Saturday, April 23, 2016

Demi Mempertahankan Jilbab, Muslimah ini Rela Mundur sebagai Karyawan Bank dan Bayar Denda 10 Juta



�Hidayah�bagi hamba Allah bisa datang kapan saja dan melalui peristiwa yang tidak diduga-duga. Itulah yang terjadi pada diri Suryani Wahyu Lestari, gadis cantik yang kini tercatat sebagai mahasiswi di Jurusan Ilmu Komunikasi STISIP Persada Bunda Pekanbaru ini mendadak memutuskan menutup seluruh auratnya (memakai jilbab), setelah dirawat beberapa hari di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru.

“Saya memutuskan memakai jilbab sekitar dua minggu setelah keluar dari rumah sakit. Sebelumnya saya terus didukung abang kandung saya dan sahabat-sahabat saya menggunakan jilbab, namun jujur saja ketika itu hati saya belum tergerak ke sana (memakai jilbab). Saya waktu itu masih berfikir, kalau ibadahnya belum mantap, jangan dulu pakai jilbab. Anehnya, dua minggu setelah keluar dari rumah sakit, Bulan Ramadan lalu, saya merasa tidak pantas lagi dan merasa malu memakai rok pendek. Saya berfikir, bagaimana kalau sedetik lagi nyawa saya dicabut malaikat, sementara saya dalam keadaan tidak menutup aurat,” cerita gadis yang akrab dipanggil Ayi tersebut, Minggu (31/8/2014).

“Saya jadi malu, karena ketika memakai rok pendek, kemana pun saya pergi saya merasa laki-laki selalu memperhatikan bagian tubuh saya yang tidak tertutup. Di tempat kerja, karena harus memakai rok agak pendek saya juga merasa tubuh saya selalu jadi sasaran mata laki-laki, sehingga saya merasa malu dan tidak nyaman,” sambungnya.

Setelah memakai jilbab, Suryani mengaku merasa hidupnya lebih nyaman dan lebih terhormat sebagai perempuan. Ibadahnya juga lebih baik dibanding sebelumnya. “Rasanya ibadah saya juga lebih khusyuk. Mungkin jilbab yang saya pakai sekarang belum termasuk kategori jilbab syar’i, tapi saya yakin Allah akan mengarahkan saya ke sana (hijab syar’i),” harapnya.

Ada beberapa konsekuensi yang harus diterima Ayi terkait keputusannya menggunakan jilbab, salah satu di antaranya dia harus mengundurkan diri sebagai karyawati salah satu bank swasta, sebab karyawati bank tersebut tidak dibolehkan menggunakan jilbab. “Banyak orang bilang saya bodoh karena mundur sebagai pegawai bank hanya gara-gara jilbab. Biar saja orang bilang saya bodoh, karena saya sangat yakin, keputusan yang saya ambil adalah yang terbaik bagi saya,” ucapnya dengan mantap.

Suryani tidak hanya harus mundur, namun juga membayar denda Rp10 juta kepada bank bersangkutan, sebab mundur sebelum masa kontrak kerja berakhir. “Meskipun harus mundur dan membayar denda, tapi saya tetap bersyukur pernah bekerja di bank tersebut, karena di sana saya berkesempatan belajar dengan orang-orang hebat,” ungkapnya.

Gadis yang lahir di Kota Pekanbaru tahun 1995 ini mengaku, ibunya termasuk orang yang kaget ketika dia menyatakan ingin memakai jilbab. “Namun setelah saya menjelaskan alasannya, ibu saya akhirnya bisa memahaminya dan mendukung keputusan saya,” jelasnya.

Ayi melanjutkan, masalah lain yang dihadapinya ketika awal memutuskan berjilbab adalah pakaian yang dimilikinya sedikit sekali yang bisa dipadukan dengan jilbab. “Karena dulu saya sering shooting dan ikut modeling, jadi pakaian saya itu umumnya seksi,” ujarnya.


Kini, setelah berjilbab, dia juga harus menolak tawaran pekerjaan dari dunia entertain. “Padahal dulu, shooting itu termasuk hobi terbesar saya, tapi setelah berjilbab saya tak mau lagi menggunakan pakaian pendek. Jadi saya juga harus kehilangan dunia keartisan, padahal dulu cita-cita besar saya tu menjadi artis,” urainya.

