah tahu bagaimana seorang ibu mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, menjaga, mendidik, menyayangi, melindungi, dan memenuhi segala yang kita butuhkan sejak kita masih dalam kandungannya, hingga kita dewasa.
Semua orang telah tahu, bagaimana seorang ibu selalu menyayangi anak-anaknya dan selalu beraharap kebahagiaan mereka. Semua orang telah tahu, bagaimana seorang ibu rela berkorban demi kebahagiaan anaknya. Namun ketika dewasa dan telah berkeluarga, banyak di antara kita yang malah lupa dan mengabaikan ibu kita. Banyak di antara kita yang setelah dewasa menjadi durhaka kepada ibu dan malah takut kepada istri.
Apabila yang demikian itu telah terjadi, maka sesungguhya ini adalah tanda-tanda hari kiamat, yaitu ketika seseorang durhaka kepada ibunya dan lebih dekat serta takut kepada istrinya untuk melawan dan mendurhakai ibunya atau ayahnya sendiri. Fenomena ini sudah terjadi dewasa ini.
Seringkali kita melihat, ada seorang ibu tinggal sendirian di rumahnya yang nyaris tak pernah dijenguk atau dikunjungi oleh anak-anaknya. Padahal, anak-anak dan menantunya hidup enak dalam kemuliaan, kemudahan dan kekayaan.
Pada saat itu, andai ibu atau ayah tinggal bersama anak-anak mereka, kehidupan orang tua ini tidak akan mendapat perhatian atau perawatan, seperti yang diberikan anak-anak mereka kepada orang lain.
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila harta rampasan perang (al-Fai) hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya, seorang suami takut kepada istrinya dan durhaka terhadap ibunya, dan seseorang lebih dekat kepada temannya daripada ayahnya sendiri,” (HR. Tirmidzi. Mata rantai periwayatan hadits ini lemah). (mozaik)

Hati-hati, Inilah Dosa yang Menghalangi Jodoh!



Jodoh merupakan ketetapan Allah SWT dan menjadi rahasia tanpa seorang pun mengetahuinya secara pasti. Terkadang ada yang sudah menjalani hubungan lama, tiba-tiba kandas karena alasan sepele. Sementara dua orang yang terpisah jauh, kemudian menjadi suami istri tanpa diduga sebelumnya.

Tingkat kesulitan manusia dalam mendapatkan jodoh berbeda-beda. Ada yang dimudahkan, ada pula yang hingga kini tak kunjung menemukan pasangan hidupnya. Padahal usianya sudah memasuki umur yang matang dan siap menjalani rumah tangga.

Jika jodoh adalah urusan Allah, maka tidak kunjung dapat jodoh juga disebabkan karena Allah. Hal ini biasanya terjadi karena dosa yang dilakukan pribadi manusia. Dosa-dosa ini tanpa sadar menutup rezeki mereka untuk mendapatkan pasangan hidup. Berikut ini rangkuman dosa yang dapat menghalangi jodoh.

1. Syirik
Syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan selain-Nya. Terkadang usaha kita dalam mendapatkan jodoh justru mengarah ke arah syirik yang semakin membuat jodoh menjauh. Misalnya saja menginginkan jodoh dengan datang ke dukun, tukang ramal, atau memakai jimat-jimat atau bacaan menyesatkan.

Jika pun mereka di datangkan jodoh, maka biasanya akan dipertemukan dengan mereka yang syirik juga. Bisa saja anda mendapat jodoh, namun justru membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah. Pasalnya akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan, dimana laki-laki dan perempuan harus memiliki nilai yang sama di mata Allah SWT.

“….musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.” ( QS 24:3&26)

2. Jarang sholat dan Melalaikan sholat
sholat merupakan gerbang menuju Allah SWT. Ini adalah perintah wajib yang harus dijalankan umat Islam tanpa ada alasan untuk meninggalkannya. Jarang sholat artinya Allah juga tidak cepat dalam merespon doa manusia terhadap jodoh.

Hal ini juga berlaku bagi mereka yang sholat namun kerap menunda-nunda hingga masuk waktu akhir. Karena urusan dunia, biasanya manusia lupa untuk menunaikan ibadah wajib yang satu ini. Sehingga Allah juga tidak akan memprioritaskan mereka yang telah melalaikan-Nya.

“Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.” (QS 107:4-5)

3. Berzina
Berzina merupakan perbuatan keji yang sangat dibenci Allah. Bahkan dalam sebuah riwayat menceritakan kisah Nabi Musa yang menolak wanita yang bertobat karena telah melakukan dosa zina. Hal ini menandakan bahwa perbuatan zina sangat merusak hubungan manusia dengan Allah, termasuk untuk urusan jodoh.

Jujurlah pada diri, apakah anda pernah melakukan perbuatan tersebut? Jika iya bersegeralah taubat nasuha karena Allah SWT selalu memberikan ampunan kepada hamba-hambanya. Karena siapa yang melakukan hal demikian, mereka akan mendapatkan balasan langsung di dunia salah satunya dijauhkan dari jodohnya.

4. Dosa kepada Orang Tua
Orang tua merupakan perwakilan Allah SWT di dunia. Keridhaan mereka akan menjadi ridha Allah, sehingga jika kita melakukan dosa terhadap orang tua, maka Allah akan menutup sumber rezeki kita termasuk urusan jodoh.

