Tuesday, April 26, 2016

Allahu Akbar !! Perantara Dr Zakir Naik, Biarawati Ini Akhirnya Memeluk Islam

Portal obseber.gm dalam infonya hri Jum’at 17 Oktober 2014 menginformasikan bahwa seorang biarawati berumur 54 thn pada Rabu malam menyatakan ia masuk Islam. Kejadian ini berlangsung disaat program debat perbandingan agama antara Islam & Kristen. seseorang cendekiawan Islam ternama dunia & ahli perbandingan agama, Dr Zakir



Naik,mengemukakan ceramah menyangkut Islam di Kairaba Beach Hotel di Kololi, Gambia.

Wanita yg bernama Juliet Cole, yg saat ini bernama Haddijatou Cole, sudah melayani gereja selama 14 th yang merupakan seseorang biarawati.

Disaat dimintai pemaparanya tentang argumen kenapa pindah agama ke Islam, cole menceritakan bahwa walaupun beliau sudah jadi biarawati Gereja Methodist. Sewaktu ceramah Dr Zakir, aku berpikir buat masuk Islam & percaya akan kebenaran Islam.

Menyaksikan suasana yg mengharukan, Dr Zakir Naik selanjutnya turun ke podium mengarahkan tahapan utk jadi muallaf pada COle. Kemudian dilakuan pengucapan ikrar 2 kalimat Syahadat dihadapan para hadirin yg hadir. [islamedia.id]

ALLAHHUAKBAR : Kisah Nyata: Dulu Sangat Benci Islam , Pastur Ini Malah Jadi Muallaf

Steven Indra Widjaja betul-betul tidak menyangka kebenciannya yg mendalam pada Islam, justru mengantarkan beliau dengan cara perlahan jatuh di pelukan agama tauhid ini.

Sejak kecil, ke-2 orang tuanya telah menyemai benih kebencian kepada Islam terhadap diri laki laki kelahiran Jakarta 14 Juli 1981 ini.



Di usianya yg baru menginjak th kelima, Steven sejak mulai tidak sedikit berbuat onar. Dirinya sengaja menaruh tulang babi di atas makanan pembantunya yg beragama Islam. Tidak cuma itu, Steven mungil mau sekali menyimpan sesuatu di atas kepala orang muslim yg tengah sujud selama mereka shalat, bahkan menendangnya.

“Saya dahulu benci banget sama Islam. Ya, pokoknya benci saja menyaksikan orang Islam. Itu yg ada di kepala aku saat itu. Pokoknya aku jahat banget,” kenang Steven.

Oey Ing Sing Sing, ayah steven, yakni penganut Kristen Protestan. Tidak Hanya jadi aktivis di GKI (Geraja Kristen Indonesia) & gereja Bethel di Muara Karang Jakarta Utara, dirinya serta pengusaha di Century 21 & jabar Indah. Beliau tidak sedikit mencari dana di luar negara buat pembangunan gereja-gereja di Indonesia.

Biarpun begitu, Steven malah dipersiapkan yang merupakan bruder (penyebar falsafah Kristen katolik) oleh ayahnya. Terkecuali sebab dorongan dari sang nenek, Steven serta dipersiapkan sbg penganut katolik generasi ke3 dari kakek ibu dirinya.

“Saya katolik, nenek aku katolik, Oom aku yg di Amerika & di Surabaya pun Katolik. Yg yang lain protestan. Benar-benar, kita agak campur pula di hunian,” ungkap Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa & Keluarga) ini.

Utk mempersiapkan juga sebagai Bruder generasi ke-3, Steven diasramakan oleh ayahnya di Pangudi Luhur Ambarawa, Jawa Tengah. Pendidikan ini beliau jalani hingga tingkat SMA. Sebab buat jadi bruder minimal mesti mempunyai ijazah Diploma III (D3), selepas menamatkan pendidikannya di SMA Don Bosco th 1997, Steven diregistrasikan ke sekolah tinggi Saint Michael’s College, di Worcestershire, Inggris.