“Tapi saya tak menyesal. Selagi saya selalu berusaha berada di jalan Allah, saya yakin Allah selalu bersama saya. Innallaha ma’ashobirin, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar,” kata Ayi dengan mantap.

Dengan telah memutuskan menggunakan jilbab, gadis manis ini berharap dia bisa terus memperbaiki dirinya sesuai tuntunan Agama Islam, sehingga nantinya benar-benar menjadi wanita shaleha. “Mudah-mudahan jadi bidadari surga. Amin,” ucapnya.

Ayi berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan yang baik, yang tidak menghalanginya mematuhi ajaran agama yang diyakininya. “Mudah-mudahan saya bisa bekerja di bank syariah nantinya,” harap Ayi.

“Dan yang lebih penting, mudah-mudahan dengan berjilbab, Allah akan memilihkan lelaki yang sangat saleh dan bertanggung jawab sebagai jodoh saya. Amin,” harapnya lagi.

Semoga Allah SWT mengijabah doa Suryani Wahyu Lestari. Amin.

Sumber : dakwatuna.com

Tuesday, April 19, 2016

Tips Membersihkan Kulkas dalam Waktu 10 Menit



Lemari es merupakan tempat menyimpan bahan mentah, mencegah masakan agar tidak basi, dan mengawetkan panganan aneka rupa. Untuk itu, kebersihan lemari es wajib kita jaga agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan seperti keracunan.

Memang membersihkan lemari es tidak semudah membersihkan bagian dapur yang lain karena tidak boleh menggunakan produk pembersih berbahan kimia. Untuk memudahkan Anda inilah beberapa tips membersihkan lemari es secara efektif dan efesien hanya dalam waktu sepuluh menit.

Tahap pertama, Anda dapat membagi isi lemari es menjadi tujuh bagian: bagian dalam pintu, rak, laci, dan bagian luar. Cuci setiap satu bagian rak atau laci, lap permukaan sekitar dinding, dan pilihlah makanan yang tidak cepat kaduluarsa dan menempatkannya secara rapi dan terorganisir. Tambahkan dengan pewangi segar dari bahan alami.

Untuk bagian luar, cucilah bagian atas dan menggosok semua sisi kulkas. Anda dapat menggosok bagian ini setiap minggu agar tetap higienis

Pengharum alami untuk lemari es
Bila Anda bingung bagaimana memilih pewangi untuk lemari es, disarankan untuk memilih bahan alami macam baking soda, vanili, ataupun lemon. Caranya, letakkan semangkuk kecil baking soda di bagian bawah kulkas mengingat khasiatnya yang mampu menyerap bau setajam apa pun. 

Sedangkan vanila dapat digunakan dengan cara dioleskan pada kapas atau garam dan dicampurkan dengan jeruk atau lemon kemudian dimasukkan ke rak belakang. Garam membantu menyerap bau tidak sedap pada lemari es Anda.


sumber : feed.id

Tuesday, March 15, 2016

Ribuan netizen terharu !! Bocah malang Ini Menenangkan adiknya yang menangis ketakutan, Tolong Bagikan !!


VEMALE Sebuah foto yang dikira dari lokasi gempa bumi dahsyat di Nepal pada April lalu ternyata adalah foto yang diambil di Vietnam pada 2007 lalu.

Na-Son Nguyen, fotografer freelance, mengatakan foto yang memperlihatkan bocah laki-laki dan gadis kecil berpelukan tersebut diambilnya delapan tahun lalu di Vietnam Utara.

Kontributor foto AP yang berdomisili di Vietnam ini menambahkan kepada BBC bahwa foto itu diambil di Can Ty, sebuah desa terpencil di Provinsi Ha Giang.

"Saya sedang lewat di desa itu tetapi terhenti oleh adegan dua anak etnis Hmong bermain di depan rumah mereka, sementara orangtua mereka pergi bekerja di sawah," kata Na-Son dikutip Dream dari laman Independent.co.uk

"Gadis kecil, mungkin dua tahun, menangis karena ada orang asing sehingga bocah laki-laki, berusia sekitar tiga tahun atau lebih, memeluk adiknya agar tenang."

"Foto tersebut memang lucu dan sangat menyentuh hati," katanya.

Setelah mempublikasikan foto itu di blog pribadinya, Na-Son terkejut ternyata foto itu telah beredar luas di antara pengguna Facebook Vietnam. Banyak di antara mereka bahkan menyisipkan kisah baru tentang foto tersebut.