Perlu diketahui bahwa berkata “ah” saja kepada orang tua sudah membuat Allah marah, apalagi jika melakukan dosa lebih dari itu.  Hal ini termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah termasuk jodoh. 

Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. 17:23).

5. Hubungan Silaturahmi yang Putus
Bagi anda yang sulit jodoh, ada baiknya anda memeriksa hubungan anda dengan kerabat. Pasalnya salah satu penjauh rahmat adalah putusnya tali silaturahmi antar sesama kerabat.

“Sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (QS.49:10)

6. Bergunjing dan Mengadu Domba
Ternyata aktivitas yang kerap dilakukan ini menjauhkan manusia dari jodoh, Ya menggunjing juga mengakibatkan sesoorang dijauhkan dari jodohnya. Apalagi jika sudah mengarah kepada adu domba yang berujung pada fitnah. 

“Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (QS 49:12)

7. Makan Rezeki yang Haram
Perkara haram juga dapat menjauhkan jodoh. Jika saat ini masih sulit jodoh, maka periksalah rezeki yang kita makan. Apakah sudah dicari dengan jalan halal, atau masih haram. Jika pun sudah halal, sudah kah kita menunaikan untuk mengeluarkan zakat. Karena sebenarnya, dalam harta kita terdapat hak-hak orang lain yang harus kita keluarkan.

8. Kikir
Salah satu cara mendapatkan jodoh adalah dengan memperbanyak sedekah. Jadi sebenarnya, jika kita tidak bersedekah, maka akan menghambat rahmat Allah yang lain. Salah satunya adalah jodoh. Banyak kisah-kisah tentang orang-orang yang menjemput jodoh dengan sedekah ini.

dikutip dari infoyunik.blogspot.com

Benarkah Hijab Bikin Wanita Awet Muda? Ini Penjelasan Dokter Ahli



Berhijab merupakan perintah Islam kepada seluruh muslimah. Allah menurunkan perintah itu melalui sejumlah ayat Alquran, antara lain Surat Al Ahzab ayat 59, Al A-raf ayat 26, dan An-Nuur ayat 31.

Setiap perintah dari Allah pasti memiliki hikmah. Demikian juga berhijab. Ternyata menutup aurat tak hanya mencegah gangguan terhadap para perempuan. Melainkan juga bagi kesehatan perempuan.

Seperti yang diungkapkan dokter aktivis Yayasan Kita dan Buah Hati, Dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK, ini. Dokter spesialis kesehatan kulit ini menyebut hijab berpengaruh baik pada kesehatan perempuan. Hijab bisa membuat wanita awet muda.

Wow, AWET MUDA? Benarkah demikian? 

Dalam sebuah kesempatan Dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK, seorang pegiat di Yayasan Kita dan Buah Hati mengungkapkan fakta mengenai peranan jilbab dari segi kesehatan, yang dikutip oleh Humas Institut Pertanian Bogor. Dr. Dewi mengatakan bahwa seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan kulit pada perempuan. Perubahan tersebut meliputi berkurangnya kelembaban dan kolagen pada kulit, sehingga kulit menjadi kering, timbulnya kerutan, terjadinya perubahan warna dan regenerasi sel kulit yang melambat. Yang harus diperhatikan oleh para wanita adalah faktor perusak kulit yaitu sinar ultraviolet (UV), kosmetik yang mengandung bahan kimia yang berbahaya, gizi tidak seimbang dan stress. 

Dr. Dewi juga mengatakan bahwa dengan memakai hijab dapat mencegah penyakit kanker kulit karena area kulit selalu tertutup. Faktanya kulit seorang perempuan lebih tipis daripada kulit pria dan memliki pigmen yang lebih rentan terkena penyakit kanker kulit. Penelitian mengenai hal ini telah banyak dilakukan, dan dapat diambil kesimpulan bahwa kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar UV yang menyinari wajah, leher, kaki dan tangan. Kebanyakan menyerang orang bekulit putih karena lebih mudah terbakar matahari. 

Sinar matahari juga memiliki dampak yang buruk bagi kulit, yaitu mempercepat penuaan. Tubuh memerlukan vitamin D yang di dapatkan dari sinar matahari pagi, namun untuk menyerap sinar matahari yang bermanfaat bagi tubuh cukup dari telapak tangan dan wajah. Ketika hari telah siang, vitamin D pada sinar matahari akan membahayakan kulit. Secara ilmiah dijelaskan bahwa sinar matahari dapat merangsang melanosit yaitu sel-sel melanin untuk mengeluarkan melanin. Akibatnya dapat merusak jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin memiliki peranan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit. Bahkan krim-krim pelindung pun tidak mampu untuk melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Dengan demikian memakai hijab dapat memperlambat proses penuaan karena sebagian besar area tubuh tertutup oleh hijab. 

Selain itu manfaat berhijab juga dapat membuat rambut lebih sehat, loh kok bisa ya? Tentu saja demikian, karena saat memakai hijab rambut terlindung dari debu, polusi dan paparan sinar UV. Sehingga rambut lebih terjaga kebersihan dan kesehatannya. Interaksi rambut secara langsung dengan dunia luar dapat membuat rambut menjadi kusam. Meskipun cukup terlindungi, namun tetap harus diimbangi dengan perawatan.


