Tuesday, April 26, 2016

Para Istri baca ini : Cari Istri yang Penuh Berkah? Ini 3 Tandanya

Anda seorang laki-laki yang shalih yang mencari istri yang penuh keberkahan? Rasulullah memberikan tiga tandanya dalam salah satu hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.




Istimewanya lagi, tiga tanda ini bisa dilihat sebelum menikah. Sehingga jika Anda mendapatkan wanita shalihah yang juga memenuhi tiga kriteria ini, berbahagialah. Insya Allah istri Anda adalah istri yang penuh berkah.

1. Mudah mengkhitbahnya




Ciri pertama adalah mudah meminangnya. Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ يُمْنِ الْمَرْأَةِ تَيْسِيرَ خِطْبَتِهَا



“Sesungguhnya di antara tanda keberkahan istri adalah mudah meminangnya.” (HR. Ahmad; hasan)

Jika Anda adalah seorang pemuda yang shalih, lalu datang ke rumah calon mertua untuk meng-khitbah putrinya yang shalihah lalu mereka dan juga wanita itu mudah menerima Anda karena tahu Anda baik agamanya, berbahagialah. Anda tidak salah memilih calon istri. Insya Allah calon istri Anda adalah wanita yang penuh barakah.

Kemudahan meng-khitbah juga menunjukkan bahwa bukan hanya calon istri Anda yang shalihah, namun keluarganya juga keluarga yang shalih. Ayahnya benar-benar memahami nasehat Rasulullah untuk para orang tua dan wali:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Jika seseorang yang agama dan akhlaknya kalian ridhai datang meminang putri kalian, maka nikahkanlah dengannya. Jika kalian tidak melakukannya, maka akan menjadi musibah di bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Tirmidzi; hasan)

Sementara itu, jika ada wanita yang dipinang, ia menyulitkan dengan berbagai syarat yang sebenarnya tak perlu lagi berat, bisa jadi itu adalah tanda calon istri yang tidak membawa keberkahan. Meskipun telah mengenal agama dan akhlak calon menantunya dengan baik, sang calon mertua memintanya menyediakan berbagai fasilitas duniawi yang memberatkan. “Kamu harus punya rumah beserta istrinya dulu, harus punya mobil, dan juga asuransi jiwa. Jadi jika sewaktu-waktu ada apa-apa denganmu, anakku nanti masa depannya tetap terjamin,” misalnya.

Ketika mendengarkan hadits tentang keberkahan istri, Urwah mengatakan: “Wanita yang celaka adalah wanita yang mempersulit diri…”

Banyak Orang di perintahkan memakai jilbab ini malah , Anak yang Dilarang pakai Jilbab oleh Orangtuanya.....

Benar-benar menyedihkan sekali cerita ini dan mungkin dunia ini sudah gila kali ya ?! Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah mantab dan tetap, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab.






Setelah membeli beberapa pakaian muslimah lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.

Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya.

Ketika dia ke luar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.



Anak itu tentu merasa terpukul sekali, bayangkan : Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya, akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang- tua dan anak bila ia berkeras memakainya.
Dia tidak akan diakui anak selamanya bila ia tetap menggunakan jilbab.

Anak itu sedih sejadi-jadi nya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.
Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya agar ia diperbolehkan memakai jilbab. Apa daya sang guru pun menolak.


Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad nya dimana ia berguru untuk membujuk orang tuanya agar ia diizinkan memakai jilbab.

Hasilnya ? Ustadnya pun menolak untuk memperjuangkannya.

Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.

Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab.


Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan jalan terakhir.
Dia berkata pada orang tuanya: “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan gantung diri … !!”

Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu.
Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih:
"Yanto, Yanto! Kalau kamu anak perempuan terserah kamu. Kamu ini kan anak laki-laki kok pakai jilbab? Memang kamu ini anak gak waras"

Jangan Serius-serius Bacanya, humor sedikit biar hidup lebih asik :) :D

Semoga Anda semua terhibur :D :D :D


Sumbr pelangimuslim.com

Thursday, April 21, 2016

Keajaiban Shalat Dhuha: Setelah Merutinkannya, Pemuda Ini Panen Rejeki Menakjubkan

Perindu suga   -  Dalam rangkaian shalat yang dilakukan seorang muslim, ada satu amalan shalat sunat yang merupakan gerbang pintu rezeki bernama shalat dhuha. Shalat sunat ini memang telah disabdakan Rasulullah sebagai salah satu upaya untuk "memancing" datangnya rejeki.