Dalam akun Twitternya, Na-Son menulis, "Ini foto tentang dua anak etnis Hmong di Vietnam yang diambil tahun 2007 di Provinsi Ha Giang. Foto ini bukan tentang Nepal." (Ism)

sumber : dream.co.id

Tuesday, March 1, 2016

HEBOH !! Dr Zakir Naik Akan Datang Ke Indonesia, Talk Show Terbuka



Dr Zakir Naik telah banyak dikenal melalui video-videonya di Youtube. Di berbagai negara, forum Dr Zakir Naik biasanya dihadiri ribuan orang. 

Selain ceramahnya yang memukau, daya tarik Dr Zakir Naik terletak pada kemampuannya menjawab berbagai pertanyaan dari non muslim. Mulai dari pertanyaan orang yang sedang mencari kebenaran, mengujinya, maupun mendebatnya.

Dr Zakir Naik juga sering debat terbuka dengan sejumlah tokoh non muslim, terutama mereka yang menyerang Islam dengan mengatakan ada kesalahan ilmiah dalam Al Quran dan sejenisnya. Dan sejauh ini, Dr Zakir Naik berhasil memenangkan debat-debat tersebut dengan baik.

Dr Zakir Naik yang selama ini hanya diketahui dari Youtube akan datang ke Indonesia untuk menggelar talk show. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan mengundang Dr Zakir Naik dalam rangka milad ke-35.
“Selain itu juga akan ada International Cultural Festival (ICF) pada 23 Maret, seminar Internasional “Towards World Class University: Internationalization, Entrepreneurship and Partnership” yang akan diisi oleh QS Singapore, DAAD dan AUAP pada 2 April dan pada bulan yang sama juga akan diadakan Talk Show bersama Dr. Zakir Naik yang akan dibuka untuk masyarakat umum,” tulis situs resmi umy.ac.id, Kamis (25/2/2016).

Sayangnya belum ada informasi lebih detil tanggal berapa dan bertempat di mana talk show Dr Zakir Naik tersebut akan digelar. Dari pengamatan Tarbiyah.net di media sosial, banyak netizen yang tak sabar ingin segera melihat langsung kristolog dunia yang terkenal brilian itu.

Masya Allah !! Pendeta Ini Masuk Islam Setelah Mendengar Jawaban Bagaimana Bentuk Allah


Pimpinan Pesantren An-Naba Center, KH Syamsul Arifin Nababan saat membimbing mualaf bersyahadat.

Stevanus Vernanda Vountain S Th yang kini bernama Muhammad Hijery menceritakan bagaimana dirinya masuk Islam. Awalnya, ia yang menjadi pendeta bergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gunung Mas, Kalteng mewakili agama yang dianutnya. 

Di sana, ia bertemu dengan sejumlah ulama, lalu dekat dengan salah seorang ustadz. Ustadz tersebut aktif menjalin komunikasi dengan dirinya dan sering berdialog. Hingga akhirnya, sambil minta maaf, dia mengajukan pertanyaan kepada Ustadz itu.

“Saya bertanya kepada Ustadz itu, apa yang disembah muslimin ketika shalat, tidak ada sesiapa tidak ada pula benda. Beda dengan orang kristen ketika sembahyang jelas ada benda yang disembah. Ee ternyata ulama tadi memberikan pertanyaan balik sebagai jawabannya,” kata Muhammad Hijery di hadapan ratusan jamaah Subuh Masjid Ar Rahman di Jalan Kampung Melayu Banjarmasin, Kamis (11/2/2016) lalu.
Pertanyaan balik dari Ustadz tersebut adalah “bagaimana bentuk dan warna angin”. Pendeta diberi waktu seminggu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan ia siap masuk Krsten jika pendeta bisa menjawabnya.

Tak juga bisa menjawab, pendeta itu kemudian bertanya kepada seniornya. Bukannya mendapat jawaban, ia malah ditertawakan. Akhirnya ia pun menyerah.

“Saya sudah menduga pasti kamu tidak akan bisa menjawab,” kata Ustadz tersebut, lantas menjelaskan jika angin yang dirasakan saja manusia tidak bisa menjawab bagaimana warna dan bentuknya, apalagi untuk melihat Sang Pencipta angin. Manusia terlalu lemah.

Jawaban itu kemudian menjadi perenungan si pendeta.