Spesialis Islamologi diambilnya terhadap mata pelajaran agama, lantaran dia mau sekali menghancurkan umat Islam lewat ajarannya. Dirinya belajar hadits & riwayatnya buat mencari celah supaya orang muslim yakin bahwa apa yg diajarkan dalam agama mereka itu tak benar.

Bahkan buat mengemban pekerjaan yang merupakan satu orang penginjil, Steven mesti melakoni proses disumpah tak boleh menikah & mesti mengabdi semua hidupnya buat Tuhan. Di sekolah ini Steven menjalaninya tatkala 2,5 th. Sesudah selesai, Steven kembali pulang ke Indonesia juga sebagai seseorang penginjil.

Tetapi seiring dgn aktifitasnya yang merupakan penginjil, timbul keraguan dalam diri Steven atas apa yg dirinya pelajari sampai kini. Apa yg dirinya pelajarinya pergi belakang bersama buku-buku Islam yg dia temui di toko-toko buku.

Sebuah hri, tatkala mendatangi salah satu toko buku di Jakarta, Steven menemukan buku karangan Imam Ghazali, menyangkut hadits & periwayatannya. Buku yg mengulas hadist & peristiwa periwayatannya itu lumayan menarik perhatian Steven. Nyata-nyatanya tidak sedikit referensi & penjelasan hadits yg diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim.

Awal dari sinilah Steven sejak mulai mengetahui bahwa hadist-hadits yg sampai kini dipelajarinya di Saint Michael’s College nyata-nyatanya tak dipercaya oleh umat Islam sendiri. Hadits-hadits yg dipelajarinya tersebut nyata-nyatanya palsu. Dari sana seterusnya Steven sejak mulai mencari hadits-hadits yg sahih.

Kemauan Steven buat menuntut ilmu falsafah Islam tidak cuma hingga di situ. Di sela-sela tugasnya yang merupakan satu orang penganut Katolik, diam-diam Steven sejak mulai mencari ilmu kegiatan shalat.

Gerakan mengamati orang yg shalat itu dia laksanakan selepas menjalankan ritual ibadah Pekan di gereja Katedral, Jakarta. ga ada yg mengetahui kegiatannya itu, kecuali seseorang adik laki-lakinya. Tetapi, sang adik diam saja atas perilakunya itu.

“Ketika saat shalat Dzuhur datang & adzan berkumandang dari Tempat Ibadah Istiqlal, kalung salib aku masukkan ke dalam


pakaian, sepatu aku lepas & titipkan. Seterusnya, aku pinjem sandal tukang sapu kebun di Katedral. Sesudah habis shalat, aku balik lagi mengenakan kalung salib & kembali ke Katedral,” ucap lulusan Fakultas Komunikasi Kampus Padjadjaran, Bandung, ini.

Aktivitasnya di mata sang adik itu, beliau lakoni selagi dua bln. &, berkat hubungan kerja sang adik serta, aksi yg dirinya jalankan tersebut tak hingga diketahui oleh ayahnya. Dari situ, lanjut Steven, dia baru sebatas mengetahui orang Islam itu shalat empat rakaat & selagi shalat diam seluruh.

Step berikutnya Steven mulai sejak mencari ilmu shalat Maghrib di suatu tempat ibadah di daerah Muara Karang, Jakarta Utara. Dikala itu, dia beserta keluarganya tinggal di wilayah tersebut.

“Dari situ, aku sejak mulai mengetahui nyatanya ada pun shalat yg bacaannya keras. Seterusnya, aku mulai sejak menggali ilmu shalat-shalat apa saja yg bacaannya dikeraskan & tak,” ujar Steven.
Usai mempelajari shalat dzuhur & maghrib, dia menambahkan ke shalat Isya, Subuh, dulu Ashar.

Kesemua aktivitas & bacaan shalat lima kala tersebut dia pelajari bersama mengikuti apa yg dilakukan jama’ah shalat. Hingga tata kiat berwudhu serta, menurut penuturannya, dia pelajari & hafal bersama menirukan apa yg dilakukan oleh para jama’ah shalat.