Bahkan banyak cerita nyata yang memperlihatkan keajaiban yang terjadi pada mereka yang melakukan shalat dhuha secara rutin. Ini juga yang menimpa salah seorang muslim bernama Abdullah.

Pada awalnya Abdullah tidak terlalu mementingkan dengan yang namanya shalat dhuha. Selain hanya merupakan ibadah yang sunat, saat atau waktu dhuha merupakan waktu yang sibuk dalam pekerjaannya.

Namun kondisi pun berubah saat ia dipindahkan ke bagian yang lebih longgar dan tidak sesibuk sebelumnya. Ia mulai mengetahui keutamaan dari shalat dhuha dari suatu hadist bahwa Rasulullah senantiasa mengerjakan amalan sunat tersebut. Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa dua rakaat shalat dhuha setara dengan 360 bersedekah. Sementara shalat empat rakaat di waktu dhuha akan membawa kecukupan sepanjang hari. Bahkan dikatakan pula dengan melakukan shalat dhuha, maka seseorang memiliki pahala layaknya ibadah umrah.

Mengetahui berbagai keutamaan tersebut, Abdullah pun mulai merutinkan shalat dhuha dan keajaiban dimulai sejak hari pertama ia melakukannya.

Sekitar tiga jam setelah Abdullah menunaikan shalat, ia mendapatkan traktiran dari rekannya berupa makan siang gratis. “Alhamdulillah makan siang gratis” Ujarnya.

Bagi sebagian orang, makan siang traktiran tersebut tidak dianggap sebagai rezeki dan hanya kebetulan saja. Sementara Abdullah tidak berpikiran seperti itu. Ia menghubungkan apa yang dialami tersebut dengan ibadah shalat dhuha yang tengah dirutinkannya. Maka semakin jelaslah keajaiban lainnya di hari berikutnya.

“Abdullah, ini ada bonus untuk kamu”


Seru atasannya sambil menyerahkan selembar amplop berisi lembaran rupiah. Abdullah pun merasa bersyukur dan lebih yakin dengan keajaiban dari shalat dhuha sehingga ia semakin bersemangat untuk terus melakukannya.

Pada hari ketiga, Abdullah mulai menanti-nanti dan berharap apa yang akan didapatkannya pada hari tersebut. Namun dari tadi pagi, ia tidak mendapatkan rezeki nomplok hingga jam kerja telah selesai.

“Astagfirullah, mengapa aku berharap materi akan ibadah shalat dhuhaku selama ini?” Ia mulai menyadari kesalahannya yang hanya berharap akan rezeki berupa materi dan ibadah yang dilakukannya saat ini tidak ikhlas karena Allah SWT. Setelah itu Abdullah pun mulai memperbaiki dan mengikhlaskan segala yang diamalkannya karena Allah semata dan tidak terpengaruh apakah mendapatkan hal duniawi atau tidak.

Meski ia meyakini tentang manfaat shalat dhuha untuk memperlancar rezeki, namun kini ia tidak lagi menghitung-hitung apa yang didapatnya setelah melakukan ibadah tersebut. Ia mulai fokus untuk ikhlas dan meminta rezeki yang baik kepada Allah. Abdullah pun pulang dengan penuh bayang-bayang penyesalan.

“Bruakkk!” Abdullah terkejut bukan kepalang. Pasalnya ada motor yang menabrak motor miliknya dari arah belakang. Meski sempat oleng, namun Abdullah masih bisa mengendalikan motornya dan tidak terjatuh. Justru motor yang menabrak Abdullah-lah yang jatuh dan tersungkur. Seketika itu juga jalanan menjadi macet. Abdullah yang awalnya ingin menolong penabrak tersebut, justru dipersilakan oleh kerumunan pengendara lain untuk melanjutkan perjalanannya “Silakan mas, lanjut saja. Mas gak salah, biar kami yang urus”.

Ternyata itulah keajaiban hari ketiga yang dialami oleh Abdullah. Keajaiban yang lebih besar dan tidak bisa dibandingkan dengan materi yang didapatnya pada hari sebelumnya.

Abdullah pun mulai tertegun bahwa betapa Allah Maha Pemurah kepada hambaNya. Seorang hamba yang baru melakukan ibadah shalat dhuha, namun dibalas dengan berbagai keajaiban yang tak pernah terbayangkan. Abdullah pun semakin yakin dan terus mengamalkan ibadah tersebut dengan ikhlas dan mengharap yang terbaik dari Allah.