Wednesday, November 25, 2015

Cinta Sejati, 56 Tahun Kakek Ini Merawat Istrinya yang Lumpuh



TRIBUNNEWS.COM - Kisah seorang pria berusia 84 tahun dari Kota Linyi Provinsi Shandong China ini menyentuh hati orang.
Selama 56 tahun terakhir, kakek ini dengan setia merawat istrinya yang lumpuh.
Seperti yang dilansir dari Shanghaiist, Du Yuanfa dan istrinya Zhou Yuai menikah pada November 1958.
Lima bulan setelah menikah, Du yang saat itu bekerja di sebuah tambang batu bara di Kota Tai'an menerima surat yang mengabarkan jika istrinya sakit.
Ia kemudian segera meminta cuti dan bergegas pulang ke kampung halaman untuk melihat keadaan sang istri.
Ternyata penyakit yang diderita sang istri cukup berat. Wanita yang dicintainya itu lumpuh dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.
"Punggungnya kaku dan tangannya juga tidak bisa digerakkan. Jadi dia harus dibantu untuk makan dan juga untuk ke kamar mandi," ujar Du.
Ia kemudian membawa istrinya dengan menggunakan gerobak mendatangi beberapa rumah sakit di daerahnya untuk mengetahui diagosis yang akurat.
Di setiap klinik yang mereka datangi dokter mengatakan jika kelumpuhan yang dialami istrinya akan berlangsung sepanjang hidup.
Mereka juga tidak akan bisa mempunyai keturunan.
Beberapa dokter menyarankan untuk menggunakan obat herbalChina.
Ia pun kerap mencari dan harus mendaki bukit untuk mengambil obat herbal yang dibutuhkan.
Sebelum memberikan pada istri ia mencicipinya terlebih dahulu untuk mengetahui obat herbal itu beracun atau tidak.
Selama musim panas ia mengusahakan agar sang istri tidak kegerahan begitu juga di musim dingin.
Sesekali ia membawa istrinya keluar untuk mendapatkan sinar matahari dan udara sangar.
Beberapa teman dan juga keluarga Du pernah mencoba membujuknya untuk menceraikan sang istri.
Namun hal itu ditolaknya. Du mengatakan ia akan selalu berada di sisi istri dan merawatnya.
Ia bahkan berhenti dari pekerjaannya sehingga istrinya tidak sendirian.
Cinta tanpa syarat Du ini menyentuh hati banyak penduduk lokal.
Banyak warga lokal yang datang dan mengulurkan tangan memberikan bantuan.
Membelikan obat hingga makanan untuk keluarga Du.
Pemerintah setempat juga memberikan bantuan dan memastikan pasangan ini tidak khawatir untuk kebutuhan makanan dan pakaian.
Netizen pun mengekspesikan rasa hormat mereka pada kesetiaan kakek Du.

Perempuan Ini Ditolak Naik Taksi karena Pakai Jilbab



TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Seorang perempuan bernama Qyshia, melampiaskan kekesalannya lewat media sosial Facebook, usai ditolak oleh sopir Uber, jaringan taksi eksklusif Singapura, tengah pekan lalu.
Lewat akunnya, Qyshia Santoz, perempuan muda ini memaparkan bahwa pesanannya ditolak setelah sopir taksi itu melihat penampilannya.
"Ini Singapura, negara modern, dan ini sudah tahun 2015, sudah 50 tahun sejak merdeka. Saya sungguh tidak menyangka, ternyata, masih ada rasisme yang konyol begini," katanya seperti dikutip Coconut Singapore.
Qyshia menyebut, awalnya ia memesan taksi melalui koneksi internet. Operator menghubungkannya dengan seorang sopir taksi yang pada saat itu berada dekat dengan lokasi penjemputannya, yakni Cathay Cineleisure Orchard, sebuah mal di kawasan 8 Grange Road.
Ia sudah sempat berkomunikasi dengan sopir tersebut, yang disebutnya bernama Kai Jin.
Sopir ini mengatakan, ia mengendarai sedan Mitsubitshi Lancer berwarna hitam.
"Tak berselang lama, saya melihat Uber yang dimaksud mendekat, namun kemudian tidak berhenti. Saya melambaikan tangan, tapi mobilnya tetap tidak berhenti," kata Qyshia.
Merasa heran, Qyshia mencoba berkomunikasi kembali dengan sopir tersebut dan saat itulah ia mendapatkan jawaban mengejutkan.
"Dia bertanya apakah saya perempuan yang mengenakan hijab putih dan berpakaian hitam. Ketika saya membenarkan, dia bilang bahwa dia tidak mengangkut penumpang semacam saya," ucap Qysha.
"Waktu saya masih terpelongo, datang pesan dari operator Uber, yang menyatakan bahwa pesanan saya ditolak (secara pribadi?) oleh sopir dan mereka akan mencarikan mobil yang lain. Tapi saya sudah terlanjur merasa terkejut, dan kesal. Saya memutuskan untuk tidak mengkonfirmasi pesan terakhir ini," kata Qyshia.
Tulisan berikut screenshot percakapan antara dirinya dan sopir Uber yang diunggah Qyshia ke Facebook, dengan cepat menyebar dan menjadi topik percakapan hangat di Singapura.
Sebagian besar mengecam sikap rasis yang ditunjukkan oleh sopir Uber.