“Kemudian muncul kegelisahan luar biasa hingga memutuskan untuk bersyahadat bersama istri dan anak-anak saya,” kenang Muhammad Hijery seperti dikutip Tribunnews.

Monday, February 29, 2016

Soeharto-Hartinah, Kisah Romansa Anak Desa



SUATU hari di tahun 1947, Prawirohardjo dan istrinya datang ke Wuryantoro, Wonogiri, 40 kilometer ke arah tengara Solo untuk mengunjungi sanak saudaranya di sana. Keponakan sekaligus anak angkat mereka, Soeharto, datang menemuinya. Membincangkan berbagai hal, termasuk menanyakan rencana apa yang akan dilakukan Soeharto ke depannya.
“Percakapan kami pada mulanya menyangkut hal-hal yang biasa saja. Tetapi tidak lama setelah itu muncul pertanyaan yang tidak saya sangka,” kata Soeharto, saat itu 26 tahun, dalam otobiografinya Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya.
Pertanyaan itu datang dari istri Prawirohardjo, tantenya sendiri, yang menanyakan kapan Soeharto hendak berumahtangga. Soeharto menjawab dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai komandan resimen di tengah revolusi fisik yang masih berkecamuk pada tahun-tahun itu.
Ketika terus didesak untuk menikah dan membangun keluarga, Soeharto malah balik bertanya siapa perempuan yang bersedia dia kawini. “Saya tidak punya calon,” katanya.
Tetiba saja tantenya teringat kepada seorang gadis kawan sekolah anaknya di Solo. Hartinah namanya, anak Soemoharjomo, ningrat Solo yang bekerja sebagai wedana dan pegawai kraton Mangkunegaraan. Namun mendadak Soeharto ciut nyalinya.
“Apa dia akan mau?” kata Soeharto bertanya, “Apa orang tuanya akan memberikan? Mereka orang ningrat,” kata Soeharto.
Tak lama setelah pertemuan itu, Soeharto dan keluarga tantenya berkunjung ke rumah Soemoharjomo di Solo, dipertemukan untuk pertama kalinya dengan Hartinah, calon istrinya. Dalam pertemuan yang dalam adat Jawa disebut “nontoni”itu pun Soeharto masih belum percaya diri, “apakah dia akan benar-benar suka kepada saya?” Soeharto membatin.
Pada nyatanya keluarga Soemoharjomo menerima pinangan Soeharto kepada putrinya. Tak lama setelah pertemuan itu, pada 26 Desember 1947 pernikahan dilangsungkan. Hartinah berusia 24 tahun dan Soeharto 26 tahun ketika mereka menikah.
Menurut RE. Elson dalam Suharto: Sebuah Biografi Politik hubungan cinta dua sejoli yang berbeda latar belakang status sosial itu diuntungkan oleh situasi zaman revolusi. Keraguan Soeharto akan status sosialnya di hadapan keluarga calon mertuanya sangat beralasan. Soeharto datang dari desa, anak keluarga petani yang tak punya status atau relasi apapun dengan pihak keraton. Namun zaman revolusi memungkinkan seorang pemuda desa seperti Soeharto memiliki “pamor” karena berkecimpung sebagai perwira militer yang memiliki tempat terhormat pada masa itu.
Kendati bukan priayi, Soeharto bisa meniti karier sebagai tentara di tengah tatanan masyarakat yang mulai berubah akibat revolusi. Menurut Elson kondisi itulah yang membuat gambaran Soeharto berbeda di depan mata calon mertuanya, selain tentu saja karena hubungan dekat keluarga pamannya dengan orangtua Hartinah.
“Alhasil, perkawinan kami tidak didahului dengan cinta-cintaan seperti yang dialami oleh anak muda di tahun delapan puluhan sekarang ini. Kami berpegang pada pepatah, ‘witing tresna jalaran saka kulina”, datangnya cinta karena bergaul dari dekat,” kata Soeharto kepada Ramadhan KH, dalam Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya.
Hubungan cinta Soeharto dengan Hartinah atau kelak dikenal dengan panggilan Ibu Tien itu memang sepi dari gosip. Kecuali satu-dua desas-desus tentang hubungan Soeharto dengan perempuan lain yang sampai hari ini pun tidak jelas duduk perkaranya.
“Bahwasannya suka terjadi cekcok antara suami dan istri, itu adalah manusiawi,” ungkap Soeharto menjelaskan perjalananan rumahtangga dengan istrinya.