Apakah Anda juga mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami oleh Abdullah?

Sumber muslimtrkini.com

Saturday, April 2, 2016

Takjub!! Sebuah Apel Diperdengarkan Dengan Al-Quran Dan Inilah yang Terjadi

Perindu aurga  - Ketika saya mulai mendalami Islam semasa kuliah, saya bertekad untuk mulai berhenti mendengarkan musik. Ini merupakan keputusan yang sulit tapi pada akhirnya saya berhasil berhenti mendengarkannya. Ini bukanlah persoalan mudah bagi saya, dan pada akhirnya saya kembali mendengarkan musik, kemudian kembali berhenti, dan kembali mendengarkannya sekali lagi. Alhamdulillah, saya akhirnya benar-benar berhenti mendengarkannya sekitar lima tahun yang lalu (Semoga Allah meneguhkan pendirian saya kali ini).








Ada banyak orang yang siap berdebat dan berkata bahwa tak ada salahnya mendengarkan musik, karena musik dapat menenangkan jiwa, dan sebagainya. Tapi setelah membaca sebuah email, saya tersadar bahwa keputusan saya adalah keputusan yang bijak, sebuah upaya untuk meningkatkan ketaqwaan saya, sebuah usaha yang memerlukan perjuangan terus-menerus dari diri kita. Insya Allah, setelah membaca artikel ini, anda dapat berubah dan berhenti mendengarkan musik.



Beberapa bulan yang lalu, sebuah email dikirimkan kepada organisasi Al-Huda Kanada dan di-forward-kan hingga sampai kepada saya. Isi dari email tersebut begitu luar biasa. Berikut ini isinya:

Bismillah
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa minggu yang lalu, putri saya, yang masih kelas 1 SD, melakukan uji coba ilmiah di sekolahnya. Kami memutuskan untuk melakukan sebuah eksperimen yang menarik. Hipotesis kami adalah mendengarkan Al-Qur'an mempunyai dampak bagi diri kita, sama halnya ketika kita mendengarkan musik yang juga mempunyai dampak yang terlihat jelas. Untuk membuktikan hipotesis ini, kami mengambil sebuah apel yang mempunyai kandungan sekitar 60-70% air, sama seperti tubuh manusia. Kami membelah dua apel itu, memasukkan masing-masing bagiannya ke dalam kantung plastik, dan selama tujuh hari kami memainkan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an untuk salah satu bagian apel, dan lantunan musik untuk bagian apel yang satu lagi. Kedua apel ini disimpan dalam suhu ruangan. Hasilnya sangat luar biasa dan hipotesis kami benar adanya.

Dalam surat Yunus, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman tentang Al-Qur'an:

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Qs. Yunus[10]:57)



Tolong perhatikan gambar di bawah ini. Gambar pertama adalah gambar ketika apelnya baru dibelah. Gambar kedua adalah gambar setelah tiga minggu melakukan eksperimen.



Jazakallah khairan. Wassalam.




Quanita Rizvi
Al-Huda Institute, Kanada

Eksperimen di atas sungguh luar biasa. Oleh karenanya, para staff di Reflections, sebuah sekolah di Karachi, Pakistan, melakukan eksperimen yang sama untuk menguji validitasnya. Di bawah ini adalah sebuah email yang ditulis oleh Asim Ismail, ketua pendidikan Islam di sekolah itu.

Selama dua minggu, seorang guru memainkan musik di hadapan potongan apel selama sepuluh menit per hari. Dan bacaan Al-Qur'an diperdengarkan di hadapan potongan apel satunya lagi dengan durasi yang sama. Gambar di bawah menunjukkan hasil eksperimen ini. Potongan apel yang membusuk adalah potongan apel yang diperdengarkan musik, dan potongan apel yang tampak masih agak segar adalah potongan apel yang diperdengarkan Al-Qur'an. Subhanallah! Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah, apel yang diperdengarkan Al-Qur'an masih mengeluarkan aroma yang segar sedangkan apel yang diperdengarkan musik... Ya, bisa anda bayangkan sendiri bagaimana aromanya.

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." (Qs. Ar Ra'd[13]:28)

Subhanallah. Semoga Allah menjaga hati kita dari kerusakan dan menyembuhkannya dengan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan membaca Al-Qur'an. Aamiin.

Sumber: MuslimJuara.Org