Tuesday, November 24, 2015

Hati2 Bun! Beredar Udang Palsu dari China Berisikan Gelatin dan Lem



Seorang konsumen udang di Shanghai melaporkan penemuan mengejutkan mengenai udang segar yang baru saja dibeli di pasar. Dia kaget saat menemukan udang yang dibeli diisi cairan gelatin.
Sebagaimana diberitakan Shanghaiist, Kamis (20/8/2015), menurut surat kabar setempat, pria tersebut membawa udang-udang yang dibeli ke rumah.
Kemudian saat mengupas udang tersebut, dia menemukan bahwa udang yang dibelinya hanya berisi semacam bahan kimia serupa agar-agar.

Bulan lalu, Shanghaiist memberitakan bahwa seorang pembeli juga menemukan udang palsu yang sama. Saat itu sang konsumen membeli udang-udang tersebut dari sebuah pasar di Wenzhou.
Udang palsu tersebut diduga berawal dari sifat udang yang cenderung menyusut setelah dicairkan (defrost). Penjual udang pun mencari cara untuk menyiasatinya.
Mereka lantas menyuntikkan gelatin ke dalam udang supaya udang tersebut terlihat lebih gendut dan segar.
Selain itu, dengan menyuntikkan gelatin yang sudah ditambah zat aditif maka berat udang dapat bertambah 20 hingga 30 persen.

Gelatin memang dapat dikonsumsi secara aman. Namun, beberapa berspekulasi bahwa lem industri digunakan untuk disuntik ke dalam udang. Tentu saja lem tersebut berbahaya.

Demikian pula nasib konsumen di Shanghai, saat melihat udang yang terlihat segar ternyata dijejali benda semacam jelly. Kulit udang memang asli, tapi daging di dalamnya nyaris tidak tersisa.
Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan-Minuman China kini menindaklanjuti laporan soal udang ‘palsu’ tersebut. Ada dugaan selain gelatin, pedagang nakal mengolesi lem industri yang berbahaya bagi konsumen untuk mempercantik tampilan udang mereka.
Silahkan share artikel ini kepada temanmu, khususnya para ibu yang suka belanja di pasar supaya tidak salah beli.

Astaghfirullah... Ibu Ini Tidak Diakui Oleh Anaknya Hanya Karena Memiliki Muka Jelek



Cahaya Muslim - Ibu adalah seorang yang melahirkan dan membesarkan kita sampai kita tumbuh menjadi orang yang berguna. Namun kadangkala seorang anak terlalu durhakan kepada ibunya dimana saat dia sudah besar , dia malah pura – pura tidak kenal dengan ibunya. Seperti kisah ibu yang tidak di akui oleh anaknya karena wajahnya buruk.
Ibu yang tidak disebutkan namanya ini menceritakan keluh kesahnya. Ibu  ini adalah orang yang sudah lama terpisah oleh anaknya karena si ibu yang tinggal di kampug dan anaknya yang tinggal di kota.
Suatu hari si ibu ini mendengar bahwa putranya sudah memiliki anak. Ibu yang disamarkan namanya sebagai Ding ini pun mengaku tak sabar mendatangi anak dan cucunya.
Ding pun langsung ingin pergi ke kota untuk mendatangi anaknya karena rasa rindu dengan sang anak dan ingin melihat cucunya sudah benar – benar tinggi.
Pada saat ingin mendatangi anaknya yang di luar negri itu , dia pun membawa pakaian anak yang ia jahit sendiri, ayam hidup dari kampung, mie yang enak, daging dan sekeranjang telur demia cucu yang disayanginya itu.
Ding yang hanya tau tempat kerja putranya itu pun bertahan menunggu sampai anaknya keluar dari kantor. Namun sungguh hal yang meenyakiti hati dimana si putranya membuat anaknya teramat sedih. Ini dikarenakan anaknya tidak mau bertemu dengan Ding karena ia merasa ibunya jelek dan tak setara dengan dirinya kini.
Pupus harapannya melihat senyum putranya dan cucu yang lama diidamkan itu. Ibu ini sangat sangat kecewa melihat sifat anaknya yang angkuh itu.
Dengan hati yang amat sedih  dan hancur berantakan itu , Ding akhirnya pulang kembali ke kampung tempat tinggalnya itu.
Naudzubillah... Seburuk-buruknya seorang ibu, dia adalah orang yang melahirkan kita dan menyayangi kita. Semoga kita belajar dari kisah ini dan tetap istiqomah membahagiakan ibu kita....

Monday, November 23, 2015

Inilah Bahaya Menyusui Sambil Main HP, Ibu Wajib Tau



Kehadiran teknologi canggih seperti smartphone seakan tak bisa terpisahkan dalam kehidupan sebagian orang yang sudah terbiasa menggunakan perangkat elektronik digital tersebut. Handphone yang dulunya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja, kini sudah disulap menjadi ponsel pintar yang memiliki beragam fitur menarik untuk menemani aktivitas sehari-hari, termasuk media sosial, kamera, pemutar musik, game, hingga buku elektronik.

Tak hanya anak muda yang mengalami ketergantungan pada gadget, tapi ibu-ibu pun juga sangat tergantung pada gadget, terutama para ibu muda modern yang baru saja menyambut kelahiran buah hatinya.

Bahkan, banyak dari mereka memberikan ASI pada bayi sambil memainkan handphone, atau disebut juga dengan brexting, kependekan dari breast texting.