“Saya perhatikan orang berwudhu, ingat-ingat gerakannya, baru sesudah sepi, aku mempraktikkannya,” ujarnya.
Alhamdulillah, dalam diwaktu seminggu Steven telah hafal aktivitas berwudhu. Demikian serta, bersama aktivitas shalat & bacaannya. Steven menyaksikan aktivitas imam & mendengar bacaannya sambil mengupayakan mengingat & menghafalkan.

“Habis shalat itu adem. Ada bahasan kultum menyangkut apa yg tadi dibaca. Itu miliki nilai lebih. Tidak sekedar nyanyi, makan, & tertawa seperti yg aku jalankan di gereja. Islam itu lebih patuh aturan. Seandainya Adzan bunyi, serta-merta datang ke tempat ibadah,” tambah cowok yg dikala ini tengah memahami musthalah hadits lewat sekian banyak guru akbar ahli hadits.

Sesudah merasa mantap, Steven serta memutuskan buat masuk Islam dgn dibantu oleh satu orang sahabat bisnisnya bernama Harry, di Serang, Banten. Dihadapan Harry & 4 orang temannya berikut salah seseorang Ustadz, Steven mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah Itu Steven juga memanfaatkan nama Indra Wibowo Ash-Shiddiqi. Sejarah itu berjalan sebelum datangnya bln Ramadhan di thn 2000.

Ke-Islamannya itu baru ketahuan oleh ke-2 orangtuanya sesudah dia memutuskan buat kembali ke Jakarta, dikala hendak membawa baju. Berita ini ketahuan dari kawan-kawan usaha sang ayah yg tengah mengerjakan proyek pembangunan resort di wilayah Muara Karang & Pluit.

“Makanya papa punyai tidak sedikit kenalan & sohib. & bisa jadi beberapa orang itu tidak jarang menonton aku datang ke tempat ibadah & mengenakan peci, sebab itu dilaporkan ke papa,” ungkapnya.

Ayahnya serta memutuskan utk mengirim orang buat memata-matai tiap-tiap gerakan Indra sehari-hari. Sesudah ada fakta nyata, beliau setelah itu dipanggil, dulu disidang oleh ayahnya.

Di hadapan ayahnya, Steven mengemukakan bahwa selagi menjalani pendidikan calon bruder, beliau memperoleh fakta pahit. Pastur yg sampai kini dirinya hormati, nyatanya jalankan aksi asusila kepada para suster. Begitu juga para frater yg menghamili siswinya, juga para bruder yg jadi homo.

Seakan tak terima bersama penjelasan sang anak, ayahnya juga menampar Indra sampai kepalanya terbentur ke kaca. Beruntung, dikala kejadian sang ibu segera mengambil Indra ke Hunian Sakit Atmajaya. Tujuh jahitan menghias dahinya ketika itu. Kendati begitu, sang ibu terus tak dapat menerima ketentuan Steven.
Bahkan, oleh ayahnya, Indra seterusnya diusir, sesudah dipaksa menandatangani surat opini di hadapan notaris, menyangkut pelepasan haknya sbg salah satu pewaris dalam keluarga.

“Saya tak boleh menerima seluruhnya sarana keluarga yg jadi hak aku,” ujarnya. Meskipun hidup dgn penuh cobaan, ungkap Indra, masihlah ada Allah SWT yg menyayanginya & membukakan pintu rezeki buat beliau.


Biodata
Nama : Indra Wibowo Ash Shidiqi
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 14 Juli 1981
Masuk Islam : 2000
FB: https://www.facebook.com/steven.indra.wibowo
Pendidikan Akhir : Sarjana (S1) Komunikasi Universitas Padjadjaran
Aktivitas :
– Sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)
– Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga)
– Pengurus Mualaf Center Online http://www.mualaf.com

Sumber muslimterkini.com

Dasar Kamu Anak Nakal! Awas Kamu Kalau Sudah Besar Kamu Akan Menjadi IMAM MASJIDIL HARAM!

SIAPA yang tidak mengenal Syeikh Abdurrahman AsSudais? Imam Masjidil Haram, sekaligus hafidz yang memiliki suara yang sangat menyentuh para ma’mum dan pendengarnya.





Tetapi ternyata di balik kesuksesannya, beliau memiliki kisah unik di masa kecilnya.

Ketika itu orang tua Syeikh Sudais akan kedatangan tamu kehormatan, sehingga ibunda


Syeikh Sudais menyiapkan hidangan termasuk memasak kambing untuk menyambut tamu tersebut.

Ketika hidangan sudah siap saji, masuklah Sudais kecil setelah bermain ke dalam rumahnya. dan alangkah kagetnya sang IBU melihat apa yang Sudais kecil lakukan terhadap hidangan yang sudah ia siapkan.

Sudais kecil menaburkan pasir ke dalam hidangan kambing yang disiapkan ibunya.
Kaget bercampur kesal akhirnya ibunda beliau memarahinya,  “Sudais, dasar kamu anak nakal! Awas kamu kalau sudah besar kamu akan menjadi IMAM MASJIDIL HARAM!”
Kemarahan ibunda Sudais inilah yang menjadi do’a luar biasa untuknya.

Sudais dewasa tumbuh menjadi seorang Imam Besar Masjidil Haram, sesuai dengan apa yang diucapkan oleh ibunya

Sumber islampos.com

Thursday, April 21, 2016

[Kisah Nyata] Wanita ini Bertaubat Dan Menjadi Penghafal Qur'an Setelah Melihat Temannya Berzina, Subhanallah!!

Perindu surga  -  Kisah nyata ini sungguh mengagumkan. Bukti bahwa pintu taubat senantiasa terbuka dan Allah selalu memberikan kesempatan hambaNya untuk beroleh rahmat.



Malak, nama gadis dari salah satu negara Arab itu. Ia lahir di keluarga kaya. Sayangnya, ia tak mendapatkan kasih sayang yang dibutuhkannya. Ayahnya selalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan ibunya sering keluar bepergian. Sejak kecil Malak dipenuhi dengan fasilitas dan materi, namun tidak mendapatkan pendidikan agama.

Masa sekolah menengah adalah masa hura-hura bagi Malak. Sering ia menghabiskan hari-harinya bersama teman-teman, mendengarkan musik, dan sebagainya.

Ketika liburan sekolah tiba, Malak berlibur bersama teman-temannya. Sering mereka menyewa ‘villa’ selama beberapa hari. Satu kamar ditempati Malak dan teman-teman perempuannya. Satu kamar yang lain ditempati teman-teman laki-laki. Siang hari mereka pergi rekreasi dan tentu saja bercampur baur antara cowok dan cewek. Malamnya mereka kembali ke ‘villa’ untuk istirahat.

Satu hari di musim liburan, Malak pergi ke rumah salah seorang temannya. Rumah itu sepi sehingga para remaja itu bisa berbuat apapun. Ketika Malak sedang duduk-duduk, seorang teman wanitanya berpamitan mau masuk kamar bersama seorang teman laki-laki.

“Kalau kamu mau, kamu juga bisa masuk ke salah satu kamar bersama cowok yang kamu mau,” katanya sambil meninggalkan Malak yang berbincang dengan teman laki-lakinya.

Selang beberapa saat, teman wanita tersebut memanggil Malak. Betapa terperanjatnya Malak, ia melihat temannya tersebut di atas ranjang


bersama teman laki-lakinya dalam kondisi tidak sopan dan memalukan.

“Beraninya kamu!” teriak Malak sembari menampar temannya.

Seketika, Malak berlari keluar.

Ia pulang meninggalkan aktifitas terkutuk itu sambil menangis. Ada perasaan aneh dalam dirinya. Untuk pertama kalinya, ia merasa hidupnya selama ini telah tersesat tanpa tujuan.