Otomatis, kebiasaan mengecek atau menggunakan HP saat menyusui bayi akan membuat perhatian dan fokus ibu mudah terdistraksi.

Hal ini telah menjadi perhatian para pakar pengasuhan anak dan dokter. Para dokter memperingatkan bahwa kebiasaan brexting dapat mengganggu proses keterikatan antara ibu dan bayi yang terjalin saat menyusui.

Keterikatan ibu dengan anak selama masa awal kehidupan amat penting, sehingga bila keterikatan ini terinterupsi, maka anak kemungkinan akan mengalami masalah kecemasan di masa mendatang.

"Ibu dapat kehilangan petunjuk bahwa bayi sudah merasa kenyang, masih lapar, tidak nyaman, atau kesulitan mencerna," ujar psikolog Kateyune Kaeni dalam wawancara dengan stasiun radio Southern California Public Radio yang dikutip dari livescience.

Nah, itulah bahaya dari penggunaan gadget saat sedang menyusui bayi. Jangan sampai keasyikan ibu yang menyusui sambil bermain gadget ini dapat mengganggu perkembangan anak. Semoga para ibu dapat memahaminya dan menjauhi kebiasaan buruk ini demi sang buah hati tercinta.

Sarung, di Indonesia buat sholat, di Mesir malah jadi bahan tertawaan



Sarung di Indonesia menjadi busana yang biasa dipakai saat menjalankan sholat. Tidak hanya sholat, saking membudayanya penggunaan sarung di Indonesia, orang-orang tidak ada kesungkanan ketika mengenakan sarung selain waktu sholat. Bahkan bepergian menggunakan sarung menjadi hal yang tidak malu untuk dilakukan.

Tapi hal itu tidak akan terjadi di Mesir. Ketika mengenakan sarung di luar rumah bagi masyarakat Indonesia menjadi busana untuk kesopanan, maka di Mesir memakai sarung di luar rumah akan menjadi aib. Di Mesir, sarung ternyata dikenakan oleh orang sebagai pakaian ketika selesai bersetubuh.

"Sarung itu menurut mereka konotasinya seperti seorang laki-laki yang selesai berhubungan badan dengan pasangannya.

Angga Rilitama, mahasiswa Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beberapa waktu lalu menjadi delegasi kampusnya untuk studi di Mesir selama satu semester mengungkapkan bahwa dia ditertawakan orang Mesir gara-gara memakai sarung saat mau ke masjid. Ketika di Indonesia, Angga terbiasa berjamaah di masjid dengan mengenakan pakaian ibadah lengkap seperti peci, baju koko serta sarung. Apalagi keseharian dia di pesantren membuat sarung menjadi busana harian yang tidak pernah ditinggalkan.

MUI Temukan Bumbu Resto Solaria Mengandung Babi



TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tim Gabungan Operasional Razia Daging Ilegal menemukan dua bumbu di restoran Solaria, Plaza Balikpapan yang positif mengandung bahan tidak halal.
Temuan tersebut berada di bumbu campur dan bumbu rendam ayam. Kedua bumbu itu pun disita untuk selanjutnya diuji.
Sebanyak 20 jenis bahan yang disita, dari 20 tersebut ada delapan yang sudah diuji, dan dua diantaranya positif mengandung bahan tidak halal, atau mengandung hewan babi. 
"Kami mengambil 20 sampel bahan makanan, dan baru delapan sampel yang diuji, dua yang positif non halal," ujar Ketua Tim Gabungan Opreasional Razia, drh. Noor Lenawati, Senin (23/11/2015).
Ia mengatakan, hanya belum bisa melihat kadarnya, karena tes yang ada kualitatif, dengan pengkajian dan dilakukan oleh tim gabungan langsung di tempat.
Tim gabungan ini terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan, Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Balikpapan, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat‑obatan dan Kosmetika (LP POM), dan BPPOM Provinsi, Pihak Kepolisian, Satpol PP dan lainnya.
Sekretaris Umum MUI Balikpapan, Drs H M Jailani MSi mengatakan sidak dilaksanakan dari pukul 08.00 pagi. Ada beberapa sampel yang diambil, ternyata dari uji beberapa bahan-bahan ditemukan barang yang positif tidak halal.
Tentunya hasil yang diuji tersebut akan dibawa lagi ke rapat untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Temuan ini akan dilaporkan ke LP POM Pusat, dan diteruskan ke Walikota Balikpapan, karena sertifikat halal yang dikantongi rumah makan Solaria ini diterbitkan oleh LP POM Pusat sejak tahun 2014," ujar Jailani.
Jailani menambahkan, aksi sidak ini memberikan jaminan perlindungan konsumen. Ini menjadi pelajaran bagi rumah makan agar selalu mengantongi izin dan tidak menyalahgunakannya.
"Kalau memang sudah dibenarkan LP POM Pusat tidak main-main akan mencabut label atau sertifikat halalnya, karena ini sebuah pelanggaran," katanya.
Ia menyebutkan, yang ditemukan tadi sejenis bumbu campuran, dan memang sisa sedikit. Menurut pihak Solaria, stoknya sudah habis lima hari ini.
"Kami mengimbau buat masyarakat harus hati-hati, kalau sudah dinyatakan tidak halal harus dihentikan, jangan pura-pura ada makanan yang disuka malah tetap makan disitu," ungkap Jailani.
Menurutnya sidak tersebut disaksikan oleh karyawan, Kepala Dapur Solaria Plaza Balikpapan.
"Mereka juga terkejut, karena bahan-bahan yang diteliti sebagian besar adalah kiriman dari Jakarta. Sidak ini akan dilanjutkan kebeberapa rumah makan lainnya, dan tidak ada yang diberitahu sebelumnya," tegas Jailani.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak Solaria. 

Sunday, November 22, 2015

KHASIAT BUNGA TAPAK DARA UNTUK KANKER, LEUKIMIA, DIABETES, DAN HIPERTENSI



Bunga Tapakdara atau nama ilmiahnya yaitu Catharanthus roseus banyak ditanam masyarakat juga sebagai tanaman hias atau tumbuh liar demikian saja di halaman kita. Tapakdara memiliki 2 type bunga warna putih serta ungu.
Habitus dari tanaman ini yaitu :
Tumbuhan semak tegak yang bisa meraih ketinggian batang hingga 1 mtr.. Batang berupa bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas serta bercabang dan berambut.
Daunnya berupa bulat telur, berwarna hijau serta diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tiap-tiap kuntum bunga mempunyai 5 kelopak. Tapakdara juga mempunyai rumah biji yang berupa silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.
Tapak dara yang masih tetap keluarga kamboja ini disangka datang dari Amerika Tengah serta India. Sumber lain mengatakan tapak dara datang dari Madagascar, karenanya orang-orang Eropa memberikannya julukan Madagascar Periwinkle.
tapak daraHampir seluruhnya sisi tanaman tapak dara berguna untuk kesehatan. Daunnya mengandung senyawa alkoloid yakni vinkristin serta vinblastin. Ke-2 senyawa ini berbentuk antineocristine yang ampuh melawan sel kanker.
Sisi tanaman lain seperti bunga, buah serta batang mengandung alkoloida catharantine yang di kenal sebagai anti kanker. Alkoloida catharantine mengandung zat yang sama dengan plasma sel kanker, bila dikonsumsi, sel kanker pada badan akan menyerapnya. Akhirnya, inti sel kanker akan tertekan serta menghilang.
Riset yang dikerjakan tim peruhaan obat dari USA Ely Lilly menyatakan tanaman tapak dara dapat dipakai juga sebagai pencegah serta penghilang sel kanker.
Terkecuali mengatasi kanker, senyawa leurisine serta vindoline yang dikandung tapak dara bisa dipakai juga sebagai pengganti insulin untuk pasien diabetes. Sedang zat aktif vinblastine serta vincristine diakui dapat menjinakkan leukemia, pembengkakan limpa, kanker payudara serta tumor ganas.
1. Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis)
Bahan : 10 – 16 lembar daun tapakdara
Cara membuat : di rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih sampai tinggal 1 gelas. Cara memakai : sesudah dingin diminum, diulangi hingga sembuh.
Bahan : 35 – 45 gr daun tapakdara kering, adas pulawaras Cara membuat : bahan itu di rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih sampai tinggal 1 gelas. Cara memakai : sesudah dingin diminum, diulangi hingga sembuh.
Bahan : 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum bunga tapakdara Cara membuat : di rebus dengan 4 gelas air hingga mendidih sampai tinggal 1, 5 gelas Cara memakai : diminum pagi serta sore sesudah makan.
Hipertensi (desakan darah tinggi)
Bahan : 15 – 20 gr daun tapakdara kering, 10 gr bunga krisan Cara bikin : di rebus dengan 2, 5 gelas air hingga mendidih serta disaring. Cara memakai : diminum setiap sore. Bahan : 7 lembar daun atau bunga tapakdara Cara bikin : diseduh dengan 1 gelas air serta dibiarkan sebagian waktu serta disaring. Cara memakai : diminum mendekati tidur.
3. Leukimia
Bahan : 20-25 gr daun tapakdara kering, adas pulawaras. Cara bikin : di rebus dengan 1 liter air serta disaring. Cara memakai : diminum 2 kali satu hari, pagi serta sore. Asma serta bronkhitis Bahan : 1 potong bonggol akar tapakdara Cara bikin : di rebus dengan 5 gelas air. Cara memakai : diminum 2 kali satu hari, pagi serta sore.
Demam
Bahan : 1 genggam (12 -20 gr) daun tapakdara, 3 potong batang serta akar tapakdara Cara bikin : di rebus dengan 4 gelas air hingga mendidih sampai tinggal 1, 5 gelas. Cara memakai : diminum pagi serta sore ditambah gula kelapa.
Radang Perut serta disentri
Bahan : 15 – 30 gr daun tapakdara kering Cara bikin : di rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih.
Cara memakai : diminum pagi serta sore serta ditambah dengan gula kelapa.
Kurang darah
Bahan : 4 putik bunga tapakdara putih. Cara membuat : di rendam dengan 1 gelas air, lalu di taruh diluar rumah semalam. Cara memakai : diminum pagi hari serta dikerjakan dengan teratur.
Tangan gemetar
Bahan : 4 – 7 lembar daun tapakdara Cara bikin : diseduh dengan 1 gelas air panas serta disaring.
Cara memakai : diminum umum.
Gondong, bengkak, bisul serta borok
Bahan : 1 genggam daun tapakdara Cara bikin : ditumbuk halus. Langkah memakai : ditempelkan pada luka bakar.
Luka bakar
Bahan : sebagian daun tapak dara, 0, 5 genggam beras. Cara bikin : di rendam dengan air, lalu ditumbuk berbarengan hingga halus. Cara memakai : ditempelkan pada luka bakar.
Luka baru
Bahan : 2 – 5 lembar daun tapakdara Cara bikin : dikunyah hingga lembut. Cara memakai : ditempelkan pada luka baru.
Kanker.
Untuk pengobatan kanker, ambillah satu gengam daun tapak dara, campur buah plus kulit kayu pulasari serta gula merah/Jawa seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air. Sesudah air tinggal separuh, angkat. Minum pagi, siang serta malam hari semasing 1/2 gelas.