Malak menjadi sering menyendiri. Ia suka merenung. Berubah 180 derajat. Tak lagi menyukai musik. Tak lagi menyukai pakaian-pakaiannya yang mahal namun serba terbuka. Bahkan ia tak lagi menyukai rumah mewahnya.

Setelah peristiwa itu, kumandang adzan selalu mengusik jiwanya. Ia memutuskan untuk Shalat. Untung di rumah itu masih ada sajadah dan mukena peninggalan neneknya. Ibunya seorang nasrani. Sedangkan ayahnya meskipun mengaku muslim, ia tak pernah terlihat shalat.

Malak tak kuasa menahan air matanya saat bersujud. Ia menangis tersedu-sedu menyesali segala perbuatannya. Hampir satu jam Malak menangis dan berdoa. Itulah untuk pertama kali Malak merasakan ketenangan batin yang tak bisa diungkapkannya.

Selesai shalat, Malak ingat bahwa ia memiliki seorang paman yang cukup alim. Ia pun pergi ke sana untuk belajar agama. Dengan penuh kasih sayang, pamannya mengajarkan wudhu yang benar, shalat dan ilmu-ilmu agama.

“Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Qur’an, Paman?” tanya Malak setelah beberapa hari di rumah penuh berkah itu.

“Insya Allah lima tahun”

“Ya Allah… bisa jadi saya sudah meninggal sebelum lima tahun berlalu,” Malak sedih. Namun ia bertekad untuk menghafalkan Al Qur’an sejak hari itu. Dan masya Allah… dalam waktu tiga bulan Malak berhasil menghafal seluruh Al Qur’an. 30 juz dalam tiga bulan. Ia menjadi hafizhah.

Akhirnya kehidupan malak pun berubah Total. Sekarang Ia Seorang Hafizhah yang Taat dan meninggalkan segala bentuk kehidupan yang lalu.

Semoga Kita menjadi seorang HAFIZH QURAN SEBELUM AJAL kita TIBA. Aamiin ya Rabb


Sumber kabarislam.com

Saturday, April 2, 2016

Suami baca ini !! Inilah Ciri-ciri Isteri Pembangkang

Perindu surga   -  Pernikahan yang dibangun oleh pasangan suami istri merupakan sebuah pemersatu agar bisa membina rumah tangga yang mendapat ridha Allah SWT. Di dalamnya terdapat kewajiban dan juga hak yang harus dipenuhi oleh masing-masing pihak.




Istri Pembangkang Pada Suami

Suami menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab akan keimanan dan tingkah laku istrinya. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa saat suami mengucapkan Ijab Qabul, Arsy seakan berguncang karena beratnya perjanjian antara suami dengan Allah.

Namun kondisi tersebut sebagian istri tidak merasakannya. Bahkan diantara mereka ada yang membangkang terhadap suaminya. Kurangnya pemahaman akan agama membuat apa yang dilakukan istri seperti tidak menuruti suami dianggap bukan sebuah pembangkangan. Seperti apa ciri istri pembangkang pada suami sebenarnya? Berikut adalah 5 Ciri Istri Pembangkang Pada Suami.


1. Menolak Ajakan Berhubungan Intim Tanpa Alasan Syar’i

Ciri pertama yang seorang istri harus tahu adalah menolak ajakan suami untuk berhubungan intim tanpa ada alasan syar’i yang mendukung. Ini merupakan suatu pembangkangan. Seorang istri yang tidak mau atau menolak ajakan suami untuk berjima akan dilaknat oleh para malaikat. Hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah dalam suatu hadist yang berbunyi “Jika seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjang lantas istri tersebut enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu subuh” (HR Bukhari dan Muslim)


Namun sebenarnya Islam tidak memberatkan dan menyudutkan seorang istri apabila memang ada halangan syar’i yang ada pada diri seorang istri seperti sedang sakit, haid ataupun terlalu lelah untuk berhubungan badan.