Friday, November 20, 2015

Hukum Salam-Salaman Setelah Shalat



Sebagian kaum Muslimin setelah selesai shalat melakukan ritual salam-salaman antara sesama jama'ah shalat. Bahkan dengan tata cara khusus yang berbeda-beda di masing-masing daerah. Bagaimana hukum melakukan perbuatan ini?


Sebagian kaum Muslimin setelah selesai shalat melakukan ritual salam-salaman antara sesama jama’ah shalat. Bahkan dengan tata cara khusus yang berbeda-beda di masing-masing daerah. Bagaimana hukum melakukan perbuatan ini?

Perkara Ibadah Butuh Dalil

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu dipahami bahwa dalam menetapkan suatu ibadah atau suatu tata cara dalam beribadah, butuh landasan hukum yang valid berupa dalil yang shahih. Baik ibadah yang berupa perkataan maupun perbuatan, harus dilandasi oleh nash dari Allah ataupun dari Rasulullah yang termaktub dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Adapun sekedar perkataan seseorang “ini adalah ibadah” atau “ini baik dan bagus” ini bukan landasan. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)
Selain itu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya ketika khutbah Jum’at atau khutbah yang lain beliau bersabda:
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)
Sehingga para ulama memahami dari dalil-dalil ini bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali ada dalil yang mengesahkannya.

Fatwa Para Ulama Tentang Salam-Salaman Setelah Shalat

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika ditanya mengenai hal ini, beliau menjawab: “salam-salaman yang demikian (rutin setelah shalat) tidak kami ketahui asalnya dari As Sunnah atau pun dari praktek para sahabat Nabi radhiallahu’anhum. Namun seseorang jika bersalaman setelah shalat bukan dalam rangka menganggap hal itu disyariatkan (setelah shalat), yaitu dalam rangka mempererat persaudaraan atau menumbuhkan rasa cinta, maka saya harap itu tidak mengapa. Karena memang orang-orang sudah biasa bersalaman untuk tujuan itu. Adapun melakukannya karena anggapan bahwa hal itu dianjurkan (setelah shalat) maka hendaknya tidak dilakukan, dan tidak boleh dilakukan sampai terdapat dalil yang mengesahkan bahwa hal itu sunnah. Dan saya tidak mengetahui bahwa hal itu disunnahkan” (Majmu’ Fatawa War Rasa-il, jilid 3, dinukil dari http://ar.islamway.net/fatwa/18117).
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz menyatakan: “pada asalnya bersalam-salaman itu disyariatkan ketika bertemu antar sesama muslim. Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasa menyalami para sahabat nya jika bertemu dan para sahabat juga jika saling bertemu mereka bersalaman. Anas bin Malik radhiallahu’anhu dan Asy Sya’bi mengatakan:
كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إذا تلاقوا تصافحوا وإذا قدموا من سفر تعانقوا
“para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika saling bertemu mereka bersalaman, dan jika mereka datang dari safar mereka saling berpelukan”
Dan terdapat hadits shahih dalam Shahihain, bahwa Thalhah bin ‘Ubaidillah (salah satu dari 10 sahabat yang dijamin surga) datang dari pengajian bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menuju Ka’ab bin Malik radhiallahu’anhu yaitu ketika Ka’ab bertaubat kepada Allah (atas kesalahannya tidak ikut jihad, pent.). Thalhah pun bersalaman dengannya dan memberinya selamat atas taubatnya tersebut. Ini (budaya salaman) adalah perkara yang masyhur diantara kaum Muslimin di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ataupun sepeninggal beliau.
Dan terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
ما من مسلمين يتلاقيان فيتصافحان إلا تحاتت عنهما ذنوبهما كما يتحات عن الشجرة ورقها
“Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan berguguranlah dosa-dosanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon”
Maka dianjurkan bersalam-salaman ketika bertemu di masjid atau di shaf. Jika belum sempat bersalaman sebelum shalat, maka hendaknya setelahnya sebagai bentuk keseriusan mengamalkan sunnah yang agung ini. Diantara hikmahnya juga ia dapat menguatkan ikatan cinta dan melunturkan kebencian. Namun, jika belum sempat bersalaman sebelum shalat, disyariatkan untuk bersalaman setelah shalat yaitu setelah membaca dzikir-dzikir setelah shalat (yang disyariatkan).
Adapun yang dilakukan sebagian orang yang segera bersalam-salaman setelah selesai shalat fardhu yaitu setelah salam yang kedua, maka saya tidak mengetahui asal dari perbuatan ini. Bahkan yang tepat, ini hukumnya makruh karena tidak ada dalilnya. Karena yang disyariatkan bagi orang yang shalat dalam kondisi ini adalah segera membaca dzikir-dzikir sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam setiap selesai shalat fardhu.
Adapun shalat sunnah, juga disyariatkan untuk bersalaman setelah salam, jika memang belum sempat bersalam ketika sebelum shalat. Jika sudah salaman sebelum shalat maka sudah cukup (tidak perlu salaman lagi).” (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 11, dinukil dari http://www.binbaz.org.sa/mat/951).