2. Pergi Tanpa Izin Suami
Jaman sekarang, izin suami seakan tidak diperlukan oleh seorang istri untuk pergi kemana pun yang ia inginkan seperti bertemu dengan teman ataupun ke tempat lainnya.

Sebenarnya seorang istri yang keluar rumah maka bisa berdampak pada bertemunya ia dengan pria yang bukan mahramnya dan bisa jadi pula bercampurnya antara laki-laki dengan perempuan. Dengan keluarnya istri dari rumah tanpa seizin suami, maka rasa tidak ridho akan muncul dalam benak suami atas apa yang dilakukan sang istri. Hal ini pun merupakan sebuah pembangkangan.

Rasul pun telah memberikan tuntunan kepada para istri agar meminta izin dahulu sebelum pergi keluar rumah.
“Dan janganlah keluar rumah tanpa izin suaminya” (HR Hakim).

Bahkan di jaman sekarang ini lebih dipermudah dengan adanya ponsel dimana istri bisa meminta izin sementara sang suami tengah berada di tempat kerja sehingga jika izin dianggap sebuah keribetan, maka hal tersebut terasa tidak mungkin.


3. Kurangnya Bersyukur Dan Banyak Mengeluh
Manusia memang makhluk yang tak pernah puas dengan apa yang ada. Kondisi ini pula sering dialami oleh seorang istri yang sering mengeluh dan kurang bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada suami dan keluarganya. Bahkan kurangnya rasa bersyukur ini lebih mementingkan urusannya sendiri tanpa melihat dan memperhatikan perasaan suami yang membanting tulang untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi mengeluh ini pun akan berdampak pada hilangnya kebaikan suami di mata istri. Padahal suami telah berusaha sekuat tenaga untuk bisa membuat istrinya bahagia. Itulah mengapa neraka akan banyak dihuni oleh kaum wanita dibandingkan dengan kaum pria.

Pernyataan ini telah disampaikan oleh Rasulullah “Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita” Rasulullah pun ditanyakan dengan ucapannya tersebut “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka ya Rasulullah?” Beliau menjawab “Disebabkan kekufuran mereka”. Kemudian ada lagi yang bertanya “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab “(tidak melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’” (HR Bukhari dan Muslim)


4. Membuat Suaminya Bersedih
Tak hanya berkeluh kesah dan kurang bersyukur, namun istri yang membangkang membuat sedih hati suaminya. “Dan jangan membuat hatinya sedih” (HR Hakim). Kesedihan yang dirasakan oleh seorang suami dari istrinya bisa jadi karena banyaknya tuntutan istri, menginginkan sesuatu yang suami tidak mampu membelinya hingga meremehkan atau merendahkan martabat suami. Menghianati suami pun menjadi faktor seorang istri disebut pembangkang.


5. Membelanjakan Harta Suami Pada Sesuatu Yang Tidak Disukainya

Ciri yang terakhir adalah membelanjakan harta yang dititipkan suami pada sesuatu yang tidak disukai suaminya. Apalagi saat kondisi telah dilanda krisis ekonomi. Tentunya seorang istri harus mampu mengatur keuangan agar hidup berumah tangga bisa menjadi lebih baik dan tidak saling merugikan.

Apakah menyedekahkan harta suami merupakan sebuah pembangkangan? Meskipun merupakan sebuah kebaikan, sedekah tanpa seizin suami tetap tidak dibenarkan. Jika memang tetap berniat untuk bersedekah, maka separuh pahalanya akan diberikan pada suaminya.

“Setiap infaq yang ia keluarkan tanpa ijin suaminya, maka separuh pahalanya diberikan kepada sang suami" (HR Bukhari)

Itulah lima ciri istri yang membangkang pada seorang suami. Oleh karena itu bagi seorang istri, harus mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan haknya dalam berumah tangga agar apa yang dilakukan atau dijalankan mampu membawanya ke surga yang penuh kebahagiaan. Jangan sampai ketidakpahaman tentang sebuah larangan berdampak pada terjerumusnya ia ke neraka yang penuh siksa.


Sumber pelangimuslim.com