Sebagian Ulama Membolehkan?

Memang benar sebagian ulama membolehkan ritual bersalam-salaman setelah shalat. Namun perlu kami ingatkan, bahwa perkataan ulama bukanlah dalil dan dalam menetapkan suatu tata cara ibadah itu membutuhkan dalil. Para ulama berkata:
أقوال أهل العلم فيحتج لها ولا يحتج بها
“Pendapat para ulama itu butuh dalil dan ia bukanlah dalil”
Imam Asy Syafi’i berkata:
أجمع الناس على أن من استبانت له سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يكن له أن يدعها لقول أحد من الناس
“Para ulama bersepakat bahwa jika seseorang sudah dijelaskan padanya sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak boleh ia meninggalkan sunnah demi membela pendapat siapapun” (Diriwayatkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al I’lam 2/361. Dinukil dari Ashl Sifah Shalatin Nabi, 28 )
Dan dalam menyikapi pendapat-pendapat para ulama yang berbeda, kita wajib kembali pada Al Qur’an dan As Sunnah.
Allah Ta’ala berfirman:
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa: 59).
Diantara ulama yang membolehkan hal ini adalah Imam An Nawawi rahimahullah, beliau berkata, “ketahuilah bahwa bersalam-salam adalah sunnah dalam setiap kali pertemuan. Dan apa yang dibiasakan orang setelah shalat subuh dan shalat ashar itu tidak ada asalnya dari syariat, dari satu sisi. Namun perbuatan ini tidak mengapa dilakukan. Karena asalnya bersalam-salaman itu sunnah dan keadaan mereka yang merutinkan salam-salaman pada sebagian waktu dan menambahnya pada kesempatan-kesempatan tertentu, ini tidak keluar dari hukum sunnahnya bersalam-salaman yang disyariatkan secara asalnya. Ia merupakan bid’ah mubahah” (dinukil dari Mirqatul Mafatih, 7/2963).
Al Mula Ali Al Qari rahimahullah (wafat 1014H ) menjawab pendapat An Nawawi ini, “tidak ragu lagi bahwa perkataan Al Imam An Nawawi ini mengandung unsur-unsur yang saling bertentangan. Karena melakukan sunnah pada sebagian waktu tidak dinamakan bid’ah. Sedangkan kebiasaan orang-orang melakukan salam-salaman pada dua waktu yang disebutkan (setelah subuh dan ashar) bukanlah dalam bentuk yang disunnahkan oleh syariat. Oleh karena itu sebagian ulama kita telah menegaskan bahwa perbuatan ini makruh jika dilukan pada waktu tersebut. Nah, jika seseorang masuk masjid dan orang-orang sudah shalat atau sudah akan segera dimulai, maka setelah shalat selesai andaikan mau bersalaman itu dibolehkan. Namun dengan syarat, memberikan salam terlebih dahulu sebelum salaman. Maka yang seperti ini barulah termasuk bentuk salaman yang disunnahkan tanpa keraguan” (Mirqatul Mafatih, 7/2963).
Sehingga jelaslah bahwa dalam hal ini, pendapat Imam An Nawawi rahimahullah tidak lah tepat.

Jika Ada Yang Menyodorkan Tangan Untuk Salaman Setelah Shalat

Di atas telah dijelaskan bahwa salam-salaman setelah shalat jika dilakukan dengan anggapan itu ritual yang dianjurkan ini adalah perbuatan yang tidak ada asalnya dari syariat, dan semestinya ditinggalkan. Namun, jika ada jama’ah yang menyodorkan tangan untuk bersalam-salaman setelah shalat hendaknya tidak ditolak atau didiamkan. Al Mula Ali Al Qari rahimahullah berkata, “walaupun demikian, jika seorang ada Muslim menyodorkan tangannya untuk bersalaman (setelah shalat), maka jangan ditolak dengan menarik tangan. Karena hal ini akan menimbulkan gangguan yang lebih besar dari pada maslahahmenjalankan adab (sunnah). Intinya, orang yang memulai salaman dengan anggapan itu disyariatkan, baginya makruh, namun tidak makruh bagi yang terpaksa menerima salamnya. Walaupun yang demikian ini terkadang ada unsur tolong-menolong dalam perkara bid’ah,wallahu a’lam.” (Mirqatul Mafatih, 7/2963).
Dan dalam keadaan tersebut hendaknya kita juga bersemangat untuk menasehati orang yang mengajak kita salaman tersebut dengan cara yang hikmah dan santun, jika memang memungkinkan. Nasehat dengan tangan, jika tidak mungkin, maka dengan lisan, jika tidak mungkin, minimal dengan hati.
Adapun jika seseorang menyodorkan tangan untuk salaman karena memang belum sempat salaman sebelum shalat, bukan dengan anggapan perbuatan ini disyariatkan, maka sepatutnya sodoran tangan tadi disambut tanpa perlu ragu.
Semoga bermanfaat, wabillahi at taufiq was sadaad.
—
Penulis: Yulian Purnama